alexametrics
29.8 C
Denpasar
Sunday, May 22, 2022

Gandeng Milennial Bali, Canangkan Gerakan Merdeka Bebas Sampah Plastik

MANGUPURA – Desa Cemagi bersinergi dengan Milennial Bali, mencanangkan aksi Gerakan Merdeka Bebas Sampah Plastik yang dilaksanakan di Gedung Serbaguna Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi, Sabtu (3/4).

Acara juga dihadiri Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, anggota DPRD Badung Eddy Sanjaya, Camat Mengwi I Nyoman Suhartana, Perbekel Cemagi Putu Hendra Sastrawan, dari Kepolisian dan TNI, serta masyarakat setempat.

Dalam program ini, 1 kg sampah plastik masyarakat Cemagi bisa di tukar dengan 1 kg beras. Tidak ketinggalan Wabup Suiasa juga menyumbangkan 100 Kg beras sebagai bentuk motivasi untuk mensukseskan program ini.

Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa mengatakan, Pemerintah Kabupaten Badung sangat mengapresiasi langkah positif kaum Milennial Bali

yang bersinergi dengan kaum muda Cemagi beserta masyarakat untuk ikut bersama dalam memerangi sampah plastik di lingkungannya.

“Kami merasa bangga dan akan terus memberikan dukungan kepada kaum milenial dan masyarakat yang peduli dengan lingkungan.

Hal ini sesuai dengan program Pemkab Badung yaitu melakukan perang terhadap sampah plastik demi kenyamanan dan keasrian lingkungan. Dan ini tentu dapat memberikan nilai positif kepada masyarakat,” katanya.

- Advertisement -

Wabup Suiasa mengatakan, memerangi sampah plastik yang menjadi momok kehidupan tentu harus dilakukan secara bersama-sama dan terintegrasi dalam gerakan yang pasti dengan komitmen bersama.

Walau sampah plastik dapat merusak lingkungan dan kesehatan, namun dengan pengelolaan yang baik dan bijak  sampah plastik itu juga bisa memberi nilai tambah kepada masyarakat jika pengelolaannya dilakukan secara baik dan terorganisir.

Baca Juga:  Budayawan Prediksi Kuba Seperti Tiongkok

“Komitmen perang melawan sampah plastik ini harus terus digenggam dan digaungkan untuk menghilangkan sampah plastik dari kehidupan masyarakat Cemagi dan daerah lain

di Kabupaten Badung bahkan di seluruh Bali. Kami Pemerintah Kabupaten Badung sangat bangga dengan gerakan

ini dimana Desa Cemagi dijadikan pergerakan awal dan barometer oleh kaum milenial Bali dalam memerangi sampah Plastik,” tegasnya.

Menurutnya, investasi aksi dan sosial terhadap lingkungan tentu dapat memberikan nafas yang positif bagi kehidupan.

“Semoga gerakan ini dapat memberikan makna dalam kehidupan masyarakat  Desa Cemagi dan masyarakat Badung kedepan.

Kalau lingkungan kita bersih dan asri tentu udara menjadi nyaman dan kita pun menjadi sehat. Mari kita jaga lingkungan ini bersama dengan memerangi sampah plastik,” pungkasnya.

Ketua Panitia aksi “Merdeka Bebas Sampah Plastik ”  Putu Hendra Sastrawan yang juga Perbekel Desa Cemagi mengucapkan terima kasih kepada

Pemerintah Kabupaten Badung dan Kaum milennial Bali yang telah memberikan ruang dan kepercayaan kepada Desa Cemagi dan masyarakat dalam memerangi sampah plastik.

Dikatakan sampah plastik yang menjadi momok menakutkan dalam kehidupan tentu harus dilawan dengan bijak dan pengelolaan yang benar.

“Buruk dalam menyikapi tentu dapat berakibat buruk bagi lingkungan dan kesehatan di Desa Cemagi. Kami kaum milenial yang bersinergi dengan masyarakat Cemagi

mencoba memanfaatkan sampah tersebut dengan pengelolaan yang benar dan bijak agar sampah plastik tersebut punya nilai positif dan bermanfaat,” ujarnya.

