alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, May 17, 2022

Bangunan Megah di Mengwi Nempel Tembok Tetangga, Penyanding Protes

MENGWI – Sebuah proyek megah di Jalan Pura Kayu Putih, Desa Tumbak Bayuh, Mengwi, Badung, disidak Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Badung.

Bangunan tersebut mendapat sorotan lantaran dikeluhkan penyanding. “Yang menjadi masalah adalah pagar pembatas

karena menempel pada tembok tetangga (penyanding),” ujar Kasi Pengaduan DPMPTSP Badung, I Nyoman Wiranata, kemarin.

Kehadiran tim DPMPTSP Badung didampingi perangkat desa setempat, Babinsa dan Satpol PP.

Ditegaskan Wiranata, secara aturan pagar pembatas menempel pada tembok penyanding tidak diperbolehkan. Hal tersebut dikhawatirkan menyebabkan tembok tidak kuat dan roboh.

Terkait Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Wiranata menyebut bangunan mewah tersebut mengantongi IMB sebagai rumah.

Baca Juga:  SHOCK! Temukan 4 Vila Gay di Badung, Pol PP Minta PHRI Bina Owner Vila

Namun, dilihat dari fisiknya, bangunan tersebut lebih mengarah pada bangunan vila. Di dalam bangunan disebut ada bar dan kolam renang.

Kendati demikian, menurut Wiranata bagimanapun bentuknya bangunan tidak masalah selama memang difungsikan sebagai rumah.

“Tapi kalau nanti beroperasi layaknya villa atau pondok wisata baru kami stop. Sebab, wilayah ini merupakan kawasan permukiman, tidak mungkin bisa mendapatkan izin operasional,” tandasnya.

Pihaknya akan bekerjasama dengan Satpol PP Kabupaten Badung untuk melakukan pengawasan. Pihaknya juga akan melakukan pemanggilan terhadap pemilik bangunan untuk ditindaklanjuti.

Terutama adanya besi baja dengan tinggi 2 meter lebih menempel ke tembok penyanding. Hal itu dinilai sangat membahayakan.

“Kalau sama-sama membuat pagar pembatas dan tidak menempel sama-sama berdiri sendiri tidak masalah. Kami akan panggil,” bebernya.

Baca Juga:  Amankan Rekomendasi Bawaslu, Pol PP Turunkan 342 Baliho Paslon

Sementara itu, Kepala Desa Tumbak Bayuh, I Nyoman Sarjana kepada wartawan  mengaku belum tahu persis perkara tersebut.

Pihaknya baru mengetahui setelah kondisi sudah meluas dan ramai. Sebagai kepala desa, pihaknya akan berupaya melakukan mediasi.

“Saran saya diselesaikan secara kekeluargaan, apalagi kedua belah pihak ada hubungan teman,” tuturnya. Sayangnya, pemilik bangunan megah tersebut sedang tidak berada di lokasi. 

MENGWI – Sebuah proyek megah di Jalan Pura Kayu Putih, Desa Tumbak Bayuh, Mengwi, Badung, disidak Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Badung.

Bangunan tersebut mendapat sorotan lantaran dikeluhkan penyanding. “Yang menjadi masalah adalah pagar pembatas

karena menempel pada tembok tetangga (penyanding),” ujar Kasi Pengaduan DPMPTSP Badung, I Nyoman Wiranata, kemarin.

Kehadiran tim DPMPTSP Badung didampingi perangkat desa setempat, Babinsa dan Satpol PP.

Ditegaskan Wiranata, secara aturan pagar pembatas menempel pada tembok penyanding tidak diperbolehkan. Hal tersebut dikhawatirkan menyebabkan tembok tidak kuat dan roboh.

Terkait Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Wiranata menyebut bangunan mewah tersebut mengantongi IMB sebagai rumah.

Baca Juga:  Peluang Honorer, Badung Buka Lowongan 1.770 Guru SD–SMP Berstatus P3K

Namun, dilihat dari fisiknya, bangunan tersebut lebih mengarah pada bangunan vila. Di dalam bangunan disebut ada bar dan kolam renang.

Kendati demikian, menurut Wiranata bagimanapun bentuknya bangunan tidak masalah selama memang difungsikan sebagai rumah.

“Tapi kalau nanti beroperasi layaknya villa atau pondok wisata baru kami stop. Sebab, wilayah ini merupakan kawasan permukiman, tidak mungkin bisa mendapatkan izin operasional,” tandasnya.

Pihaknya akan bekerjasama dengan Satpol PP Kabupaten Badung untuk melakukan pengawasan. Pihaknya juga akan melakukan pemanggilan terhadap pemilik bangunan untuk ditindaklanjuti.

Terutama adanya besi baja dengan tinggi 2 meter lebih menempel ke tembok penyanding. Hal itu dinilai sangat membahayakan.

“Kalau sama-sama membuat pagar pembatas dan tidak menempel sama-sama berdiri sendiri tidak masalah. Kami akan panggil,” bebernya.

Baca Juga:  Wajib Swab ke Bali Mulai Berlaku, Ini Kondisi Bandara Ngurah Rai

Sementara itu, Kepala Desa Tumbak Bayuh, I Nyoman Sarjana kepada wartawan  mengaku belum tahu persis perkara tersebut.

Pihaknya baru mengetahui setelah kondisi sudah meluas dan ramai. Sebagai kepala desa, pihaknya akan berupaya melakukan mediasi.

“Saran saya diselesaikan secara kekeluargaan, apalagi kedua belah pihak ada hubungan teman,” tuturnya. Sayangnya, pemilik bangunan megah tersebut sedang tidak berada di lokasi. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/