alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, August 18, 2022

IGD Ditutup Karena Tim Medis Positif, ORI: Perlu Diatur Bukan Ditutup!

DENPASAR – Ombudsman RI (ORI) Perwakilan Provinsi Bali angkat bicara terkait adanya beberapa instalasi gawat darurat (IGD) di Bali yang memilih menutup tempatnya karena beberapa tenaga medisnya terpapar Covid-19.

Kepada wartawan, Kepala ORI Perwakilan Bali, Umar Ibnu Alkhattab menegaskan pihak rumah sakit jangan asal menutup layanan IGD saja.

“Saya menegaskan bahwa Instalasi Gawat Darurat (IGD) tidak boleh dengan alasan pandemi, karena IGD adalah kebutuhan semua orang yang membutuhkan perawatan darurat akibat penyakit apapun,” tegas Umar Ibnu Alkhattab, Kamis (2/6).

Lalu apa yang mesti dilakukan? “Bagi Ombudsman, yang dibutuhkan pihak rumah sakit adalah pengaturan IGD agar semua warga bisa mengaksesnya,” ujarnya.

Diketahui sebelumnya Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan Ruang Inap Lantai II RS Ganesha pun ditutup selama 15 hari karena kasus transmisi lokal meluas.

Baca Juga:  Tertular Sang Ibu, Anak Kuli Panggul Pasar Kidul Bangli Positif Corona

Belakangan juga beredar pengumuman dari Rumah Sakit Umum Puri Raharja yang menyebut beberapa karyawan, khususnya UGD terkonfirmasi positif Sara Cov2.

Dalam surat yang ditandatangani Direktur Pelayanan, Keperawatan dan Marketing, dr A.A Made Naradipa tersebut menyebut mulai tanggal 1 – 5 Juli pelayanan UGD di tutup.

Sedangkan pelayanan pasien yang membawa pengantar dari DPJP untuk MRS/ tindakan dan pasien dari poliklinik spesialis tetap diterima. 



DENPASAR – Ombudsman RI (ORI) Perwakilan Provinsi Bali angkat bicara terkait adanya beberapa instalasi gawat darurat (IGD) di Bali yang memilih menutup tempatnya karena beberapa tenaga medisnya terpapar Covid-19.

Kepada wartawan, Kepala ORI Perwakilan Bali, Umar Ibnu Alkhattab menegaskan pihak rumah sakit jangan asal menutup layanan IGD saja.

“Saya menegaskan bahwa Instalasi Gawat Darurat (IGD) tidak boleh dengan alasan pandemi, karena IGD adalah kebutuhan semua orang yang membutuhkan perawatan darurat akibat penyakit apapun,” tegas Umar Ibnu Alkhattab, Kamis (2/6).

Lalu apa yang mesti dilakukan? “Bagi Ombudsman, yang dibutuhkan pihak rumah sakit adalah pengaturan IGD agar semua warga bisa mengaksesnya,” ujarnya.

Diketahui sebelumnya Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan Ruang Inap Lantai II RS Ganesha pun ditutup selama 15 hari karena kasus transmisi lokal meluas.

Baca Juga:  Mahasiswa Minta Kapolda Tak Kaitkan Aksi Demo Omnibus dengan Isu SARA

Belakangan juga beredar pengumuman dari Rumah Sakit Umum Puri Raharja yang menyebut beberapa karyawan, khususnya UGD terkonfirmasi positif Sara Cov2.

Dalam surat yang ditandatangani Direktur Pelayanan, Keperawatan dan Marketing, dr A.A Made Naradipa tersebut menyebut mulai tanggal 1 – 5 Juli pelayanan UGD di tutup.

Sedangkan pelayanan pasien yang membawa pengantar dari DPJP untuk MRS/ tindakan dan pasien dari poliklinik spesialis tetap diterima. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/