alexametrics
25.4 C
Denpasar
Friday, May 20, 2022

Sempat Diberi Napas Buatan, Lalu Muntah, Tapi Meninggal Dunia

MANGUPURA – Kisah tragis dialami keluarga bocah berusia tiga tahun I Gusti Putu Agung RA di Jalan Muding Indah 5, Lingkungan Muding Kaja, Kerobokan Kaja, Kuta Utara,  Badung. Agung yang baru berusia 3 tahun tewas usai tenggelam dan hanyut di sungai, Selasa (3/8).

Kasubbag Humas Polres Badung, Iptu Ketut Gede Oka Bawa pun membeberkan, peristiwa ini bermula kala ibu korban Kadek Riski Vidayanti, 24, tengah mencuci piring di kos yang baru ditinggali beberapa bulan tersebut.

 

Sekitar Pukul 11.00, anaknya menangis minta keluar rumah untuk bermain Bersama teman-temannya. Bocah itu pun akhirnya keluar rumah Pukul 11.00 Wita.

 

“Sang ibu mengizinkannya pergi bermain dengan teman-teman,” ungkapnya.

Sang ibu menerima kabar mengejutkan dari seorang bocah teman bermainnya bernama I Gede  Andra  Viki Laksmana Putra, 9.

- Advertisement -

 

“Bocah ini mengabarkan bahwa anaknya terbawa arus sungai yang deras,” bebernya. Pantauan Radar Bali, posisi hanyut Riki hanya berjarak sekitar 10 meter dari kosnya.

Baca Juga:  Pemkot Denpasar Sulap Terminal Ubung Jadi Area Parkir Selama Nataru

Warga bernama Ketut Santika yang ditemui di lokasi menuturkan, kondisi air sungai saat kejadian dalam keadaan meluap hingga ke jalanan, sebab diguyur hujan deras sebelumnya. Sementara, sungai yang memakan korban jiwa tersebut memang sering menjadi lokasi bermain anak-anak.

“Ya anak-anak di sini main di sungai cari ikan karena airnya sedikit. Karena hujan jadinya meluap, sehingga bocah tersebut terseret arus,” ungkapnya sambil menunjuk titik jatuhnya bocah ini.

 

Diduga Agung RA terpeleset di pinggiran sungai dan terseret. Santika yang mengetahui hal tersebut, lalu bersama warga desa lainnya sekitar 10 orang turun menelusuri aliran sungai sampai ke aliran Sungai Gunung Sanghyang.

 

Pada percobaan pertama mereka gagal menemukan bocah asal Rembikit, Seririt, Buleleng itu. Insiden tersebut pun dilaporkan ke Polsek Kuta Utara dan instansi terkait, bersama-sama dengan warga melakukan pencarian.

Baca Juga:  OMG! Pemuda di Denpasar Tenggak Oplosan Pemutih dan Pelembut Pakaian

 

“Saya cuma temukan sandalnya saja, saya kasi tau ibunya itu yang nangis-nangis dan minta ibunya untuk mebanten di sini,” katanya.

Berselang dua jam kemudian, pencarian bersama akhirnya membuahkan hasil. Agung RA ditemukan tidak sadar sekitar satu kilometer dari titik terpeleset, tepatnya pada sungai di dekat Jalan Tunjung Sari Gang Kenanga, Denpasar.

Saat ditemukan, posisinya nyangkut di akar bambu, kakinya di atas air, kepalanya terendam, ada luka kecil di kepalanya. Setelah dikeluarkan dari sungai, anak itu langsung dilarikan ke RS Bali Med Jalan Mahendradatta Nomor 57X, Padangsambian, Denpasar menggunakan Mobil Patroli 940 Samapta Polsek Kuta Utara.

Santika yang turut mengantar mencoba memberi napas buatan. Mirisnya walaupun sempat muntah, saat dicek ternyata Riki tidak ada napas dan denyut nadi. Sayang sesampainya di rumah sakit, bocah itu dinyatakan meninggal dunia. Kini pihak keluarga akan membawa jenazah ke kampungnya di Buleleng.