Baca Juga:  Murni Soal Izin, Tepis Ada Isu SARA di Krematorium Dharma Yasa Tuka

Terkait dengan permasalahan tersebut pihaknya mencoba memberikan solusi yang positif dimana 1 kg sampah plastik masyarakat Cemagi bisa di tukar dengan 1 kg beras yang tentu menjadi nilai tambah bagi masyarakat setempat. 

Ditambahkan bahwa Desa Cemagi sudah memiliki TPST ( Tempat Pembuangan Sampah Terpadu) dan baru bisa untuk pembuangan sampah saja.

Diharapkan kedepan tidak hanya pembuangan saja,  namun sampah sudah dapat dikelola dan diolah dengan baik di TPSP Desa Cemagi.

“Penukaran sampah plastik oleh masyarakat sementara kami lakukan setiap bulan. Kedepannya kami harapkan bisa satu minggu sekali. Dengan demikian di Desa Cemagi kedepan bisa bebas dari sampah plastik,” tegasnya. 

Sementara itu, Ketua Milennial Bali Putu Jaya Wardana mengatakan, Merdeka Sampah Plastik merupakan salah satu program Kaum Milennial Bali dimana Desa Cemagi,

Mengwi, Badung menjadi barometer dan langkah awal melakukan Merdeka Sampah Plastik yang bertujuan untuk mengajak masyarakat menghilangkan sampah plastik dari lingkungan.

“Kami berharap kedepan sampah plastik tidak menjadi sesuatu yang menakutkan namun dapat memberikan nilai tambah

kepada masyarakat seperti saat ini dimana 1 kg sampah plastik dapat ditukarkan dengan 1 kg beras,” kata Jaya Wardana.

“Ini tentu dapat membantu masyarakat di masa pandemi Covid-19  ini. Program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat ini akan 

terus kami lakukan secara berkelanjutan untuk tetap memerangi sampah plastik agar lingkungan menjadi  nyaman dan asri,” pungkasnya. (rba)

 

- Advertisement -

MANGUPURA – Desa Cemagi bersinergi dengan Milennial Bali, mencanangkan aksi Gerakan Merdeka Bebas Sampah Plastik yang dilaksanakan di Gedung Serbaguna Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi, Sabtu (3/4).

Acara juga dihadiri Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, anggota DPRD Badung Eddy Sanjaya, Camat Mengwi I Nyoman Suhartana, Perbekel Cemagi Putu Hendra Sastrawan, dari Kepolisian dan TNI, serta masyarakat setempat.

Dalam program ini, 1 kg sampah plastik masyarakat Cemagi bisa di tukar dengan 1 kg beras. Tidak ketinggalan Wabup Suiasa juga menyumbangkan 100 Kg beras sebagai bentuk motivasi untuk mensukseskan program ini.

Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa mengatakan, Pemerintah Kabupaten Badung sangat mengapresiasi langkah positif kaum Milennial Bali

yang bersinergi dengan kaum muda Cemagi beserta masyarakat untuk ikut bersama dalam memerangi sampah plastik di lingkungannya.

“Kami merasa bangga dan akan terus memberikan dukungan kepada kaum milenial dan masyarakat yang peduli dengan lingkungan.

Hal ini sesuai dengan program Pemkab Badung yaitu melakukan perang terhadap sampah plastik demi kenyamanan dan keasrian lingkungan. Dan ini tentu dapat memberikan nilai positif kepada masyarakat,” katanya.

Wabup Suiasa mengatakan, memerangi sampah plastik yang menjadi momok kehidupan tentu harus dilakukan secara bersama-sama dan terintegrasi dalam gerakan yang pasti dengan komitmen bersama.

Walau sampah plastik dapat merusak lingkungan dan kesehatan, namun dengan pengelolaan yang baik dan bijak  sampah plastik itu juga bisa memberi nilai tambah kepada masyarakat jika pengelolaannya dilakukan secara baik dan terorganisir.

