alexametrics
28.7 C
Denpasar
Sunday, August 14, 2022

Terganggu Abu Vulkanik, 69 Penerbangan Kembali Dicancel

RadarBali.com – Sejumlah penerbangan kembali mengalami penundaan penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Sabtu (2/12) kemarin karena dampak erupsi Gunung Agung.

Ya, setelah sehari sebelumnya, lalu-lintas Bandara Ngurah Rai dipadati 239 unit pesawat yang mengangkut 29.322 penumpang, kemarin tercatat 69 penerbangan mengalami penundaan penerbangan.

Terdiri atas 36 keberangkatan (18 domestik dan 18 internasional) dan 33 kedatangan (16 domestik dan 17 internasional).

Catatan Jawa Pos Radar Bali, 18 keberangkatan domestik yang ditunda dalam rentang pukul 07.15- 23.50 terdiri atas 1 penerbangan Denpasar-Yogyakarta, 13 Denpasar-Jakarta, 2 Denpasar-Surabaya, 1 Denpasar-Bandung, dan 1 Denpasar-Praya, Lombok.

Sementara itu, 18 keberangkatan internasional yang ditunda terdiri atas 4 penerbangan Denpasar-Singapura, 1 Denpasar-Bangkok, 4 Denpasar-Pert (Australia),

1 Denpasar-Kuala Lumpur (Malaysia), 1 Denpasar-Tokyo, Jepang, 1 Denpasar-Port Hedland, Australia, 3 Denpasar-Sidney, Australia, 2 Denpasar-Melbourne, Australia, dan 1 Denpasar-Adelaide, Australia.

Baca Juga:  PLN Sediakan Listrik Andal untuk Sukseskan GPDRR yang Dibuka Presiden

33 pesawat yang gagal mendarat di Bandara Internasional Ngurah Rai terdiri atas 16 kedatangan domestik mencakup 1 penerbangan Yogyakarta-Denpasar,

9 penerbangan Jakarta-Denpasar, 3 penerbangan Surabaya-Denpasar, 1 penerbangan Makassar-Denpasar, 1 penerbangan Bandung-Denpasar, dan 1 penerbangan Lombok-Denpasar.

Sementara itu, 17 pesawat dari negeri tetangga yang ditunda mendarat di Pulau Dewata terdiri atas 4 penerbangan dari Singapura-Denpasar, 1 penerbangan Bangkok-Denpasar,

3 penerbangan Pert, Australia-Denpasar, 1 penerbangan Kuala Lumpur-Denpasar, 1 penerbangan Brisbane, Australia-Denpasar, 2 penerbangan Melbourne, Australia-Denpasar,

1 penerbangan Port Hedland, Australia-Denpasar, 2 penerbangan Sidney, Australia-Denpasar, 1 penerbangan Adelaide, Australia-Denpasar, dan 1 penerbangan Guangzhou, Tiongkok-Denpasar

Legal Section Head and Public Relation Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Arie Ahsanurrohim mengatakan, penundaan penerbangan tersebut (69 maskapai red) merupakan kebijakan masing-masing maskapai penerbangan.

“Kalau alasannya maskapai yang tahu, Mas. Karena kebijakannya sendiri,” ungkapnya. Apakah jumlah penerbangan yang ditunda akan bertambah? Arie menjawab hingga pukul 19.00 kemarin baru 69 penundaan penerbangan yang mengajukan.

Baca Juga:  E-Tilang Berlaku 2018, Dishub Gencar Pasang CCTV di 50 Titik Jalan

 “Sejauh ini masih itu yang mengajukan. Semoga semakin berkurang dan Ngurah Rai normal kembali,” ungkapnya.

Dalam situasi normal di bulan Oktober 2017 lalu dalam sehari rata-rata 402 unit pesawat berlalu-lintas di Bandara Internasional Ngurah Rai.

Diketahui sehari sebelumnya, Jumat (1/12), tercatat jumlah pesawat yang lalu-lintas di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai berjumlah 239 unit yang mengangkut 29.322 penumpang.

Terdiri atas 56 keberangkatan domestik dengan jumlah penumpang 5.424 orang dan 70 keberangkatan internasional dengan jumlah penumpang 14.436 orang.

