alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, May 17, 2022

Weni Wenda Minta Dibelikan Soto Enam Jam Sebelum Ditemukan Tewas

DENPASAR – Weni Wenda Kaka, 27, perempuan asal Waingapu, Nusa Tenggara Timur yang meninggal di kamar kos kamar Nomor 7 di Jalan Padang Sulasih I, Nomor 2, Denpasar, Selasa (3/8/2021) sekitar pukul 18.40 Wita. 

 

Ternyata, tidak lebih dari enam jam sebelum Weni Wenda Kaka ditemukan tewas, tetangga kosnya, Anggi Sedia membelikan soto.

 

Saat itu, jelas Kasubag Humas Polresta Denpasar Iptu Ketut Sukadi menerangkan, bahwa sekitar pukul 13.00 WITA di hari yang sama, Weni minta Anggi Sedia membelikan makanan yang tidak pedas. 

 

“Selanjutnya saksi membelikan korban soto dan minuman lalu diantar ke kamar korban,” jelas Sukadi.

 

Saat soto diserahkan ke dalam kamar, Anggi melihat Weni sedang tiduran di kamar. Weni pun minta makanannya di taruh saja.

Baca Juga:  Rugikan Warga, ORI Sorot Proyek Reklamasi Pelabuhan Benoa

 

“Kemudian saksi keluar kamar korban.  Saksi mengetahui korban meninggal setelah diberi tahu oleh pemilik kos,” imbuh Sukadi. 

 

Pemilik kos itu adalah Gede Made Putra. Made Putra mengetahui Weni  meninggal dunia Ketika dia berniat menagih uang kos kepada Weni. Maklum saja, Weni sudah dua bulan menunggak bayar uang kos.

 

Gede Made Putra mengaku sempat menelepon Weni sore itu. Dia menghubungi korban untuk menagih uang kos. Sampai di kos, Made Putra juga berniat sembahyang. Kemudian dia mendatangi kamar kos Weni.

 

“Sampai di TKP saksi memanggil korban namun  tidak menyahut. Selanjutnya saksi mengecek ke kamar korban di mana saat itu pintu kamarnya sedikit terbuka namun lampu kamar mati. Selanjutnya saksi membuka pintu kamar dan melihat korban terlentang dalam keadaan sudah meninggal dunia di atas kasurnya,” terang Sukadi, Rabu (4/8/2021).

Baca Juga:  Selain Cemburu, Suami Aniaya Istri Siri karena Tolak Berhubungan Badan

 

Made Putra ppun memanggil anak kos lain. Kejadian itu dilaporkan ke polisi. Unit Inafis Polresta Denpasar tiba di TKP dan melakukan olah TKP. Pukul 21.10  wita Jenasah korban di evakuasi oleh petugas BPBD Kota Denpasar selanjutnya di bawa ke RSUP Sanglah Denpasar untuk diproses lebih lanjut. 

 

Sukadi menjelaskan, dari hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan tanda – tanda kekerasan pada tubuh korban, baik tanda kekerasan benda tajam maupun benda tumpul. 

 

“Dugaan sementara korban meninggal karena sakit,  mengingat sebelumnya korban mengeluh sakit dan ditemukan beberapa jenis obat dalam kamar korban. Saat ini Jenasah korban dititipkan di RSUP Sanglah,” tandas Sukadi.

DENPASAR – Weni Wenda Kaka, 27, perempuan asal Waingapu, Nusa Tenggara Timur yang meninggal di kamar kos kamar Nomor 7 di Jalan Padang Sulasih I, Nomor 2, Denpasar, Selasa (3/8/2021) sekitar pukul 18.40 Wita. 

 

Ternyata, tidak lebih dari enam jam sebelum Weni Wenda Kaka ditemukan tewas, tetangga kosnya, Anggi Sedia membelikan soto.

 

Saat itu, jelas Kasubag Humas Polresta Denpasar Iptu Ketut Sukadi menerangkan, bahwa sekitar pukul 13.00 WITA di hari yang sama, Weni minta Anggi Sedia membelikan makanan yang tidak pedas. 

 

“Selanjutnya saksi membelikan korban soto dan minuman lalu diantar ke kamar korban,” jelas Sukadi.

 

Saat soto diserahkan ke dalam kamar, Anggi melihat Weni sedang tiduran di kamar. Weni pun minta makanannya di taruh saja.

Baca Juga:  Terkait Penyerobotan Tanah oleh BTID, Desa Serangan Sebut Punya Bukti

 

“Kemudian saksi keluar kamar korban.  Saksi mengetahui korban meninggal setelah diberi tahu oleh pemilik kos,” imbuh Sukadi. 

 

Pemilik kos itu adalah Gede Made Putra. Made Putra mengetahui Weni  meninggal dunia Ketika dia berniat menagih uang kos kepada Weni. Maklum saja, Weni sudah dua bulan menunggak bayar uang kos.

 

Gede Made Putra mengaku sempat menelepon Weni sore itu. Dia menghubungi korban untuk menagih uang kos. Sampai di kos, Made Putra juga berniat sembahyang. Kemudian dia mendatangi kamar kos Weni.

 

“Sampai di TKP saksi memanggil korban namun  tidak menyahut. Selanjutnya saksi mengecek ke kamar korban di mana saat itu pintu kamarnya sedikit terbuka namun lampu kamar mati. Selanjutnya saksi membuka pintu kamar dan melihat korban terlentang dalam keadaan sudah meninggal dunia di atas kasurnya,” terang Sukadi, Rabu (4/8/2021).

Baca Juga:  Covid-19 Meningkat, PPKM Mikro Jawa – Bali Diperpanjang Hingga 8 Maret

 

Made Putra ppun memanggil anak kos lain. Kejadian itu dilaporkan ke polisi. Unit Inafis Polresta Denpasar tiba di TKP dan melakukan olah TKP. Pukul 21.10  wita Jenasah korban di evakuasi oleh petugas BPBD Kota Denpasar selanjutnya di bawa ke RSUP Sanglah Denpasar untuk diproses lebih lanjut. 

 

Sukadi menjelaskan, dari hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan tanda – tanda kekerasan pada tubuh korban, baik tanda kekerasan benda tajam maupun benda tumpul. 

 

“Dugaan sementara korban meninggal karena sakit,  mengingat sebelumnya korban mengeluh sakit dan ditemukan beberapa jenis obat dalam kamar korban. Saat ini Jenasah korban dititipkan di RSUP Sanglah,” tandas Sukadi.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/