alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Buntut Aksi Pembacokan, Pol PP Tutup 40 Kafe Remang-remang

MANGUPURA – Jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung telah bergerak untuk menghentikan kegiatan cafe, warung remang-remang dan salon diduga plus-plus di Kabupaten Badung.

Total sedikitnya Satpol PP Badung berhasil menghentikan 40 warung remang-remang dan cafe dan dua salon plus merangkap cafe se wilayah Badung.

Berdasar data dari Satpol PP Badung, untuk di Kuta Selatan berhasil menghentikan 1 usaha,  Kuta Utara ada 2 penghentian kegiatan, di Kecamatan Mengwi ada 16 warung dan cafe dihentikan, Kuta dan Petang nihil.

Sementara penghentian paling tertinggi yakni di Kecamatan Abiansemal itu ada 21 Cafe, warung remang-remang dan salon dihentikan kegiatannya.  

“Dari hasil kami turun ke lapangan, kami menghentikan kegiatan totalnya ada  40 warung dan cafe serta 2 salon merangkap cafe, ” jelas Kasatpol PP Badung IGAK Suryanegara, Selasa (3/9).

Baca Juga:  Terungkap! Putu Adi Tikam Adik Hingga Tewas Setelah Ditantang Kelahi

Tidak berhenti sampai penghentian kegiatan, Satpol PP Badung juga kembali melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap keberadaan warung remang-remang, cafe dan salon yang dihentikan tersebut.

“Rencananya nanti malam (Selasa malam kemarin) kami monev bersama kepolisian dan TNI, ” terang birokrat asal Denpasar ini.

Lebih lanjut, monev yang dilakukan tersebut tentunya untuk memantau tempat usaha yang  kegiatannya telah dihentikan.

Kalau memang ditemukan beroperasional, Satpol PP pun kembali menindak tegas dan memberikan teguran kedua untuk segera menutup.

“Kalau dari monev  ini  kedapatan masih operasional kita beri teguran kedua dengan minta mereka supaya segera tutup atau berhenti

operasi tetapi  masih hanya  diberikan beralih fungsi atau beres  mau pun berbenah,” ungkap pejabat penghobi motor gede (moge) ini.

Baca Juga:  Diduga Oknum Ormas, Dua Pelaku Pemerkosa Sempat Ancam Keluarga Korban

Kemudian, minggu depan lagi Satpol PP Badung juga kembali melakukan monev ke sejumlah tempat tersebut.

Kalau mereka tetap membandel tentu akan diajukan untuk penyegelan dan sampai pada pembongkaran.

“Selanjutnya  minggu depan kita monev lagi, bila tetap operasi kita ajukan rapat tim yustisi untuk diajukan kepada

Bapak Bupati Badung untuk diputuskan penyegelan bila diperlukan sampai keputusan pembongkaran, ” tandasnya.

Seperti diketahui, penertiban ini  dilakukan karena adanya kasus perkelahian usai pesta minuman keras di warung Madu di Desa Angantaka, Kecamatan Abiansemal yang berujung merenggut korban jiwa.

Sehingga menjadi perhatian serius Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung dan langsung turun ke

lokasi untuk memberikan surat teguran kepada sejumlah warung remang-remang, cafe dan salon diduga plus-plus.



MANGUPURA – Jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung telah bergerak untuk menghentikan kegiatan cafe, warung remang-remang dan salon diduga plus-plus di Kabupaten Badung.

Total sedikitnya Satpol PP Badung berhasil menghentikan 40 warung remang-remang dan cafe dan dua salon plus merangkap cafe se wilayah Badung.

Berdasar data dari Satpol PP Badung, untuk di Kuta Selatan berhasil menghentikan 1 usaha,  Kuta Utara ada 2 penghentian kegiatan, di Kecamatan Mengwi ada 16 warung dan cafe dihentikan, Kuta dan Petang nihil.

Sementara penghentian paling tertinggi yakni di Kecamatan Abiansemal itu ada 21 Cafe, warung remang-remang dan salon dihentikan kegiatannya.  

“Dari hasil kami turun ke lapangan, kami menghentikan kegiatan totalnya ada  40 warung dan cafe serta 2 salon merangkap cafe, ” jelas Kasatpol PP Badung IGAK Suryanegara, Selasa (3/9).

Baca Juga:  Diduga Masalah Rumah Tangga, Petani di Desa Bupati Badung Gantung Diri

Tidak berhenti sampai penghentian kegiatan, Satpol PP Badung juga kembali melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap keberadaan warung remang-remang, cafe dan salon yang dihentikan tersebut.

“Rencananya nanti malam (Selasa malam kemarin) kami monev bersama kepolisian dan TNI, ” terang birokrat asal Denpasar ini.

Lebih lanjut, monev yang dilakukan tersebut tentunya untuk memantau tempat usaha yang  kegiatannya telah dihentikan.

Kalau memang ditemukan beroperasional, Satpol PP pun kembali menindak tegas dan memberikan teguran kedua untuk segera menutup.

“Kalau dari monev  ini  kedapatan masih operasional kita beri teguran kedua dengan minta mereka supaya segera tutup atau berhenti

operasi tetapi  masih hanya  diberikan beralih fungsi atau beres  mau pun berbenah,” ungkap pejabat penghobi motor gede (moge) ini.

Baca Juga:  Kasus Positif Covid-19 Tembus 608 Pasien, 51 Persen Transmisi Lokal

Kemudian, minggu depan lagi Satpol PP Badung juga kembali melakukan monev ke sejumlah tempat tersebut.

Kalau mereka tetap membandel tentu akan diajukan untuk penyegelan dan sampai pada pembongkaran.

“Selanjutnya  minggu depan kita monev lagi, bila tetap operasi kita ajukan rapat tim yustisi untuk diajukan kepada

Bapak Bupati Badung untuk diputuskan penyegelan bila diperlukan sampai keputusan pembongkaran, ” tandasnya.

Seperti diketahui, penertiban ini  dilakukan karena adanya kasus perkelahian usai pesta minuman keras di warung Madu di Desa Angantaka, Kecamatan Abiansemal yang berujung merenggut korban jiwa.

Sehingga menjadi perhatian serius Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung dan langsung turun ke

lokasi untuk memberikan surat teguran kepada sejumlah warung remang-remang, cafe dan salon diduga plus-plus.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/