alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 10, 2022

Bali Dilanda Fenomena La Nina, BMKG Minta Waspadai Ini

DENPASAR – Fenomena La Nina sedang melanda kawasan Samudra Pasifik, juga menjangkau Indonesia. Curah hujan diprediksi makin meningkat. Di Bali sendiri curah hujan telah dimulai sejak bulan Oktober lalu. 

Kepala Bidang Data dan Informasi BMKG Wilayah III, Denpasar, Iman Faturahman mengatakan, Fenomen La Nina sendiri sebenarnya fenomena global.

Kemudian karena adanya penurunan suhu muka laut di lautan pasifik sehingga menyebabkan suhu lebih hangat justru di sebelah barat pasifik. Suhu muka laut di Indonesia hangat, sehingga otomatis tekanan udaranya akan rendah. 

Jika suhu udara di pasifik dingin, tekanannya akan jadi lebih tinggi. Jadi angin akan bergerak dari tekanan tinggi ke tekanan rendah. Artinya akan bergerak dari pasifik ke Indonesia.

“Angin yang berasal dari pasifik mengandung uap air dan punya massa udara basah. Dengan kondisi Indonesia memasuki musim hujan, akan ada penambahan uap air yang berasal dari pasifik menuju Indonesia. Seberapa besar pengaruhnya tergantung dari masing-masing lokasi. Kalau lokasinya cukup basah, maka curah hujan akan bertambah,” kata Faturahman, Senin (2/11/2020).

Baca Juga:  Tandang ke Redaksi Radar Bali, Sharing Ilmu Jurnalistik

Di Bali fenomena La Nina yang menyebabkan curah hujan tinggi ini diprediksi akan berlangsung hingga akhir tahun 2020. “Bali sampai dengan akhir tahun, sedang terpengaruh La Nina, cuma bervariasi kekuatannya. Saat ini La Nina indeksnya sudah menuju moderatnya (meningkat), sebelumnya di bulan Juli itu lemah dan sekaramg cukup signifikan apalagi moderat. Walaupun sekarang 1,02 indeksnya masih kecil, jadi kalau moderat itu 1-1,5. Sedangkan kalo lemah 0,5-1. Nah, sekarang ini posisinya 1,02. Kalau masiih di antara 0,5-1 masih normal,” terangnya. 

Lebih lanjut, Faturahman menjelaskan bahwa Bali menjadi salah satu provinsi yang terpengaruh oleh fenomena La Nina. “Tapi paling banyak terpengaruh itu Indonesia bagian timur karena dekat dengan pasifik. Dampaknya, dia akan siginifkan seiring dengan musim hujannya merata atau tidak. Saat ini baru bagian tengah saja, November baru masuk beberapa zona, karwna di Bali ada 15 zona musim. Bulan November ini akan masuik di akhir ke awal Desember,” bebernya. 

Baca Juga:  Apakah Covid-19 Benar-benar Ada? Ini Kata Dokter Reisa

Dengan adanya fenomena La Nina, Faturahman menjelaskan bahwa curah hujan di Bali akan bertambah 20 hingga 40 persen. Dengan adanya peningkatan curah hujan, Faturahman pun mengimbau agar nelayan selalu waspada saat melakukan aktivitas di laut. 

“Harus diwaspadai juga, laut saat ini gelombang ke selatan potensinya di atas dua meter. Tapi biasanya kalau di musim penghujan gelombang itu tidak akan setinggi di musim kemarau. Tetapi perlu mewaspadai kalau ada gangguan siklon. Itu yang menyebabkan angin kencang dan gelombang tinggi dan juga pasang surut,” tandasnya.



DENPASAR – Fenomena La Nina sedang melanda kawasan Samudra Pasifik, juga menjangkau Indonesia. Curah hujan diprediksi makin meningkat. Di Bali sendiri curah hujan telah dimulai sejak bulan Oktober lalu. 

Kepala Bidang Data dan Informasi BMKG Wilayah III, Denpasar, Iman Faturahman mengatakan, Fenomen La Nina sendiri sebenarnya fenomena global.

Kemudian karena adanya penurunan suhu muka laut di lautan pasifik sehingga menyebabkan suhu lebih hangat justru di sebelah barat pasifik. Suhu muka laut di Indonesia hangat, sehingga otomatis tekanan udaranya akan rendah. 

Jika suhu udara di pasifik dingin, tekanannya akan jadi lebih tinggi. Jadi angin akan bergerak dari tekanan tinggi ke tekanan rendah. Artinya akan bergerak dari pasifik ke Indonesia.

“Angin yang berasal dari pasifik mengandung uap air dan punya massa udara basah. Dengan kondisi Indonesia memasuki musim hujan, akan ada penambahan uap air yang berasal dari pasifik menuju Indonesia. Seberapa besar pengaruhnya tergantung dari masing-masing lokasi. Kalau lokasinya cukup basah, maka curah hujan akan bertambah,” kata Faturahman, Senin (2/11/2020).

Baca Juga:  Foto Prewedding di Bandara Ngurah Rai Dikenai Tarif Rp5 Juta

Di Bali fenomena La Nina yang menyebabkan curah hujan tinggi ini diprediksi akan berlangsung hingga akhir tahun 2020. “Bali sampai dengan akhir tahun, sedang terpengaruh La Nina, cuma bervariasi kekuatannya. Saat ini La Nina indeksnya sudah menuju moderatnya (meningkat), sebelumnya di bulan Juli itu lemah dan sekaramg cukup signifikan apalagi moderat. Walaupun sekarang 1,02 indeksnya masih kecil, jadi kalau moderat itu 1-1,5. Sedangkan kalo lemah 0,5-1. Nah, sekarang ini posisinya 1,02. Kalau masiih di antara 0,5-1 masih normal,” terangnya. 

Lebih lanjut, Faturahman menjelaskan bahwa Bali menjadi salah satu provinsi yang terpengaruh oleh fenomena La Nina. “Tapi paling banyak terpengaruh itu Indonesia bagian timur karena dekat dengan pasifik. Dampaknya, dia akan siginifkan seiring dengan musim hujannya merata atau tidak. Saat ini baru bagian tengah saja, November baru masuk beberapa zona, karwna di Bali ada 15 zona musim. Bulan November ini akan masuik di akhir ke awal Desember,” bebernya. 

Baca Juga:  Akui Masih Zona Merah, Disdik Badung Belum Terapkan Belajar Tatap Muka

Dengan adanya fenomena La Nina, Faturahman menjelaskan bahwa curah hujan di Bali akan bertambah 20 hingga 40 persen. Dengan adanya peningkatan curah hujan, Faturahman pun mengimbau agar nelayan selalu waspada saat melakukan aktivitas di laut. 

“Harus diwaspadai juga, laut saat ini gelombang ke selatan potensinya di atas dua meter. Tapi biasanya kalau di musim penghujan gelombang itu tidak akan setinggi di musim kemarau. Tetapi perlu mewaspadai kalau ada gangguan siklon. Itu yang menyebabkan angin kencang dan gelombang tinggi dan juga pasang surut,” tandasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/