alexametrics
26.8 C
Denpasar
Tuesday, June 28, 2022

ODGJ Ditelantarkan Selama 30 Tahun di Mangrove hingga Jadi Tengkorak

DENPASAR – Tengkorak dan kerangka manusia yang ditemukan warga pada Kamis (3/2/2022) sekitar pukul 17.00 WITA di sebuah gubuk di tengah hutan mangrove kawasan Pura Dalem Pengembak, Sanur, Denpasar Selatan diduga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Diduga, ODGJ bernama I Nyoman Jiwa itu ditelantarkan di mangrove hingga 30 tahun lamanya.

 

“Menurut keterangan saksi Made Ranten, korban tersebut diyakini atas nama Nyoman Jiwa yang mengalami gangguan jiwa dan  berasal dari Serangan, Denpasar Selatan,” kata Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu Ketut Oka Bawa.

Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu Ketut Oka Bawa berdasarkan keterangan sejumlah saksi menyatakan, I Nyoman Jiwa memang tinggal di gubuk hutan mangrove itu selama sudah kurang lebih 30 tahun lamanya.

 

“Menurut saksi juga, yang bersangkutan (korban) memang sudah lama hidup di hutan mangrove dekat Pura Pengembak sekitar 30 tahun lamanya,” jelasnya.

 

Untuk bisa bertahan hidup selama puluhan tahun itu, Nyoman Jiwa hanya berharap dari orang lain atau mengais dari sesajen yang dihaturkan arga yang bersembahyang di Pura Pengembak.

 

“Untuk kebutuhan makanan sering dikasih dari sesajen yang dihaturkan di Pura Pengembak,” terang Sukadi. 

 

Namun sekitar tiga bulan belakangan, kata Oka Bawa, korban tidak pernah kelihatan lagi di sekitar Pura Pengembak. Saksi mengira bahwa korban sudah diambil oleh pihak Dinas Sosial atau diambil oleh keluarganya.

 

Sukadi menambahkan, polisi masih melakukan pengembangan terkait kenapa pihak keluarga terkesan membiarkan korban tinggal di kawasan itu selama 30 tahun. 

 

“Perlu dikembangkan lagi, Pak, kenapa ada pembiaran dari pihak keluarga. Kami masih nunggu laporan dari Polsek Densel apakah keluarganya sudah tahu apa belum (korban yang diduga meninggal,” pungkas Sukadi.



DENPASAR – Tengkorak dan kerangka manusia yang ditemukan warga pada Kamis (3/2/2022) sekitar pukul 17.00 WITA di sebuah gubuk di tengah hutan mangrove kawasan Pura Dalem Pengembak, Sanur, Denpasar Selatan diduga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Diduga, ODGJ bernama I Nyoman Jiwa itu ditelantarkan di mangrove hingga 30 tahun lamanya.

 

“Menurut keterangan saksi Made Ranten, korban tersebut diyakini atas nama Nyoman Jiwa yang mengalami gangguan jiwa dan  berasal dari Serangan, Denpasar Selatan,” kata Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu Ketut Oka Bawa.

Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu Ketut Oka Bawa berdasarkan keterangan sejumlah saksi menyatakan, I Nyoman Jiwa memang tinggal di gubuk hutan mangrove itu selama sudah kurang lebih 30 tahun lamanya.

 

“Menurut saksi juga, yang bersangkutan (korban) memang sudah lama hidup di hutan mangrove dekat Pura Pengembak sekitar 30 tahun lamanya,” jelasnya.

 

Untuk bisa bertahan hidup selama puluhan tahun itu, Nyoman Jiwa hanya berharap dari orang lain atau mengais dari sesajen yang dihaturkan arga yang bersembahyang di Pura Pengembak.

 

“Untuk kebutuhan makanan sering dikasih dari sesajen yang dihaturkan di Pura Pengembak,” terang Sukadi. 

 

Namun sekitar tiga bulan belakangan, kata Oka Bawa, korban tidak pernah kelihatan lagi di sekitar Pura Pengembak. Saksi mengira bahwa korban sudah diambil oleh pihak Dinas Sosial atau diambil oleh keluarganya.

 

Sukadi menambahkan, polisi masih melakukan pengembangan terkait kenapa pihak keluarga terkesan membiarkan korban tinggal di kawasan itu selama 30 tahun. 

 

“Perlu dikembangkan lagi, Pak, kenapa ada pembiaran dari pihak keluarga. Kami masih nunggu laporan dari Polsek Densel apakah keluarganya sudah tahu apa belum (korban yang diduga meninggal,” pungkas Sukadi.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/