alexametrics
24.8 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Satgas Covid-19 Bali Disuntik Dana Rp 10 M untuk Bayar Hotel Karantina

DENPASAR – Menjawab polemik yang sempat terjadi terkait pembayaran hotel karantina pasien Covid-19 di beberapa lokasi di Bali,

Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali melalui Sekretaris Satgas I Made Rentin menegaskan bahwa permasalahan tersebut telah menemukan titik temu.

Hal tersebut tercetus dalam pertemuan dengan sosiasi General Manager (GM) hotel di Bali yang selama ini hotelnya digunakan sebagai tempat karantina pasien yang termasuk orang tanpa gejala (OTG) dan gejala ringan (GR) Covid-19.

“Hari ini dihadapan teman-teman kami menyampaikan komunikasi kami dengan Ketua Satgas Nasional bapak Doni Monardo bahwa per-kemarin (Rabu 3/3, red) kami sudah mendapatkan

transfer dana untuk pembayaran hotel karantina,” terang Made Rentin usai pertemuan dengan jajaran asosiasi GM hotel Bali di Posko Satgas/Pusdalops BPBD Bali, Renon, Denpasar, kemarin.

Pria yang juga menjabat Kalaksa BPBD Bali tersebut menjelaskan dana untuk pembayaran lokasi karantina sepenuhnya tanggungan dari pemerintah pusat dan untuk saat ini,

pembayaran memang belum tuntas seluruhnya dengan tunggakan lebih dari Rp 30 miliar dari 15 hotel karantina.

- Advertisement -

“Kami baru mendapatkan Rp 10 miliar dan ini merupakan angin segar, harapan besar bagi teman-teman pelaku usaha. Uangnya akan sesegera mungkin ditransfer ke hotel-hotel karantina, paling lambat sore (Kamis 4/3, red) ini,” tandas Made Rentin.

Pembayaran tersebut adalah untuk melunasi sisa tunggakan 25 persen pada bulan Oktober-November 2020, dan 100 persen untuk bulan Desember 2020.

Baca Juga:  Sepakat dengan Jenderal Petrus, Koster Siap Bekukan Ormas Anarkis

“Sedangkan Januari-Februari belum bisa dibayarkan karena masih melengkapi administrasi surat pertanggungjawaban serta masih menunggu dana dari pusat yang dijanjikan akan cair dalam waktu dekat,” imbuhnya lagi. 

Rentin menambahkan, atas nama Pemprov Bali serta Satgas Penanganan Covid-19 Bali pihaknya menyampaikan apresiasi

dan rasa hormat setinggi-tingginya kepada pihak hotel yang telah bersinergi dan bekerja sama dalam rangka penyediaan tempat karantina.

“Saya rasakan suport teman-teman selama ini sangat baik sekali. (Pandemi,red) Ini kondisi yang sama sekali tidak kita duga, karena itu perlu kesabaran, perhatian dan toleransi yang tinggi.

Ini krisis yang menyangkut semua sendi kehidupan,” ujarnya sembari berharap pandemi ini segera berakhir dan menggeliatkan kembali pariwisata di Bali. 

Dirinya mewakili Satgas juga tidak mempermasalahkan munculnya beberapa pemberitaan hingga video yang sempat viral terkait keterlambatan pembayaran hotel karantina.

“Justru kami apresiasi dan support, karena itu jadi momentum, sehingga pimpinan kita di pusat jadi lebih ‘ngeh’ meskipun selama ini prosesnya sedang kita jalankan. Hasilnya, prosesnya jadi lebih cepat,” seru Rentin.

Di tempat yang sama, Ketua Indonesian Hotel General Manager Association (DPD IHGMA) Bali Yoga Iswara menyatakan,

sudah sangat terang benderang terkait penyelesaian pembayaran serta proses-proses yang harus dilakukan jajaran Satgas penanganan Covid-19 Bali.

“Kami haturkan apresiasi dan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Pak Rentin dan jajaran, atas segala upayanya,” kata Yoga.

