alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 10, 2022

PHDI Bali Imbau Hare Krishna dan ISKCON Hanya Berkegiatan di Ashram

DENPASAR – Ketua Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali, I Gusti Ngurah Sudiana angkat bicara terkait aksi dari Forum Komunikasi Taksu Bali Dwipa 

yang menggelar aksi menolak Hare Krishna, Senin (3/8). Menurut dia, aksi itu sah-sah saja dilakukan. 

Dijelaskanya, terkait aspirasi dari forum tersebut, pihaknya sudah melakukan pembahasan di internal PHDI Bali

“Kami sudah lakukan pembahasan internal pengurus harian tim walaka hingga rapat gabungan PHDI se-Bali memunculkan tim advokasi atas polemik ISCKON dan HK,” terang Ngurah Sudiana, Senin (3/8).

Kata dia, pihaknya sudah memanggil pihak dari Hare Khrishna dan Internasional Society For Krishna Consciousness (ISKCON). 

Selain itu pihaknya juga sudah memanggil pihak dari kubu yang menolak. Semua aspirasi itu katanya sudah diserahkan dan diterima oleh PHDI Pusat. 

Baca Juga:  Puluhan Warga Berpakaian Madya Segel Kantor PHDI

Namun, dari PHDI Pusat belum memberikan jawaban resmi. “Dikarenakan masih menunggu tahapan koordinasi Sabha Walaka dan Sabha Pandita 

yang letaknya berjauhan. Letaknya berjauhan, ada yang di Lampung, Jawa dan tempat-tempat lain,” ujar Ngurah Sudiana.

Karena belum ada jawaban resmi dari PHDI Pusat, PHDI Bali pun memberikan pernyataan terkait polemik ini.

Dimana pernyataan tersebut menyatakan agar ISCKON tidak berada dibawah pengayoman PHDI. 

Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Hare Krishna supaya tidak melakukan aktivitas kepercayaannya di pura-pura seluruh Bali. 

“Supaya mereka (Hare Krishna) melakukan aktivitasnya di asramnya saja,” sambungnya. Dari hasil koordinasi tersebut, lanjut, Sudiana, bahwa pihak ISKCON menyatakan tidak akan membuat kegiatan di luar asramnya. 

Baca Juga:  Desa Minta Aktivitas Ashram di Alasangker Ditutup


DENPASAR – Ketua Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali, I Gusti Ngurah Sudiana angkat bicara terkait aksi dari Forum Komunikasi Taksu Bali Dwipa 

yang menggelar aksi menolak Hare Krishna, Senin (3/8). Menurut dia, aksi itu sah-sah saja dilakukan. 

Dijelaskanya, terkait aspirasi dari forum tersebut, pihaknya sudah melakukan pembahasan di internal PHDI Bali

“Kami sudah lakukan pembahasan internal pengurus harian tim walaka hingga rapat gabungan PHDI se-Bali memunculkan tim advokasi atas polemik ISCKON dan HK,” terang Ngurah Sudiana, Senin (3/8).

Kata dia, pihaknya sudah memanggil pihak dari Hare Khrishna dan Internasional Society For Krishna Consciousness (ISKCON). 

Selain itu pihaknya juga sudah memanggil pihak dari kubu yang menolak. Semua aspirasi itu katanya sudah diserahkan dan diterima oleh PHDI Pusat. 

Baca Juga:  Belasan WNA Positif Covid-19 di Bali

Namun, dari PHDI Pusat belum memberikan jawaban resmi. “Dikarenakan masih menunggu tahapan koordinasi Sabha Walaka dan Sabha Pandita 

yang letaknya berjauhan. Letaknya berjauhan, ada yang di Lampung, Jawa dan tempat-tempat lain,” ujar Ngurah Sudiana.

Karena belum ada jawaban resmi dari PHDI Pusat, PHDI Bali pun memberikan pernyataan terkait polemik ini.

Dimana pernyataan tersebut menyatakan agar ISCKON tidak berada dibawah pengayoman PHDI. 

Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Hare Krishna supaya tidak melakukan aktivitas kepercayaannya di pura-pura seluruh Bali. 

“Supaya mereka (Hare Krishna) melakukan aktivitasnya di asramnya saja,” sambungnya. Dari hasil koordinasi tersebut, lanjut, Sudiana, bahwa pihak ISKCON menyatakan tidak akan membuat kegiatan di luar asramnya. 

Baca Juga:  Melanggar Prokes, Dua Kafe di Denpasar Ditutup dan Pengunjung Bubar

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/