alexametrics
25.4 C
Denpasar
Friday, May 20, 2022

Ternyata, Astriana Diberi Obat Diare, kemudian Lemas dan Meninggal

DENPASAR – Astriana Yanthy, 21, meninggal tragis di kosnya di Jalan HOS Cokroaminoto Gang Mawar II, Nomor 9, Denpasar Barat, Minggu (1/8) sekitar pukul 14.00. Sang suaminya, Harianto dan saksi adik ipar Hadi Pramono tidak bisa membawanya ke RS karena tak miliki uang untuk biaya perawatan.

Kejadian miris menimpa keluarga asal Banyuwangi Jawa Timur ini berawal ketika Astriana sebelumnya mengeluh sakit perut dan sesak napas sejak pekan lalu.

 

“Astriana Yanthy merupakan seorang ibu rumah tangga asal Dusun Sumber Wadung Desa Kalingondo Genteng, Banyuwangi, Jawa Timur,” beber Kasubag Humas Polresta Denpasar Iptu Ketut Sukadi.

Dari keterangan suami  Harianto dan saksi adik ipar Hadi Pramono, Astriana sejak Jumat 30 Juli 2021 sering mengeluh sakit perut dan sesak napas.

Baca Juga:  Wisdom dan Warga Kota Denpasar “Serbu” Pantai Sanur

 

“Mereka belum membawa korban ke rumah sakit karena tidak ada biaya. Karena itu hanya dirawat di rumah saja minum obat sakit perut Entrostop (obat diare),” ungkap Iptu Sukadi. 

- Advertisement -

Dua hari kemudian, pada Minggu 1 Agustus 2021 sekitar pukul 11.00, Astriana duduk di kursi depan kamar dan diberi minum air kelapa oleh suaminya. Namun air kelapa tersebut tidak bisa masuk ke mulut. 

 

“Tak disangka, sekitar pukul 11.45 wita, korban terlihat lemas dan hilang kesadaran,” pungkasnya.

Setelah suaminya mengecek denyut nadi, napas korban sudah tidak ada lagi. Selanjutnya korban dibaringkan di atas kasur dalam kamar. Kejadian ini dilaporkan ke Polisi. Sekitar pukul 14.38, tim identifikasi dari Polresta Denpasar datang untuk cek mayat dan olah TKP.

Baca Juga:  MERINDING! Sebelum Loss Contact, Pramugari Mia Asal Denpasar Kirim WA

 

Jenasah korban dievakuasi ke RSUP Sanglah sekitar pukul 16.00. Hasilnya tidak ada tanda tanda kekerasan dan keluarga korban diarahkan melapor ke SPKT Polresta Denpasar.

- Advertisement -

- Advertisement -

DENPASAR – Astriana Yanthy, 21, meninggal tragis di kosnya di Jalan HOS Cokroaminoto Gang Mawar II, Nomor 9, Denpasar Barat, Minggu (1/8) sekitar pukul 14.00. Sang suaminya, Harianto dan saksi adik ipar Hadi Pramono tidak bisa membawanya ke RS karena tak miliki uang untuk biaya perawatan.

Kejadian miris menimpa keluarga asal Banyuwangi Jawa Timur ini berawal ketika Astriana sebelumnya mengeluh sakit perut dan sesak napas sejak pekan lalu.

 


“Astriana Yanthy merupakan seorang ibu rumah tangga asal Dusun Sumber Wadung Desa Kalingondo Genteng, Banyuwangi, Jawa Timur,” beber Kasubag Humas Polresta Denpasar Iptu Ketut Sukadi.

Dari keterangan suami  Harianto dan saksi adik ipar Hadi Pramono, Astriana sejak Jumat 30 Juli 2021 sering mengeluh sakit perut dan sesak napas.

Baca Juga:  FIX! Puluhan Anggota NII Ikrar Sumpah Setia Kepada Pancasila dan NKRI

 

“Mereka belum membawa korban ke rumah sakit karena tidak ada biaya. Karena itu hanya dirawat di rumah saja minum obat sakit perut Entrostop (obat diare),” ungkap Iptu Sukadi. 

Dua hari kemudian, pada Minggu 1 Agustus 2021 sekitar pukul 11.00, Astriana duduk di kursi depan kamar dan diberi minum air kelapa oleh suaminya. Namun air kelapa tersebut tidak bisa masuk ke mulut. 

 

“Tak disangka, sekitar pukul 11.45 wita, korban terlihat lemas dan hilang kesadaran,” pungkasnya.

Setelah suaminya mengecek denyut nadi, napas korban sudah tidak ada lagi. Selanjutnya korban dibaringkan di atas kasur dalam kamar. Kejadian ini dilaporkan ke Polisi. Sekitar pukul 14.38, tim identifikasi dari Polresta Denpasar datang untuk cek mayat dan olah TKP.

Baca Juga:  Kawal Ketat Vaksin Covid Setiba di Bali, Brimob Polda Ungkap Fakta Ini

 

Jenasah korban dievakuasi ke RSUP Sanglah sekitar pukul 16.00. Hasilnya tidak ada tanda tanda kekerasan dan keluarga korban diarahkan melapor ke SPKT Polresta Denpasar.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/