alexametrics
29.8 C
Denpasar
Friday, May 20, 2022

Rektor Prof Antara: Lulusan Udayana Harus Berkontribusi di Masyarakat

 

DENPASAR, Radar Bali – Universitas Udayana menggelar upacara wisuda ke-143 secara daring pada Sabtu (4/9/2021). Kegiatan wisuda itu digelar di Ruang Nusantara Gedung Agrokomplek Universitas Udayana, Jalan P.B Sudirman, Denpasar.

Dalam laporannya, Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Ir. I Gede Rai Maya Temaja, M.P. menjelaskan bahwa jumlah wisudawan dalam kegiatan wisuda itu sebanyak 1.725 orang. Sehingga sampai saat ini jumlah alumni universitas Udayana sudah sebanyak 105.565 orang. 

“Jumlah 1.725 orang wisudawan tersebut berasal dari program Diploma, Profesi, S1, S2 dan S3,” ungkapnya di hadapan wisudawan dan perwakilan sebagian keluarga yang juga hadir namun menunggu di luar ruangan menggunakan LED TV. 

Dia mengurai, jika dari 1.725 orang wisudawan, 1.021 di antaranya merupakan perempuan. Sedangkan wisudawan pria hanya berjumlah 704 orang. 

Tak hanya menang dalam hal jumlah, dari ranking indeks prestasi, wisudawan perempuan juga mendominasi. Di mana, menurutnya, rata-rasa IPK mahasiswi yang diwisudakan yakni 3,70. Sedangkan rata-rata IPK laki-laki 3,64.

Dari masa studi, mahasiswi juga rata-rata menghabiskan 7,2 semester. Sedangkan yang pria rata-rata menghabiskan 8,4 semester. Ini menunjukkan jika kemampuan akademik laki-laki masih di bawah perempuan.

- Advertisement -

Dalam laporannya, Prof. Dr. Ir. I Gede Rai Maya Temaja, M.P. juga mengungkapkan, bahwa jumlah wisudawan yang menerima beasiswa sebanyak 278 orang. Sehingga dia pun berharap agar para wisudawan nantinya tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan. 

“Kami berharap, melalui pendidikan yang telah saudara tempuh, saudara tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan tetapi juga berkehidupan yang cerdas dengan tata krama yang santun dan berguna bagi masyarakat,” ucapnya. 

Baca Juga:  Ini Jumlah Hotel yang Siap Beri Garansi Wisatawan Jika Terjadi Erupsi

Dalam kesempatan itu, sepuluh wisudawan terbaik juga ikut dibacakan. Sementara itu, Rektor UNUD, Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng, IPU mengatakan, meski pada umumnya pelaksanaan upacara wisuda ke-143 itu digelar secara daring, namun ada sebagian kecil perwakilan wisudawan dihadirkan langsung. Hal itu agar memberi nuansa dan kesan terakhir para wisudawan di almamaternya. 

Untuk itu, dalam pelaksaannnya, proses wisuda itu menerapkan protokol kesehatan secara ketat, sesuai dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 di Bali.

Di mana para peserta yang hadir secara langsung diwajibkan menerapkan Prokes. Yakni diwajibkan menerapkan 3M. Mulai dari mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak selama prosesnya berlangsung hingga selesai. 

“Beberapa pimpinan hadir di lokasi sedangan sebagian besar para alumni mengikuti upacara dari kediaman masing-masing, hanya 16 orang wisudawan yang mewakili teman-teman untuk hadir di tempat kami permaklumkan. Mudah-mudahan ke depan suasana akan menjadi lebih baik sehingga penyelenggaraan upacara akademik akan bisa dilakukan secara langsung,” kata Prof. Antara.

Prof Antara pun berpesan agar seluruh alumni maupun mahasiswa Universitas Udayana si seluruh pelosok negeri untuk menjadi pelopor dalam gerakan mengurangi wabah covid-19. Dengan demikian, bisa memutus mata rantai covid-19 di Indonesia dan Bali.