Baca Juga:  Batal Datangkan Wisman September Ini, Koster: Masyarakat Tidak Tertib

Yoga mengatakan, pihaknya berusaha bertahan dan bersama pemerintah berdampingan untuk turut mendukung penghentian penyebaran virus, sekaligus tetap produktif dengan aman.

 “Kami juga menjadi ujung tombak dalam verifikasi kepada hotel dan destinasi wisata yang telah menerapkan Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru Bidang Pariwisata,” terangnya. 

“Dengan kondisi sekarang kita harus optimis, dan komunikasi jadi kunci. Hubungan kami dengan BPBD sangat baik sekali dan kami memilih duduk bersama jika terjadi sesuatu,” katanya lagi.

Sementara itu I Gusti Bagus Agung Suddhajinendra, Kepala Bidang Hukum dan Hubungan Pemerintahan IHGMA Bali menyampaikan rasa syukur setelah

pertemuan dengan jajaran Satgas Penanganan Covid-19 menemukan kejelasan terkait status pembayaran hotel-hotel yang jadi lokasi karantina OTG-GR.

“Dalam hal ini kami sangat berterimakasih dan memberikan apresiasi kepada jajaran, dimana masalah pembayaran ini sudah diupayakan dengan sesigap mungkin,” ungkapnya.

Hal tersebut dikatakan Sudajinendra, terbukti dari kucuran dana dari pemerintah pusat dan sesuai dengan arahan Sekretaris Satgas akan didistribusikan ke masing-masing hotel paling lambat kamis (4/3) sore.

“Hal ini sangat berguna bagi hotel-hotel untuk menjaga berjalannya operasional hotel tersebut. Lewat pertemuan ini juga kami ingin mencairkan

suasana yang mungkin sebelumnya terjadi miskomunikasi, dengan tatap muka begini akan selalu saling dukung dan sinergi,” tandasnya.

“Apapun langkah-langkah (yang diambil, red) Pemerintah Provinsi Bali, kami dari asosiasi akan sepenuhnya mendukung,” tambahnya lagi. 

- Advertisement -

DENPASAR – Menjawab polemik yang sempat terjadi terkait pembayaran hotel karantina pasien Covid-19 di beberapa lokasi di Bali,

Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali melalui Sekretaris Satgas I Made Rentin menegaskan bahwa permasalahan tersebut telah menemukan titik temu.

Hal tersebut tercetus dalam pertemuan dengan sosiasi General Manager (GM) hotel di Bali yang selama ini hotelnya digunakan sebagai tempat karantina pasien yang termasuk orang tanpa gejala (OTG) dan gejala ringan (GR) Covid-19.

“Hari ini dihadapan teman-teman kami menyampaikan komunikasi kami dengan Ketua Satgas Nasional bapak Doni Monardo bahwa per-kemarin (Rabu 3/3, red) kami sudah mendapatkan

transfer dana untuk pembayaran hotel karantina,” terang Made Rentin usai pertemuan dengan jajaran asosiasi GM hotel Bali di Posko Satgas/Pusdalops BPBD Bali, Renon, Denpasar, kemarin.

Pria yang juga menjabat Kalaksa BPBD Bali tersebut menjelaskan dana untuk pembayaran lokasi karantina sepenuhnya tanggungan dari pemerintah pusat dan untuk saat ini,

pembayaran memang belum tuntas seluruhnya dengan tunggakan lebih dari Rp 30 miliar dari 15 hotel karantina.

“Kami baru mendapatkan Rp 10 miliar dan ini merupakan angin segar, harapan besar bagi teman-teman pelaku usaha. Uangnya akan sesegera mungkin ditransfer ke hotel-hotel karantina, paling lambat sore (Kamis 4/3, red) ini,” tandas Made Rentin.

Pembayaran tersebut adalah untuk melunasi sisa tunggakan 25 persen pada bulan Oktober-November 2020, dan 100 persen untuk bulan Desember 2020.

