alexametrics
29.8 C
Denpasar
Sunday, May 22, 2022

Pendapatan Makin Anjlok, Pemkab Badung Kurangi Kecepatan Wifi Gratis

MANGUPURA – Wifi gratis bagi masyarakat Badung akan dikurangi kecepatannya. Ini seiring dengan semakin anjloknya dana yang dimiliki Pemkab Badung lantaran pandemi Covid-19.

 

Pemkab Badung memang memasang wifi gratis di masing-masing bale banjar, fasilitas kesehatan, sekolah, objek wisata dan di masing-masing banjar yang ada di Badung.

 

Namun pada anggaran Perubahan APBD 2021, kecepatan wifi yang di pasang di masing-masing banjar dipangkas dari kecepatan 20 Mbps menjadi 10 Mbps. Namun untuk ditempat lainnya di sekolah, fasilitas kesehatan, objek wisata masih tetap seperti dulu.

 

Kepala  Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Badung, IGN Jaya Saputra  mengakui bahwa layanan wifi gratis masih diberikan kepada masyarakat dan juga di fasilitas umum.

- Advertisement -

 

Namun untuk wifi yang berada di masing-masing banjar kecepatannya dipangkas menjadi 10 Mbps. Hal ini dilakukan karena terkena rasionalisasi anggaran.

 

Baca Juga:  PPDB Ruwet, Bupati Giri Prasta Surati Gubernur, Ini Isinya…

“Karena kapasitas bandwidth terkena rasionalisasi anggaran, kami melakukan pemangkasan untuk kecepatan wifi yang berada di masing-masing banjar. Pemangkasan kecepatan ini sudah dilakukan dari bulan Juli lalu,” beber Jaya Saputra dikonfirmasi, Kamis (2/9).

 

Namun masyarakat memahami hal ini. Sekarang masyarakat membeli secara swadaya. Karena mereka menganggap internet itu penting. Sementara untuk biaya mereka bagi rata dengan sejumlah masyarakat.

 

“Misalnya beli bandwidth  sejuta, mereka dibagi bersama. Paling bayarnya Rp 50 ribu sebulan, jadi sangat murah. Kalau beli paket kan jauh mahal. Jadi begitu kebanyakan sekarang, hanya beberapa banjar yang belum seperti di Petang karena provider belum masuk dan masih mengandalkan bandwidth pemerintah. Kalau di Mengwi, Abiansemal mereka memanfaatkan bandwidth pemerintah dan bandwidth sendiri. Jadi besar kapasitasnya, ” bebernya.

 

Lebih lanjut, untuk wifi di fasilitas kesehatan seperti di Puskesmas, rumah sakit dan sekolah kecepatan tidak ada pemangkasan.  

Baca Juga:  Hasil Menipu Calon Pegawai PDAM, Made Arjana Raup Rp110 Juta

 

“Kita fokus untuk bandwidth di fasilitas kesehatan dan sekolah. Jadi tidak dikurangi bandwithnya, ” terangnya.

 

Selain itu pembatasan layanan wifi  selama PPKM juga  dibatasi sampai pukul 20.00. Untuk pembatasan layanan wifi, sudah sesuai arahan dan hasil rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Provinsi Bali. Pembatasan layanan tersebut untuk mengurangi kerumunan.

 

“Jadi untuk wifi yang di batasi yakni di kantor camat, desa , balai Banjar dan yang lainnya. Untuk di layanan kesehatan seperti Puskesmas dan Rumah Sakit tetap kita hidupkan, ” jelasnya.

 

 

Untuk diketahui di kabupaten Badung terdapat  kurang lebih 987 titik di enam kecamatan sudah terpasang jaringan wifi. Semua itu meliputi Kecamatan Petang 103 titik, Kecamatan Abiansemal 230 titik, Kecamatan Mengwi 325 titik, Kecamatan Kuta Utara 128 titik, Kecamatan Kuta 66 titik, dan Kecamatan Kuta Selatan sebanyak 135 titik wifi.

