alexametrics
28.7 C
Denpasar
Wednesday, May 18, 2022

Koster Dukung Pelarangan Mudik Lebaran, Warga: Ini Berat, Tapi…

DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan dukungannya terhadap pelarangan tradisi mudik jelang Lebaran. Hal ini disampaiknya terkait imbauan pemerintah yang melarang untuk mudik.

 

“Saya mendukung pelarangan tradisi mudik jelang Lebaran untuk mengurangi resiko peningkatan penularan akibat perpindahan warga dari daerah lain,”ujar Koster di Denpasar pada Kamis (3/2) kemarin.

 

Diketahui, pemerintah memang telah mengeluarkan keputusan pelarangan mudik tahun 2021. Pelarangan ini juga sama seperti pada tahun 2020 lalu.

 

Pelarangan mudik tersebut berdasarkan rapat koordinasi menteri PKM dengan sejumlah stakeholder lainnya guna mengantisipasi lonjakan kasus di Bali.

 

Di sisi lain, Wakil Sekretaris IKAWANGI (Ikatan Keluarga Banyuwangi) Dewata, Lulut Joni Prasojo mengaku pelarangan mudik ini memang cukup berat karena mudik sudah menjadi tradisi.

Baca Juga:  Bali Terbebas Zona Merah, Semua Kabupaten/Kota Jadi Oranye

 

“Ini berat, tapi mau gimana lagi? Kita harus mengikuti pemerintah karena pemerintah pasti sudah mempertimbangkannya,” ujarnya saat diwawancara pada Jumat (4/2).

 

Pelarangan mudik ini memang sudah kedua kali dilakukan pemerintah. Namun, Lulut tak menampik bahwa untuk pelarangan tahun lalu, memang banyak warganya yang mudik, padahal pihaknya sendiri sudah mengimbau agar tak mudik.

 

“Mudik tahun lalu memang banyak yang pulang kampung karena tak ada kerjaan di Bali. Yang sekarang di Bali ini mereka yang bisa bertahan dengan kondisi terbatas. Namun saya prediksi, kali ini juga bakal banyak yang tidak mudik juga karena kondisi ekonomi mereka di Bali saja masih sulit,” pungkasnya.

Baca Juga:  Pemerintah Didesak Buat Kebijakan Pro Pelaku Pariwisata
- Advertisement -

- Advertisement -

DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan dukungannya terhadap pelarangan tradisi mudik jelang Lebaran. Hal ini disampaiknya terkait imbauan pemerintah yang melarang untuk mudik.

 

“Saya mendukung pelarangan tradisi mudik jelang Lebaran untuk mengurangi resiko peningkatan penularan akibat perpindahan warga dari daerah lain,”ujar Koster di Denpasar pada Kamis (3/2) kemarin.


 

Diketahui, pemerintah memang telah mengeluarkan keputusan pelarangan mudik tahun 2021. Pelarangan ini juga sama seperti pada tahun 2020 lalu.

 

Pelarangan mudik tersebut berdasarkan rapat koordinasi menteri PKM dengan sejumlah stakeholder lainnya guna mengantisipasi lonjakan kasus di Bali.

 

Di sisi lain, Wakil Sekretaris IKAWANGI (Ikatan Keluarga Banyuwangi) Dewata, Lulut Joni Prasojo mengaku pelarangan mudik ini memang cukup berat karena mudik sudah menjadi tradisi.

Baca Juga:  Terbentur Konvensi Chicago, Koster Sulit Pungut Turis Asing USD 10

 

“Ini berat, tapi mau gimana lagi? Kita harus mengikuti pemerintah karena pemerintah pasti sudah mempertimbangkannya,” ujarnya saat diwawancara pada Jumat (4/2).

 

Pelarangan mudik ini memang sudah kedua kali dilakukan pemerintah. Namun, Lulut tak menampik bahwa untuk pelarangan tahun lalu, memang banyak warganya yang mudik, padahal pihaknya sendiri sudah mengimbau agar tak mudik.

 

“Mudik tahun lalu memang banyak yang pulang kampung karena tak ada kerjaan di Bali. Yang sekarang di Bali ini mereka yang bisa bertahan dengan kondisi terbatas. Namun saya prediksi, kali ini juga bakal banyak yang tidak mudik juga karena kondisi ekonomi mereka di Bali saja masih sulit,” pungkasnya.

Baca Juga:  Gara-gara Covid-19, RSUP Sanglah Akui Merugi Secara Ekonomi

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/