alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, August 10, 2022

Jorok dan Tebar Bau Busuk, Dewan Minta TPS Pulau Kawe Dipindah

RadarBali.com – Dewan kota Denpasar akhirnya angkat bicara soal tempat pembuangan sampah sementara (TPS) di Jalan Pulau Kawe, Pedungan.

Kendati Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) akan membuat TPS underground, anggota DPRD Denpasar Wayan Sugiarta, meminta pemerintah memindahkan depo dari kawasan padat penduduk itu.

Sebab, warga acap mengeluh karena bau yang menyengat. Bahkan, sampah sering meluber ke jalan yang menyebabkan lalu litas di kawasan itu macet.

“Kalau pun sudah ditempatkan alat berat disana, namun lebih sering tidak beroperasi sehingga sampah tetap meluber,” ujar politisi Golkar ini.

Sugiarta mengharapkan pemerintah bisa mengambil langkah serius dalam menangani depo sampah di kawasan permukiman padat.

Baca Juga:  Dokter Reisa: Tiap Orang Bisa Jadi Pejuang di Masa Pandemi

Sebab jika dilihat dari depo tersebut, luasnya  tidak terlalu besar, justru akan menimbulkan dampak kurang baik bagi lingkungan sekitarnya.

“Penataan tersebut tidak akan menyelesaikan masalah. Harapan kita depo itu bisa dipindah,” ujar anggota Komisi IV ini.

Hal senada juga diungkapkan A.A.Ngurah Gede Widiada. Politisi Nasdem ini meminta relokasi depo sampah di Jalan Pulau Kawe.

“Kalau saya melihat memang tidak layak depo itu di kawasan padat penduduk. Harus ada solusi yang tepat, sehingga tidak lagi menjadi keluhan,” kata wakil rakyat asal Peguyangan ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, mengatasi persoalan overload sampah dan menghindari kesan jorok, DLHK merancang TPS underground dengan anggaran sekitar Rp 1,6 miliar. 

Baca Juga:  Panas Menyengat, 2 Hektar Lahan TPA Suwung Terbakar


RadarBali.com – Dewan kota Denpasar akhirnya angkat bicara soal tempat pembuangan sampah sementara (TPS) di Jalan Pulau Kawe, Pedungan.

Kendati Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) akan membuat TPS underground, anggota DPRD Denpasar Wayan Sugiarta, meminta pemerintah memindahkan depo dari kawasan padat penduduk itu.

Sebab, warga acap mengeluh karena bau yang menyengat. Bahkan, sampah sering meluber ke jalan yang menyebabkan lalu litas di kawasan itu macet.

“Kalau pun sudah ditempatkan alat berat disana, namun lebih sering tidak beroperasi sehingga sampah tetap meluber,” ujar politisi Golkar ini.

Sugiarta mengharapkan pemerintah bisa mengambil langkah serius dalam menangani depo sampah di kawasan permukiman padat.

Baca Juga:  STIKOM Bali Group Rencana Kirim 3.000 Mahasiswa Kerja ke Jepang

Sebab jika dilihat dari depo tersebut, luasnya  tidak terlalu besar, justru akan menimbulkan dampak kurang baik bagi lingkungan sekitarnya.

“Penataan tersebut tidak akan menyelesaikan masalah. Harapan kita depo itu bisa dipindah,” ujar anggota Komisi IV ini.

Hal senada juga diungkapkan A.A.Ngurah Gede Widiada. Politisi Nasdem ini meminta relokasi depo sampah di Jalan Pulau Kawe.

“Kalau saya melihat memang tidak layak depo itu di kawasan padat penduduk. Harus ada solusi yang tepat, sehingga tidak lagi menjadi keluhan,” kata wakil rakyat asal Peguyangan ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, mengatasi persoalan overload sampah dan menghindari kesan jorok, DLHK merancang TPS underground dengan anggaran sekitar Rp 1,6 miliar. 

Baca Juga:  Dipecat Usai Diangkat Jadi PNS, Ini Alasan Lila Arsana Gugat Walikota

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/