alexametrics
27.8 C
Denpasar
Friday, July 1, 2022

Woow…Underpass Bundaran Ngurah Rai Dibikin Sepanjang 712 Meter

RadarBali.com – Underpass di bundaran Tugu Ngurah Rai, Tuban, Kuta Selatan, yang saat ini sedang proses persiapan pengerjaan bakal memiliki

panjang 712 meter. Terowongan undeprass membentang dari sisi utara (arah Kuta) ke selatan (arah Nusa Dua) membelah areal bawah Tugu Ngurah Rai.

Masa pengerjaan proyek 390 hari kerja, dari 26 September hingga Oktober 2018. “Oktober itu sudah harus berfungsi untuk menyambut konferensi IMF-World Bank,” tutur pria asal Ubud, Gianyar, itu.

Dijelaskan lebih jauh, pengerjaan proyek dibagi menjadi tiga zona. Zona I berada di bundaran, Zona II di sisi selatan bundaran, serta Zona III di sisi utara bundaran.

Yasmara mengklaim pengerjaan fisik siap dilakukan. Zona I dan II akan digarap lebih dulu. Sementara Zona III menunggu pembebasan lahan oleh Pemkab Badung.

“Terowongan dirancang dari selatan ke utara karena volume lalulintas terbesar dari arah Kuta, Denpasar menuju Nusa Dua dan sebaliknya,” jelasnya.

Untuk utilitas atau sambungan pipa dan kabel di bawah tugu, Yasmara menyebut menjadi tanggung jawab pemilik utilitas.

“Utilitas di bawah itu banyak yang punya. Ada milik PDAM, Pertamina dan PLN. Mereka yang akan memindahkan dan merelokasi dengan anggaran sendiri,” paparnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Bali di lapangan, sejumlah pekerja tengah meniapkan pagar pengaman proyek.

Persiapan pagar pengaman proyek ini menurut Yasmara sekaligus menunggu mobilisasi alat dari Surabaya.

“Alat bor dan lainnya didatangkan dari Surabaya. Untuk pekerja kami datangkan secara bertahap,” tukasnya.



RadarBali.com – Underpass di bundaran Tugu Ngurah Rai, Tuban, Kuta Selatan, yang saat ini sedang proses persiapan pengerjaan bakal memiliki

panjang 712 meter. Terowongan undeprass membentang dari sisi utara (arah Kuta) ke selatan (arah Nusa Dua) membelah areal bawah Tugu Ngurah Rai.

Masa pengerjaan proyek 390 hari kerja, dari 26 September hingga Oktober 2018. “Oktober itu sudah harus berfungsi untuk menyambut konferensi IMF-World Bank,” tutur pria asal Ubud, Gianyar, itu.

Dijelaskan lebih jauh, pengerjaan proyek dibagi menjadi tiga zona. Zona I berada di bundaran, Zona II di sisi selatan bundaran, serta Zona III di sisi utara bundaran.

Yasmara mengklaim pengerjaan fisik siap dilakukan. Zona I dan II akan digarap lebih dulu. Sementara Zona III menunggu pembebasan lahan oleh Pemkab Badung.

“Terowongan dirancang dari selatan ke utara karena volume lalulintas terbesar dari arah Kuta, Denpasar menuju Nusa Dua dan sebaliknya,” jelasnya.

Untuk utilitas atau sambungan pipa dan kabel di bawah tugu, Yasmara menyebut menjadi tanggung jawab pemilik utilitas.

“Utilitas di bawah itu banyak yang punya. Ada milik PDAM, Pertamina dan PLN. Mereka yang akan memindahkan dan merelokasi dengan anggaran sendiri,” paparnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Bali di lapangan, sejumlah pekerja tengah meniapkan pagar pengaman proyek.

Persiapan pagar pengaman proyek ini menurut Yasmara sekaligus menunggu mobilisasi alat dari Surabaya.

“Alat bor dan lainnya didatangkan dari Surabaya. Untuk pekerja kami datangkan secara bertahap,” tukasnya.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/