alexametrics
26.8 C
Denpasar
Friday, July 1, 2022

RSUP Sanglah Tegaskan ABG 12 Tahun Meninggal Sudah Jalani Swab Test

DENPASAR – RSUP Sanglah menegaskan bocah 12 tahun berinisial GALP, asal Batubulan, Kecamatan Sukawati, Gianyar yang meninggal dengan diagnosis akhir positif Coronavirus Disease (Covid-19) sudah menjalani swab test.

Penegasan itu sekaligus menjawab klarifikasi kerabat almarhum yang ramai di media sosial yang menyebutkan keluarga tidak mengizinkan tim medis melakukan swab test.

Keluarga juga memastikan almarhum meninggal bukan karena Covid-19 melainkan demam berdarah. Simpang siur informasi ini bahkan ramai diperbincangkan netizen selama seharian ini.

“Sudah di test Swab,” ujar Kabag Humas RSUP Sanglah, dr Arya Ws Duarsa, kepada Radarbali.id, Selasa (2/6).

Lantas, bagaimana dengan kabar yang beredar jika orang tua anak tersebut membantah jika anaknya telah di test swab?

Atas hal tersebut, dr Arya menyebut tak perlu ada persetujuan orang tua bila mengacu pada protap penanganan Covid 19 ini.

“Jika ini sudah ditetapkan sebagai wabah, maka semua harus tunduk pada undang undang. Jadi sebenarnya tidak perlu persetujuan karena untuk kepentingan penanggulangan wabah,” tegasnya.

Dokter Arya justru mengaku heran juga bila orang tua anak tersebut mengaku tak ada persetujuan. Menurutnya, pihak orang tua pun sudah diberita tahu.

“Tapi orang tua (anak tersebut) sudah diedukasi dan sudah setuju. Kami tetap berikan edukasi terlebih dahulu,” ungkapnya.

Diketahui, GALP hasil test swabnya dinyatakan positif Covid-19. Hasil tes itu keluar setelah si anak dimakamkan. 



DENPASAR – RSUP Sanglah menegaskan bocah 12 tahun berinisial GALP, asal Batubulan, Kecamatan Sukawati, Gianyar yang meninggal dengan diagnosis akhir positif Coronavirus Disease (Covid-19) sudah menjalani swab test.

Penegasan itu sekaligus menjawab klarifikasi kerabat almarhum yang ramai di media sosial yang menyebutkan keluarga tidak mengizinkan tim medis melakukan swab test.

Keluarga juga memastikan almarhum meninggal bukan karena Covid-19 melainkan demam berdarah. Simpang siur informasi ini bahkan ramai diperbincangkan netizen selama seharian ini.

“Sudah di test Swab,” ujar Kabag Humas RSUP Sanglah, dr Arya Ws Duarsa, kepada Radarbali.id, Selasa (2/6).

Lantas, bagaimana dengan kabar yang beredar jika orang tua anak tersebut membantah jika anaknya telah di test swab?

Atas hal tersebut, dr Arya menyebut tak perlu ada persetujuan orang tua bila mengacu pada protap penanganan Covid 19 ini.

“Jika ini sudah ditetapkan sebagai wabah, maka semua harus tunduk pada undang undang. Jadi sebenarnya tidak perlu persetujuan karena untuk kepentingan penanggulangan wabah,” tegasnya.

Dokter Arya justru mengaku heran juga bila orang tua anak tersebut mengaku tak ada persetujuan. Menurutnya, pihak orang tua pun sudah diberita tahu.

“Tapi orang tua (anak tersebut) sudah diedukasi dan sudah setuju. Kami tetap berikan edukasi terlebih dahulu,” ungkapnya.

Diketahui, GALP hasil test swabnya dinyatakan positif Covid-19. Hasil tes itu keluar setelah si anak dimakamkan. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/