Baca Juga:  Pemkab Badung Dukung Upaya Pemulihan Pariwisata Secara Bertahap

“Komitmen perang melawan sampah plastik ini harus terus digenggam dan digaungkan untuk menghilangkan sampah plastik dari kehidupan masyarakat Cemagi dan daerah lain

di Kabupaten Badung bahkan di seluruh Bali. Kami Pemerintah Kabupaten Badung sangat bangga dengan gerakan

ini dimana Desa Cemagi dijadikan pergerakan awal dan barometer oleh kaum milenial Bali dalam memerangi sampah Plastik,” tegasnya.

Menurutnya, investasi aksi dan sosial terhadap lingkungan tentu dapat memberikan nafas yang positif bagi kehidupan.

“Semoga gerakan ini dapat memberikan makna dalam kehidupan masyarakat  Desa Cemagi dan masyarakat Badung kedepan.

Kalau lingkungan kita bersih dan asri tentu udara menjadi nyaman dan kita pun menjadi sehat. Mari kita jaga lingkungan ini bersama dengan memerangi sampah plastik,” pungkasnya.

Ketua Panitia aksi “Merdeka Bebas Sampah Plastik ”  Putu Hendra Sastrawan yang juga Perbekel Desa Cemagi mengucapkan terima kasih kepada

Pemerintah Kabupaten Badung dan Kaum milennial Bali yang telah memberikan ruang dan kepercayaan kepada Desa Cemagi dan masyarakat dalam memerangi sampah plastik.

Dikatakan sampah plastik yang menjadi momok menakutkan dalam kehidupan tentu harus dilawan dengan bijak dan pengelolaan yang benar.

“Buruk dalam menyikapi tentu dapat berakibat buruk bagi lingkungan dan kesehatan di Desa Cemagi. Kami kaum milenial yang bersinergi dengan masyarakat Cemagi

mencoba memanfaatkan sampah tersebut dengan pengelolaan yang benar dan bijak agar sampah plastik tersebut punya nilai positif dan bermanfaat,” ujarnya.

Baca Juga:  Maling Keranjingan Sasar Sekolah di Badung, Disdik Kaji Anggarkan CCTV

Terkait dengan permasalahan tersebut pihaknya mencoba memberikan solusi yang positif dimana 1 kg sampah plastik masyarakat Cemagi bisa di tukar dengan 1 kg beras yang tentu menjadi nilai tambah bagi masyarakat setempat. 

Ditambahkan bahwa Desa Cemagi sudah memiliki TPST ( Tempat Pembuangan Sampah Terpadu) dan baru bisa untuk pembuangan sampah saja.

Diharapkan kedepan tidak hanya pembuangan saja,  namun sampah sudah dapat dikelola dan diolah dengan baik di TPSP Desa Cemagi.

“Penukaran sampah plastik oleh masyarakat sementara kami lakukan setiap bulan. Kedepannya kami harapkan bisa satu minggu sekali. Dengan demikian di Desa Cemagi kedepan bisa bebas dari sampah plastik,” tegasnya. 

Sementara itu, Ketua Milennial Bali Putu Jaya Wardana mengatakan, Merdeka Sampah Plastik merupakan salah satu program Kaum Milennial Bali dimana Desa Cemagi,

Mengwi, Badung menjadi barometer dan langkah awal melakukan Merdeka Sampah Plastik yang bertujuan untuk mengajak masyarakat menghilangkan sampah plastik dari lingkungan.

“Kami berharap kedepan sampah plastik tidak menjadi sesuatu yang menakutkan namun dapat memberikan nilai tambah

kepada masyarakat seperti saat ini dimana 1 kg sampah plastik dapat ditukarkan dengan 1 kg beras,” kata Jaya Wardana.

“Ini tentu dapat membantu masyarakat di masa pandemi Covid-19  ini. Program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat ini akan 

terus kami lakukan secara berkelanjutan untuk tetap memerangi sampah plastik agar lingkungan menjadi  nyaman dan asri,” pungkasnya. (rba)

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/