alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, August 18, 2022

Tukad Nyampuh Lokasi Pekak Subrata Tewas Dikenal Angker, Serius?

DENPASAR – Hilangnya Ketut Subrata, 60, di Tukad Nyampuh, Dusun Poh Manis, Desa Penatih Dangin Puri, membuat warga setempat panik.

Mereka sama-sama mencari korban yang akhirnya ditemukan nyangkut di bawah Jembatan Trenggana, Denpasar Timur, dalam kondisi tak bernyawa.

Warga setempat mempercayai Tukad Nyampuh dikenal sangat angker. Fakta itu diungkap Perbekel Penatih Dangin Puri Wayan Kamar.

Menurut Kamar, Tukad Nyampuh merupakan anak sungai Tukad Ayung yang berada di perbatasan Kota Denpasar paling Timur dengan Kabupaten Badung. 

Lokasi tersebut memang rawan. Selain jalannya sempit, tidak ada rambu-rambu di kawasan tersebut.

Wayan Kamar mengatakan wilayah rumah Komang Danang, anak korban Ketut Subrata masih dalam tahap pengembangan dan tanggung jawabnya masih pada pengembang.

Baca Juga:  131 WNA Ditolak Masuk Bali, Warga Amerika dan Rusia Terbanyak

“Sungai ini di Desa Penatih  Dangin Puri, Dusun Poh Manis, Namanya Tukad Campuran atau  Tukad Nyampuh. Kebetulan juga ini merupakan hulunya anak sungai Ayung.

Kebetulan juga ini adalah pengembangan. Sebenarnya  belum lazim masyarakat, untuk lewat.  Apalagi orang yang belum mengetahui lokasinya,” papar Wayan Kamar.

Ketut Subrata adalah orang yang baru tinggal di Dusun Poh Manis dan belum mengenal daerah tersebut. Apalagi sepanjang jalan tersebut yang sungainya juga sangat rawan.

Kamar menyatakan, daerah rumah Komang Danang masih semrawut  dan penuh resiko. Fasilitas umum juga belum diserahkan ke desa.

Dia pun menekankan seharusnya 30 persen sempadan sungai perlu ruang terbuka hijau.  Kondisi air di sungai itu memang tidak deras.

Baca Juga:  Tewas Diseret Banjir, Pekak Subrata Alami Lecet, Langsung Dipulangkan

Menurutnya, perlu hati-hati dan dilengkapi rambu-rambu. Apalagi dibutuhkan 30 persen di sempadan sungai adalah ruang terbuka hijau.

“Mungkin perlu hati-hati. Karena sepanjang jalan ini sungai yang sangat rawan. Ketut Subrata ya mungkin ada pengaruh sisi keluarga ada yang meninggal.

Mungkin masih semrawut sehingga dengan sendirinya berjalan-jalan tanpa pengetahuan keluarga,” pungkasnya.



DENPASAR – Hilangnya Ketut Subrata, 60, di Tukad Nyampuh, Dusun Poh Manis, Desa Penatih Dangin Puri, membuat warga setempat panik.

Mereka sama-sama mencari korban yang akhirnya ditemukan nyangkut di bawah Jembatan Trenggana, Denpasar Timur, dalam kondisi tak bernyawa.

Warga setempat mempercayai Tukad Nyampuh dikenal sangat angker. Fakta itu diungkap Perbekel Penatih Dangin Puri Wayan Kamar.

Menurut Kamar, Tukad Nyampuh merupakan anak sungai Tukad Ayung yang berada di perbatasan Kota Denpasar paling Timur dengan Kabupaten Badung. 

Lokasi tersebut memang rawan. Selain jalannya sempit, tidak ada rambu-rambu di kawasan tersebut.

Wayan Kamar mengatakan wilayah rumah Komang Danang, anak korban Ketut Subrata masih dalam tahap pengembangan dan tanggung jawabnya masih pada pengembang.

Baca Juga:  Sebelum Tewas Diseret Air Bah, Pekak Subrata Sempat Bilang Begini…

“Sungai ini di Desa Penatih  Dangin Puri, Dusun Poh Manis, Namanya Tukad Campuran atau  Tukad Nyampuh. Kebetulan juga ini merupakan hulunya anak sungai Ayung.

Kebetulan juga ini adalah pengembangan. Sebenarnya  belum lazim masyarakat, untuk lewat.  Apalagi orang yang belum mengetahui lokasinya,” papar Wayan Kamar.

Ketut Subrata adalah orang yang baru tinggal di Dusun Poh Manis dan belum mengenal daerah tersebut. Apalagi sepanjang jalan tersebut yang sungainya juga sangat rawan.

Kamar menyatakan, daerah rumah Komang Danang masih semrawut  dan penuh resiko. Fasilitas umum juga belum diserahkan ke desa.

Dia pun menekankan seharusnya 30 persen sempadan sungai perlu ruang terbuka hijau.  Kondisi air di sungai itu memang tidak deras.

Baca Juga:  Pamit Kencing, Terpeleset, Tewas Diseret Air Bah Tukad Nyampuh

Menurutnya, perlu hati-hati dan dilengkapi rambu-rambu. Apalagi dibutuhkan 30 persen di sempadan sungai adalah ruang terbuka hijau.

“Mungkin perlu hati-hati. Karena sepanjang jalan ini sungai yang sangat rawan. Ketut Subrata ya mungkin ada pengaruh sisi keluarga ada yang meninggal.

Mungkin masih semrawut sehingga dengan sendirinya berjalan-jalan tanpa pengetahuan keluarga,” pungkasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/