alexametrics
27.6 C
Denpasar
Thursday, July 7, 2022

Duh, Mengwi Masih Tercecer Vaksinasi Rabies

RadarBali.com – Rupanya belum semua hewan yang masuk kategori HPR (Hewan Penular Rabies) yang tervaksin di Kecamatan Mengwi.

Karena itu, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung akan memfokuskan untuk melakukan vaskinasi rabies di Kecamatan Mengwi.

“Dari enam kecamatan yang ada, lima kecamatan sudah selesai sampai akhir Juli. Kecamatan Mengwi yang belum selesai, makanya akan dilakukan penyisiran mulai Agustus ini,” kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung I Gede Asrama, Selasa (1/8) kemarin.

Nah, dari catatan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badun, hingga akhir Juli 2017 petugas baru menyelesaikan sekitar 71,11 persen dari target yang ditetapkan.

Pencanangan vaksinasi rabies sebelumnya ditargetkan sekitar 82 ribu HPR, baik kucing, anjing, maupun monyet.

HPR yang divaksin dominan adalah anjing. Kendati masih ada wilayah yang tercecer, tetap menargetkan program vaknisasi rabies tahun 2017 ini dapat tuntas ahkir Agustus 2017. 

Akhir Juli 2017 target diperkirakan rampung. Namun,  selama periode Mei-Juli 2017 sudah puluhan ribu HPR tervaksin.

“Data kami hasil vaksinasi sampai akhir Juli persisnya baru 72.280 atau baru 71,11 persen,” ungkapnya.

Mengenai anggaran,  Dinas Pertanian dan Pangan mendapatkan suntikan dana sekitar Rp 1 miliar dalam pelaksanaan program vaksinasi rabies tahun 2017.

Anggaran tersebut merupakan sharing dari APBN, Pemprov Bali, dan APBD Badung. Selain untuk pembelian vaksin, anggaran tersebut juga untuk operasional petugas di lapangan.

Terdapat 16 tim yang bertugas melakukan vaksinasi di seluruh kecamatan. Setiap tim terdiri dari 5-6 orang. Ada juga tambahan petugas 2 orang dari desa/kelurahan.

Sementara disinggung mengenai monyet di Objek Wisata Sangeh, ia mengakui,  sudah bekerjasama dengan polisi hutan untuk menjaga wilayah Obyek Wisata Sangeh agar tidak ada anjing liar sampai masuk.

Selain itu juga bekerjasama dengan pengelola sewaktu-waktu melakukan eliminasi. “Tindakan pencegahan itu yang kita lakukan di sana,” pungkasnya.



RadarBali.com – Rupanya belum semua hewan yang masuk kategori HPR (Hewan Penular Rabies) yang tervaksin di Kecamatan Mengwi.

Karena itu, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung akan memfokuskan untuk melakukan vaskinasi rabies di Kecamatan Mengwi.

“Dari enam kecamatan yang ada, lima kecamatan sudah selesai sampai akhir Juli. Kecamatan Mengwi yang belum selesai, makanya akan dilakukan penyisiran mulai Agustus ini,” kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung I Gede Asrama, Selasa (1/8) kemarin.

Nah, dari catatan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badun, hingga akhir Juli 2017 petugas baru menyelesaikan sekitar 71,11 persen dari target yang ditetapkan.

Pencanangan vaksinasi rabies sebelumnya ditargetkan sekitar 82 ribu HPR, baik kucing, anjing, maupun monyet.

HPR yang divaksin dominan adalah anjing. Kendati masih ada wilayah yang tercecer, tetap menargetkan program vaknisasi rabies tahun 2017 ini dapat tuntas ahkir Agustus 2017. 

Akhir Juli 2017 target diperkirakan rampung. Namun,  selama periode Mei-Juli 2017 sudah puluhan ribu HPR tervaksin.

“Data kami hasil vaksinasi sampai akhir Juli persisnya baru 72.280 atau baru 71,11 persen,” ungkapnya.

Mengenai anggaran,  Dinas Pertanian dan Pangan mendapatkan suntikan dana sekitar Rp 1 miliar dalam pelaksanaan program vaksinasi rabies tahun 2017.

Anggaran tersebut merupakan sharing dari APBN, Pemprov Bali, dan APBD Badung. Selain untuk pembelian vaksin, anggaran tersebut juga untuk operasional petugas di lapangan.

Terdapat 16 tim yang bertugas melakukan vaksinasi di seluruh kecamatan. Setiap tim terdiri dari 5-6 orang. Ada juga tambahan petugas 2 orang dari desa/kelurahan.

Sementara disinggung mengenai monyet di Objek Wisata Sangeh, ia mengakui,  sudah bekerjasama dengan polisi hutan untuk menjaga wilayah Obyek Wisata Sangeh agar tidak ada anjing liar sampai masuk.

Selain itu juga bekerjasama dengan pengelola sewaktu-waktu melakukan eliminasi. “Tindakan pencegahan itu yang kita lakukan di sana,” pungkasnya.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/