alexametrics
27.6 C
Denpasar
Wednesday, August 10, 2022

Digulung Ombak Hingga 200 Meter, Pasangan Bapak Anak Asal Jerman Tewas

RadarBali.com – Petaka laut terjadi di Pantai Nyangnyang,  Desa Pecatu, Kecamatan Kuta selatan, Badung.

Dua orang turis asal Jerman ditemukan tewas Kamis kemarin (3/8) sekitar pukul 16.00. Mereka adalah bapak dan anak, Gocmen, 46, dan Pering Gocmen, 14.

Mereka digulung ombak hingga mencapai 200 meter dari bibir pantai. Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali menyebutkan bahwa berdasarkan keterangan sekitar pukul 15.00 Gocmen senior mengajak anaknya mandi.

Mereka pun berangkat dari penginapan di Vila Bombora  Surf Camp, Desa Padang-padang,  Pecatu, Kuta Selatan.

Saat ke pantai,  adik kandung Pering, Zoehre Gocmen pun ikut bermain. Tapi si adik hanya di pinggir laut saja, sehingga dia selamat. 

Baca Juga:  Ini Jumlah Hotel yang Siap Beri Garansi Wisatawan Jika Terjadi Erupsi

Tapi, Pering Gocmen malah keasyikan dan tiba-tiba berenang ke tengah laut. Karena takut sang anak tenggelam sehingga Gocmen senior pun ikut.

“Jadi, kronologis ini berdasarkan keterangan dari  Zoehre Gocmen,” sebut sumber petugas Polair mengutip keterangan korban. 

“Awalnya sang anak yang tenggelam. Namun, karena bapaknya mau menolong, karena ombaknya semakin membesar akhirnya keduanya tenggelam,” sebut sumber petugas Polair. 

Melihat itu, saksi berusaha  mencari  pertolongan. Sekitar satu jam kemudian  baru kedua korban ditemukan,  namun  sudah  dalam  keadaan meninggal.

Selanjutnya  kedua jenazah dievakuasi ambulans desa  adat pecatu dan Balawista Badung.  Kasat Polair Kompol Ketut Suparta pun membenarkan kejadian itu.

“Saat ini jenazahnya telah dititipkan di RS Sanglah, Denpasar,” jelasnya.

Baca Juga:  Bantu Korban Covid-19, Alumni Akabri 96 Sumbang Paket Sembako


RadarBali.com – Petaka laut terjadi di Pantai Nyangnyang,  Desa Pecatu, Kecamatan Kuta selatan, Badung.

Dua orang turis asal Jerman ditemukan tewas Kamis kemarin (3/8) sekitar pukul 16.00. Mereka adalah bapak dan anak, Gocmen, 46, dan Pering Gocmen, 14.

Mereka digulung ombak hingga mencapai 200 meter dari bibir pantai. Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali menyebutkan bahwa berdasarkan keterangan sekitar pukul 15.00 Gocmen senior mengajak anaknya mandi.

Mereka pun berangkat dari penginapan di Vila Bombora  Surf Camp, Desa Padang-padang,  Pecatu, Kuta Selatan.

Saat ke pantai,  adik kandung Pering, Zoehre Gocmen pun ikut bermain. Tapi si adik hanya di pinggir laut saja, sehingga dia selamat. 

Baca Juga:  5.100 Personel Gabungan di Bali Diturunkan di Operasi Ketupat 2022

Tapi, Pering Gocmen malah keasyikan dan tiba-tiba berenang ke tengah laut. Karena takut sang anak tenggelam sehingga Gocmen senior pun ikut.

“Jadi, kronologis ini berdasarkan keterangan dari  Zoehre Gocmen,” sebut sumber petugas Polair mengutip keterangan korban. 

“Awalnya sang anak yang tenggelam. Namun, karena bapaknya mau menolong, karena ombaknya semakin membesar akhirnya keduanya tenggelam,” sebut sumber petugas Polair. 

Melihat itu, saksi berusaha  mencari  pertolongan. Sekitar satu jam kemudian  baru kedua korban ditemukan,  namun  sudah  dalam  keadaan meninggal.

Selanjutnya  kedua jenazah dievakuasi ambulans desa  adat pecatu dan Balawista Badung.  Kasat Polair Kompol Ketut Suparta pun membenarkan kejadian itu.

“Saat ini jenazahnya telah dititipkan di RS Sanglah, Denpasar,” jelasnya.

Baca Juga:  1.620 Relawan Antusias Ikut Uji Klinis Vaksin COVID-19

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/