alexametrics
30.4 C
Denpasar
Saturday, May 21, 2022

Dukung Larangan Mudik, Koster Sebut PPKM Picu Covid-19 di Bali Turun

DENPASAR – Gubernur Bali  yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Bali Wayan Koster  mengaku mendukung pelarangan tradisi mudik jelang

Lebaran yang diharapkan mampu mengurangi resiko peningkatan penularan akibat perpindahan warga dari daerah lain.

Ia juga mengajak semua pihak untuk mengedepankan kesabaran dalam menghadapi pandemi yang masih belum jelas kapan akan berakhir. 

Koster

Selain itu, Koster mengklaim bahwa secara umum pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro dengan berbasis desa adat berdampak menurunkan angka kasus Covid-19.

Hal ini terlihat dari terus menurunnya angka kasus positif di Bali. “Penambahan kasus harian terus menurun sejak diberlakukannya PPKM skala mikro di Bali.

Begitupun tingkat kesembuhan yang kini ada di angka 93,10 persen, mortalitas di angka 2,86 persen dan kasus aktif di angka 4,05 persen,” sebut Gubernur dalam Rapat Koordinasi

Baca Juga:  Bali Mendadak Dingin di Musim Kemarau, Ternyata Ini Penyebabnya…
- Advertisement -

Penanganan Covid-19 di Wilayah Bali serangkaian Kunjungan Kerja Ketua Satgas Penanganan Covid-19 RI, bertempat di Ruang Rapat Gedung Gajah, Jayasabha, Denpasar.

Gubernur Koster juga memaparkan  sanksi yang diberikan sebagai efek jera berdampak untuk menertibkan masyarakat supaya tertib protokol kesehatan.

Dikatakan bahwa masyarakat kini semakin disiplin melaksanakan protokol kesehatan (prokes) serta menerapkan 6M. 

Ditambah lagi dengan pengawasan lapangan yang senantiasa dilaksanakan aparat Satpol PP, TNi dan Polri. 

“Ditambah adanya sanksi tegas kepada WNA yang melanggar prokes lewat sanksi Rp 1 juta hingga deportasi,” ujar Koster lagi.

Pria kelahiran Desa Sembiran, Kabupaten Buleleng ini juga menjelaskan bahwa pelaksanaan percepatan vaksinasi juga terus dilaksanakan secara masif di Bali dengan target sebanyak 70 persen penduduk Bali atau setara jumlah 3 juta orang.

Baca Juga:  Curhat Calon Pekerja Kapal Pesiar di Bali yang Kena Tipu PT DIM

Program ini dalam data sudah memvaksinasi sebanyak lebih dari 580 ribu orang, dengan 380 ribu diantaranya mendapatkan vaksinasi pertama.

Vaksinasi tersebut dilaksanakan  dengan sasaran prioritas dan khusus yakni zona hijau Ubud, Nusa Dua dan Sanur.

Vaksinasi juga dilaksanakan secara linear di fasilitas-fasilitas kesehatan, dibantu vaksinator TNI/Polri.

 “Target kami pelaksanaan vaksinasi di kawasan hijau selesai ini sampai Juni 2021 dan kawasan lain menunggu kedatangan vaksin dari pusat,” katanya. 

- Advertisement -

DENPASAR – Gubernur Bali  yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Bali Wayan Koster  mengaku mendukung pelarangan tradisi mudik jelang

Lebaran yang diharapkan mampu mengurangi resiko peningkatan penularan akibat perpindahan warga dari daerah lain.

Ia juga mengajak semua pihak untuk mengedepankan kesabaran dalam menghadapi pandemi yang masih belum jelas kapan akan berakhir. 

Koster

Selain itu, Koster mengklaim bahwa secara umum pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro dengan berbasis desa adat berdampak menurunkan angka kasus Covid-19.

Hal ini terlihat dari terus menurunnya angka kasus positif di Bali. “Penambahan kasus harian terus menurun sejak diberlakukannya PPKM skala mikro di Bali.

Begitupun tingkat kesembuhan yang kini ada di angka 93,10 persen, mortalitas di angka 2,86 persen dan kasus aktif di angka 4,05 persen,” sebut Gubernur dalam Rapat Koordinasi

Baca Juga:  Bali Mendadak Dingin di Musim Kemarau, Ternyata Ini Penyebabnya…

Penanganan Covid-19 di Wilayah Bali serangkaian Kunjungan Kerja Ketua Satgas Penanganan Covid-19 RI, bertempat di Ruang Rapat Gedung Gajah, Jayasabha, Denpasar.

Gubernur Koster juga memaparkan  sanksi yang diberikan sebagai efek jera berdampak untuk menertibkan masyarakat supaya tertib protokol kesehatan.

Dikatakan bahwa masyarakat kini semakin disiplin melaksanakan protokol kesehatan (prokes) serta menerapkan 6M. 

Ditambah lagi dengan pengawasan lapangan yang senantiasa dilaksanakan aparat Satpol PP, TNi dan Polri. 

“Ditambah adanya sanksi tegas kepada WNA yang melanggar prokes lewat sanksi Rp 1 juta hingga deportasi,” ujar Koster lagi.

Pria kelahiran Desa Sembiran, Kabupaten Buleleng ini juga menjelaskan bahwa pelaksanaan percepatan vaksinasi juga terus dilaksanakan secara masif di Bali dengan target sebanyak 70 persen penduduk Bali atau setara jumlah 3 juta orang.

Baca Juga:  Ini Daerah - daerah di Bali yang Belum Akan Turun Hujan Versi BMKG…

Program ini dalam data sudah memvaksinasi sebanyak lebih dari 580 ribu orang, dengan 380 ribu diantaranya mendapatkan vaksinasi pertama.

Vaksinasi tersebut dilaksanakan  dengan sasaran prioritas dan khusus yakni zona hijau Ubud, Nusa Dua dan Sanur.

Vaksinasi juga dilaksanakan secara linear di fasilitas-fasilitas kesehatan, dibantu vaksinator TNI/Polri.

 “Target kami pelaksanaan vaksinasi di kawasan hijau selesai ini sampai Juni 2021 dan kawasan lain menunggu kedatangan vaksin dari pusat,” katanya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/