Sementara itu, kedatangan domestik berjumlah 56 pesawat dengan 5.256 penumpang dan 57 pendaratan internasional dengan 4.206 penumpang.



RadarBali.com – Sejumlah penerbangan kembali mengalami penundaan penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Sabtu (2/12) kemarin karena dampak erupsi Gunung Agung.

Ya, setelah sehari sebelumnya, lalu-lintas Bandara Ngurah Rai dipadati 239 unit pesawat yang mengangkut 29.322 penumpang, kemarin tercatat 69 penerbangan mengalami penundaan penerbangan.

Terdiri atas 36 keberangkatan (18 domestik dan 18 internasional) dan 33 kedatangan (16 domestik dan 17 internasional).

Catatan Jawa Pos Radar Bali, 18 keberangkatan domestik yang ditunda dalam rentang pukul 07.15- 23.50 terdiri atas 1 penerbangan Denpasar-Yogyakarta, 13 Denpasar-Jakarta, 2 Denpasar-Surabaya, 1 Denpasar-Bandung, dan 1 Denpasar-Praya, Lombok.

Sementara itu, 18 keberangkatan internasional yang ditunda terdiri atas 4 penerbangan Denpasar-Singapura, 1 Denpasar-Bangkok, 4 Denpasar-Pert (Australia),

1 Denpasar-Kuala Lumpur (Malaysia), 1 Denpasar-Tokyo, Jepang, 1 Denpasar-Port Hedland, Australia, 3 Denpasar-Sidney, Australia, 2 Denpasar-Melbourne, Australia, dan 1 Denpasar-Adelaide, Australia.

Baca Juga:  Dua Hari Hujan, Badung Dilanda Bencana Pohon Tumbang

33 pesawat yang gagal mendarat di Bandara Internasional Ngurah Rai terdiri atas 16 kedatangan domestik mencakup 1 penerbangan Yogyakarta-Denpasar,

9 penerbangan Jakarta-Denpasar, 3 penerbangan Surabaya-Denpasar, 1 penerbangan Makassar-Denpasar, 1 penerbangan Bandung-Denpasar, dan 1 penerbangan Lombok-Denpasar.

Sementara itu, 17 pesawat dari negeri tetangga yang ditunda mendarat di Pulau Dewata terdiri atas 4 penerbangan dari Singapura-Denpasar, 1 penerbangan Bangkok-Denpasar,

3 penerbangan Pert, Australia-Denpasar, 1 penerbangan Kuala Lumpur-Denpasar, 1 penerbangan Brisbane, Australia-Denpasar, 2 penerbangan Melbourne, Australia-Denpasar,

1 penerbangan Port Hedland, Australia-Denpasar, 2 penerbangan Sidney, Australia-Denpasar, 1 penerbangan Adelaide, Australia-Denpasar, dan 1 penerbangan Guangzhou, Tiongkok-Denpasar

Legal Section Head and Public Relation Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Arie Ahsanurrohim mengatakan, penundaan penerbangan tersebut (69 maskapai red) merupakan kebijakan masing-masing maskapai penerbangan.

“Kalau alasannya maskapai yang tahu, Mas. Karena kebijakannya sendiri,” ungkapnya. Apakah jumlah penerbangan yang ditunda akan bertambah? Arie menjawab hingga pukul 19.00 kemarin baru 69 penundaan penerbangan yang mengajukan.

Baca Juga:  Erupsi Gunung Agung Masuk Potensi Kerawanan Pemilu di Karangasem

 “Sejauh ini masih itu yang mengajukan. Semoga semakin berkurang dan Ngurah Rai normal kembali,” ungkapnya.

Dalam situasi normal di bulan Oktober 2017 lalu dalam sehari rata-rata 402 unit pesawat berlalu-lintas di Bandara Internasional Ngurah Rai.

Diketahui sehari sebelumnya, Jumat (1/12), tercatat jumlah pesawat yang lalu-lintas di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai berjumlah 239 unit yang mengangkut 29.322 penumpang.

Terdiri atas 56 keberangkatan domestik dengan jumlah penumpang 5.424 orang dan 70 keberangkatan internasional dengan jumlah penumpang 14.436 orang.

Sementara itu, kedatangan domestik berjumlah 56 pesawat dengan 5.256 penumpang dan 57 pendaratan internasional dengan 4.206 penumpang.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/