“Gerakan pertama mari kita dorong anggota keluarga dan masyarakat di sekitar kita untuk melakukan vaksinasi. Sehingga bisa kita tanggulangi penularan Covid-19 ini. Gerakan kedua, jangan lupa selalu melaksankaan protokol kesehatan dengan ketat, dengan dua gerakan itu kontribusi civitas akademika di manapun kita berada akan mengurangi jumlah penderita, sehingga di Bali bisa turun level dari level 4 dan kondisi lebih baik,” sambungnya. 

Baca Juga:  Profesor di Universitas Udayana Bali Bunuh Diri, Rektor Unud Terkejut

Dengan berkurangnya pandemi, maka para mahasiswa bisa melaksanakan proses belajar secara langsung di kampus. Menurutnya, dirinya tidak anti pada pembelajaran secara daring.

Kendati demikian, jika proses pembelajaran terus dilakukan secara daring dalam waktu panjang maka perlu diantisipasi terjadinya masalah bagi peningkatan kualitas pembelajaran. Karena menurut dia, proses pembelajaran tidal hanya masalah mentransfer knowledge dari guru kepada murid atau dosen ke mahasiswa.

“Tetapi lebih lebih interaksi sosial antara dosen dan mahasiswa sangat diperlukan untuk membentuk karakter mahasiswa sebagaimana pertanggungjawaban kita, mahasiswa memiliki budi pekerti yang baik dengan adanya interaksi sosial secara langsung,” tambahnya lagi.

Di sisi lain, Prof Antara berharap adanya daya serap tenaga kerja yang tinggi dari jebolan kampus Universitas Udayana. Para alumnus juga diharapkan mampu memberikan pembaharuan di mana pun mereka mengabdikan ilmunya.

“Mudah-mudahan mereka sukses setelah meninggalkan kampus terjun ke masyarakat berkontribusi di masyarakat dalam rangka memperbaiki SDM yang berkarakter, memiliki jiwa entrepreneur dan berkontribusi pada pembangunan bangsa dan negara,” tandas pria yang baru saja dilantik menjadi Rektor Universitas Udayana pada Selasa, 24 Agustus 2021, lalu tersebut. 

- Advertisement -

 

DENPASAR, Radar Bali – Universitas Udayana menggelar upacara wisuda ke-143 secara daring pada Sabtu (4/9/2021). Kegiatan wisuda itu digelar di Ruang Nusantara Gedung Agrokomplek Universitas Udayana, Jalan P.B Sudirman, Denpasar.

Dalam laporannya, Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Ir. I Gede Rai Maya Temaja, M.P. menjelaskan bahwa jumlah wisudawan dalam kegiatan wisuda itu sebanyak 1.725 orang. Sehingga sampai saat ini jumlah alumni universitas Udayana sudah sebanyak 105.565 orang. 


“Jumlah 1.725 orang wisudawan tersebut berasal dari program Diploma, Profesi, S1, S2 dan S3,” ungkapnya di hadapan wisudawan dan perwakilan sebagian keluarga yang juga hadir namun menunggu di luar ruangan menggunakan LED TV. 

Dia mengurai, jika dari 1.725 orang wisudawan, 1.021 di antaranya merupakan perempuan. Sedangkan wisudawan pria hanya berjumlah 704 orang. 

Tak hanya menang dalam hal jumlah, dari ranking indeks prestasi, wisudawan perempuan juga mendominasi. Di mana, menurutnya, rata-rasa IPK mahasiswi yang diwisudakan yakni 3,70. Sedangkan rata-rata IPK laki-laki 3,64.

Dari masa studi, mahasiswi juga rata-rata menghabiskan 7,2 semester. Sedangkan yang pria rata-rata menghabiskan 8,4 semester. Ini menunjukkan jika kemampuan akademik laki-laki masih di bawah perempuan.

Dalam laporannya, Prof. Dr. Ir. I Gede Rai Maya Temaja, M.P. juga mengungkapkan, bahwa jumlah wisudawan yang menerima beasiswa sebanyak 278 orang. Sehingga dia pun berharap agar para wisudawan nantinya tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan. 