 

- Advertisement -

MANGUPURA – Wifi gratis bagi masyarakat Badung akan dikurangi kecepatannya. Ini seiring dengan semakin anjloknya dana yang dimiliki Pemkab Badung lantaran pandemi Covid-19.

 

Pemkab Badung memang memasang wifi gratis di masing-masing bale banjar, fasilitas kesehatan, sekolah, objek wisata dan di masing-masing banjar yang ada di Badung.

 

Namun pada anggaran Perubahan APBD 2021, kecepatan wifi yang di pasang di masing-masing banjar dipangkas dari kecepatan 20 Mbps menjadi 10 Mbps. Namun untuk ditempat lainnya di sekolah, fasilitas kesehatan, objek wisata masih tetap seperti dulu.

 

Kepala  Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Badung, IGN Jaya Saputra  mengakui bahwa layanan wifi gratis masih diberikan kepada masyarakat dan juga di fasilitas umum.

 

Namun untuk wifi yang berada di masing-masing banjar kecepatannya dipangkas menjadi 10 Mbps. Hal ini dilakukan karena terkena rasionalisasi anggaran.

 

Baca Juga:  Dari 11 Ribu Kasus Positif Covid-19 di Bali, 10 Ribu Sudah Sembuh

“Karena kapasitas bandwidth terkena rasionalisasi anggaran, kami melakukan pemangkasan untuk kecepatan wifi yang berada di masing-masing banjar. Pemangkasan kecepatan ini sudah dilakukan dari bulan Juli lalu,” beber Jaya Saputra dikonfirmasi, Kamis (2/9).

 

Namun masyarakat memahami hal ini. Sekarang masyarakat membeli secara swadaya. Karena mereka menganggap internet itu penting. Sementara untuk biaya mereka bagi rata dengan sejumlah masyarakat.

 

“Misalnya beli bandwidth  sejuta, mereka dibagi bersama. Paling bayarnya Rp 50 ribu sebulan, jadi sangat murah. Kalau beli paket kan jauh mahal. Jadi begitu kebanyakan sekarang, hanya beberapa banjar yang belum seperti di Petang karena provider belum masuk dan masih mengandalkan bandwidth pemerintah. Kalau di Mengwi, Abiansemal mereka memanfaatkan bandwidth pemerintah dan bandwidth sendiri. Jadi besar kapasitasnya, ” bebernya.

 

Lebih lanjut, untuk wifi di fasilitas kesehatan seperti di Puskesmas, rumah sakit dan sekolah kecepatan tidak ada pemangkasan.  

Baca Juga:  Sekda Badung Hadiri Peresmian Gedung Polres Kawasan Bandara Ngurah Rai

 

“Kita fokus untuk bandwidth di fasilitas kesehatan dan sekolah. Jadi tidak dikurangi bandwithnya, ” terangnya.

 

Selain itu pembatasan layanan wifi  selama PPKM juga  dibatasi sampai pukul 20.00. Untuk pembatasan layanan wifi, sudah sesuai arahan dan hasil rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Provinsi Bali. Pembatasan layanan tersebut untuk mengurangi kerumunan.

 

“Jadi untuk wifi yang di batasi yakni di kantor camat, desa , balai Banjar dan yang lainnya. Untuk di layanan kesehatan seperti Puskesmas dan Rumah Sakit tetap kita hidupkan, ” jelasnya.

 

 

Untuk diketahui di kabupaten Badung terdapat  kurang lebih 987 titik di enam kecamatan sudah terpasang jaringan wifi. Semua itu meliputi Kecamatan Petang 103 titik, Kecamatan Abiansemal 230 titik, Kecamatan Mengwi 325 titik, Kecamatan Kuta Utara 128 titik, Kecamatan Kuta 66 titik, dan Kecamatan Kuta Selatan sebanyak 135 titik wifi.

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/