Baca Juga:  Kasus Covid-19 di Bali Tinggal Dua Digit, Vaksinasi Tembus Angka 50 %

“Sedangkan Januari-Februari belum bisa dibayarkan karena masih melengkapi administrasi surat pertanggungjawaban serta masih menunggu dana dari pusat yang dijanjikan akan cair dalam waktu dekat,” imbuhnya lagi. 

Rentin menambahkan, atas nama Pemprov Bali serta Satgas Penanganan Covid-19 Bali pihaknya menyampaikan apresiasi

dan rasa hormat setinggi-tingginya kepada pihak hotel yang telah bersinergi dan bekerja sama dalam rangka penyediaan tempat karantina.

“Saya rasakan suport teman-teman selama ini sangat baik sekali. (Pandemi,red) Ini kondisi yang sama sekali tidak kita duga, karena itu perlu kesabaran, perhatian dan toleransi yang tinggi.

Ini krisis yang menyangkut semua sendi kehidupan,” ujarnya sembari berharap pandemi ini segera berakhir dan menggeliatkan kembali pariwisata di Bali. 

Dirinya mewakili Satgas juga tidak mempermasalahkan munculnya beberapa pemberitaan hingga video yang sempat viral terkait keterlambatan pembayaran hotel karantina.

“Justru kami apresiasi dan support, karena itu jadi momentum, sehingga pimpinan kita di pusat jadi lebih ‘ngeh’ meskipun selama ini prosesnya sedang kita jalankan. Hasilnya, prosesnya jadi lebih cepat,” seru Rentin.

Di tempat yang sama, Ketua Indonesian Hotel General Manager Association (DPD IHGMA) Bali Yoga Iswara menyatakan,

sudah sangat terang benderang terkait penyelesaian pembayaran serta proses-proses yang harus dilakukan jajaran Satgas penanganan Covid-19 Bali.

“Kami haturkan apresiasi dan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Pak Rentin dan jajaran, atas segala upayanya,” kata Yoga.

Baca Juga:  Picu Polemik di Bali, Ini Isi Surat Klarifikasi Hare Krishna

Yoga mengatakan, pihaknya berusaha bertahan dan bersama pemerintah berdampingan untuk turut mendukung penghentian penyebaran virus, sekaligus tetap produktif dengan aman.

 “Kami juga menjadi ujung tombak dalam verifikasi kepada hotel dan destinasi wisata yang telah menerapkan Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru Bidang Pariwisata,” terangnya. 

“Dengan kondisi sekarang kita harus optimis, dan komunikasi jadi kunci. Hubungan kami dengan BPBD sangat baik sekali dan kami memilih duduk bersama jika terjadi sesuatu,” katanya lagi.

Sementara itu I Gusti Bagus Agung Suddhajinendra, Kepala Bidang Hukum dan Hubungan Pemerintahan IHGMA Bali menyampaikan rasa syukur setelah

pertemuan dengan jajaran Satgas Penanganan Covid-19 menemukan kejelasan terkait status pembayaran hotel-hotel yang jadi lokasi karantina OTG-GR.

“Dalam hal ini kami sangat berterimakasih dan memberikan apresiasi kepada jajaran, dimana masalah pembayaran ini sudah diupayakan dengan sesigap mungkin,” ungkapnya.

Hal tersebut dikatakan Sudajinendra, terbukti dari kucuran dana dari pemerintah pusat dan sesuai dengan arahan Sekretaris Satgas akan didistribusikan ke masing-masing hotel paling lambat kamis (4/3) sore.

“Hal ini sangat berguna bagi hotel-hotel untuk menjaga berjalannya operasional hotel tersebut. Lewat pertemuan ini juga kami ingin mencairkan

suasana yang mungkin sebelumnya terjadi miskomunikasi, dengan tatap muka begini akan selalu saling dukung dan sinergi,” tandasnya.

“Apapun langkah-langkah (yang diambil, red) Pemerintah Provinsi Bali, kami dari asosiasi akan sepenuhnya mendukung,” tambahnya lagi. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/