- Advertisement -

- Advertisement -

MANGUPURA – Kisah tragis dialami keluarga bocah berusia tiga tahun I Gusti Putu Agung RA di Jalan Muding Indah 5, Lingkungan Muding Kaja, Kerobokan Kaja, Kuta Utara,  Badung. Agung yang baru berusia 3 tahun tewas usai tenggelam dan hanyut di sungai, Selasa (3/8).

Kasubbag Humas Polres Badung, Iptu Ketut Gede Oka Bawa pun membeberkan, peristiwa ini bermula kala ibu korban Kadek Riski Vidayanti, 24, tengah mencuci piring di kos yang baru ditinggali beberapa bulan tersebut.

 


Sekitar Pukul 11.00, anaknya menangis minta keluar rumah untuk bermain Bersama teman-temannya. Bocah itu pun akhirnya keluar rumah Pukul 11.00 Wita.

 

“Sang ibu mengizinkannya pergi bermain dengan teman-teman,” ungkapnya.

Sang ibu menerima kabar mengejutkan dari seorang bocah teman bermainnya bernama I Gede  Andra  Viki Laksmana Putra, 9.

 

“Bocah ini mengabarkan bahwa anaknya terbawa arus sungai yang deras,” bebernya. Pantauan Radar Bali, posisi hanyut Riki hanya berjarak sekitar 10 meter dari kosnya.

Baca Juga:  Sang Istri Langsung Teriak saat Lihat Suami Tergantung di Pohon

Warga bernama Ketut Santika yang ditemui di lokasi menuturkan, kondisi air sungai saat kejadian dalam keadaan meluap hingga ke jalanan, sebab diguyur hujan deras sebelumnya. Sementara, sungai yang memakan korban jiwa tersebut memang sering menjadi lokasi bermain anak-anak.

“Ya anak-anak di sini main di sungai cari ikan karena airnya sedikit. Karena hujan jadinya meluap, sehingga bocah tersebut terseret arus,” ungkapnya sambil menunjuk titik jatuhnya bocah ini.

 

Diduga Agung RA terpeleset di pinggiran sungai dan terseret. Santika yang mengetahui hal tersebut, lalu bersama warga desa lainnya sekitar 10 orang turun menelusuri aliran sungai sampai ke aliran Sungai Gunung Sanghyang.

 

Pada percobaan pertama mereka gagal menemukan bocah asal Rembikit, Seririt, Buleleng itu. Insiden tersebut pun dilaporkan ke Polsek Kuta Utara dan instansi terkait, bersama-sama dengan warga melakukan pencarian.

Baca Juga:  Ini Tuntutan Pendemo AWK dan Hare Krishna di Denpasar

 

“Saya cuma temukan sandalnya saja, saya kasi tau ibunya itu yang nangis-nangis dan minta ibunya untuk mebanten di sini,” katanya.

Berselang dua jam kemudian, pencarian bersama akhirnya membuahkan hasil. Agung RA ditemukan tidak sadar sekitar satu kilometer dari titik terpeleset, tepatnya pada sungai di dekat Jalan Tunjung Sari Gang Kenanga, Denpasar.

Saat ditemukan, posisinya nyangkut di akar bambu, kakinya di atas air, kepalanya terendam, ada luka kecil di kepalanya. Setelah dikeluarkan dari sungai, anak itu langsung dilarikan ke RS Bali Med Jalan Mahendradatta Nomor 57X, Padangsambian, Denpasar menggunakan Mobil Patroli 940 Samapta Polsek Kuta Utara.

Santika yang turut mengantar mencoba memberi napas buatan. Mirisnya walaupun sempat muntah, saat dicek ternyata Riki tidak ada napas dan denyut nadi. Sayang sesampainya di rumah sakit, bocah itu dinyatakan meninggal dunia. Kini pihak keluarga akan membawa jenazah ke kampungnya di Buleleng.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/