“Kami berharap, melalui pendidikan yang telah saudara tempuh, saudara tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan tetapi juga berkehidupan yang cerdas dengan tata krama yang santun dan berguna bagi masyarakat,” ucapnya. 

Baca Juga:  Dari 42 Kasus, 2 Perkosaan Dilakukan Saat Kerjakan Tugas Kuliah di Kos

Dalam kesempatan itu, sepuluh wisudawan terbaik juga ikut dibacakan. Sementara itu, Rektor UNUD, Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng, IPU mengatakan, meski pada umumnya pelaksanaan upacara wisuda ke-143 itu digelar secara daring, namun ada sebagian kecil perwakilan wisudawan dihadirkan langsung. Hal itu agar memberi nuansa dan kesan terakhir para wisudawan di almamaternya. 

Untuk itu, dalam pelaksaannnya, proses wisuda itu menerapkan protokol kesehatan secara ketat, sesuai dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 di Bali.

Di mana para peserta yang hadir secara langsung diwajibkan menerapkan Prokes. Yakni diwajibkan menerapkan 3M. Mulai dari mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak selama prosesnya berlangsung hingga selesai. 

“Beberapa pimpinan hadir di lokasi sedangan sebagian besar para alumni mengikuti upacara dari kediaman masing-masing, hanya 16 orang wisudawan yang mewakili teman-teman untuk hadir di tempat kami permaklumkan. Mudah-mudahan ke depan suasana akan menjadi lebih baik sehingga penyelenggaraan upacara akademik akan bisa dilakukan secara langsung,” kata Prof. Antara.

Prof Antara pun berpesan agar seluruh alumni maupun mahasiswa Universitas Udayana si seluruh pelosok negeri untuk menjadi pelopor dalam gerakan mengurangi wabah covid-19. Dengan demikian, bisa memutus mata rantai covid-19 di Indonesia dan Bali.

“Gerakan pertama mari kita dorong anggota keluarga dan masyarakat di sekitar kita untuk melakukan vaksinasi. Sehingga bisa kita tanggulangi penularan Covid-19 ini. Gerakan kedua, jangan lupa selalu melaksankaan protokol kesehatan dengan ketat, dengan dua gerakan itu kontribusi civitas akademika di manapun kita berada akan mengurangi jumlah penderita, sehingga di Bali bisa turun level dari level 4 dan kondisi lebih baik,” sambungnya. 

Baca Juga:  Fakultas Sains Teknologi UNR Lepas Sarjana Berjiwa Technopreneurship

Dengan berkurangnya pandemi, maka para mahasiswa bisa melaksanakan proses belajar secara langsung di kampus. Menurutnya, dirinya tidak anti pada pembelajaran secara daring.

Kendati demikian, jika proses pembelajaran terus dilakukan secara daring dalam waktu panjang maka perlu diantisipasi terjadinya masalah bagi peningkatan kualitas pembelajaran. Karena menurut dia, proses pembelajaran tidal hanya masalah mentransfer knowledge dari guru kepada murid atau dosen ke mahasiswa.

“Tetapi lebih lebih interaksi sosial antara dosen dan mahasiswa sangat diperlukan untuk membentuk karakter mahasiswa sebagaimana pertanggungjawaban kita, mahasiswa memiliki budi pekerti yang baik dengan adanya interaksi sosial secara langsung,” tambahnya lagi.

Di sisi lain, Prof Antara berharap adanya daya serap tenaga kerja yang tinggi dari jebolan kampus Universitas Udayana. Para alumnus juga diharapkan mampu memberikan pembaharuan di mana pun mereka mengabdikan ilmunya.

“Mudah-mudahan mereka sukses setelah meninggalkan kampus terjun ke masyarakat berkontribusi di masyarakat dalam rangka memperbaiki SDM yang berkarakter, memiliki jiwa entrepreneur dan berkontribusi pada pembangunan bangsa dan negara,” tandas pria yang baru saja dilantik menjadi Rektor Universitas Udayana pada Selasa, 24 Agustus 2021, lalu tersebut. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/