alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Aduh! Ngebet Jadi Smart City, Nilai SPBE Badung Paling Rendah se-Bali

MANGUPURA – Pemerintah Kabupaten Badung yang mewacanakan mewujudkan smart city berbasis teknologi malah mendapat nilai evaluasi paling terendah dalam menerapkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) atau e-government tahun 2021. Nilai terendah yang diterima Badung ini dibandingkan dengan seluruh kabupaten/kota se-Bali.

 

Diketahui, Kementerian Pemberdayaan  Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB menerapkan SPBE atau e-government di pemerintah kabupaten/ kota. Begitu juga di pemerintahaan di Bali juga diterapkan SPBE. Namun tiap tahunnya Kemenpan RB juga melakukan evaluasi terkait SPBE tersebut.

 

Hasil Evaluasi SPBE) Tahun 2021 telah dirilis melalui surat keputusan nomor 1503 tahun 2021, Pemerintah Kabupaten (pemkab) Badung menerima hasil yang tidak memuaskan. Dari 9 kabupaten/kota di Provinsi Bali, Kabupaten Badung mendapat nilai paling terendah atau terakhir.

Baca Juga:  Pemkab Badung Siapkan Tambahan Hotel untuk Rumah Singgah

 

Sementara itu, Provinsi Bali mendapat nilai tertinggi predikat sangat baik dengan nilai 3,68. Nilai kabupaten Badung bahkan jauh lebih rendah dari Kabupaten Tabanan dan Kabupaten Bangli.

- Advertisement -

 

Badung yang nilai kurang mendapat nilai 1,78 dengan predikat kurang. Sementara Tabanan dan Bangli memiliki nilai masing-masing 2,07 dan 2,28 dengan predikat cukup. Untuk Kota Denpasar menerima predikat baik dengan nilai 3,19.

 

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Badung IGN Jaya Saputra membenarkan hasil evaluasi SPBE atau e-government yang diterima Badung tersebut.

“Penilaian SPBE ini dilakukan setiap tahun,” kata Jaya Saputra, Senin (3/1).

- Advertisement -

MANGUPURA – Pemerintah Kabupaten Badung yang mewacanakan mewujudkan smart city berbasis teknologi malah mendapat nilai evaluasi paling terendah dalam menerapkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) atau e-government tahun 2021. Nilai terendah yang diterima Badung ini dibandingkan dengan seluruh kabupaten/kota se-Bali.

 

Diketahui, Kementerian Pemberdayaan  Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB menerapkan SPBE atau e-government di pemerintah kabupaten/ kota. Begitu juga di pemerintahaan di Bali juga diterapkan SPBE. Namun tiap tahunnya Kemenpan RB juga melakukan evaluasi terkait SPBE tersebut.

 

Hasil Evaluasi SPBE) Tahun 2021 telah dirilis melalui surat keputusan nomor 1503 tahun 2021, Pemerintah Kabupaten (pemkab) Badung menerima hasil yang tidak memuaskan. Dari 9 kabupaten/kota di Provinsi Bali, Kabupaten Badung mendapat nilai paling terendah atau terakhir.

Baca Juga:  Austria Lockdown, Dubes Peterlik Puji Penanganan Covid di Bali

 

Sementara itu, Provinsi Bali mendapat nilai tertinggi predikat sangat baik dengan nilai 3,68. Nilai kabupaten Badung bahkan jauh lebih rendah dari Kabupaten Tabanan dan Kabupaten Bangli.

 

Badung yang nilai kurang mendapat nilai 1,78 dengan predikat kurang. Sementara Tabanan dan Bangli memiliki nilai masing-masing 2,07 dan 2,28 dengan predikat cukup. Untuk Kota Denpasar menerima predikat baik dengan nilai 3,19.

 

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Badung IGN Jaya Saputra membenarkan hasil evaluasi SPBE atau e-government yang diterima Badung tersebut.

“Penilaian SPBE ini dilakukan setiap tahun,” kata Jaya Saputra, Senin (3/1).


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/