alexametrics
29.8 C
Denpasar
Sunday, July 3, 2022

Wabah Corona Merebak di Bali, 22 Naker Magang di Jepang Tak Pulang

MANGUPURA – Pemerintah Kabupaten Badung menggulirkan program magang kepada masyarakat Badung ke luar negeri.

Ada sebanyak 22 tenaga kerja asal Badung yang dikirim magang ke Jepang. Namun, di tengah kondisi ancaman virus corona, semua tenaga kerja asal Badung yang magang tersebut tidak pulang.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Badung Ida Bagus Oka Dirga mengakui, para tenaga kerja yang mengikuti program magang ke luar negeri dengan menggunakan biaya APBD Badung tidak ada yang pulang.

Pihaknya memastikan bahwa semua tenaga kerja tersebut di Jepang dalam kondisi aman dan sehat.

“Untuk tenaga kerja magang ke Jepang yang berjumlah 22 orang itu sampai saat ini masih ada di Jepang dan kondisi saat ini masih aman  dan sehat-sehat saja,” ujar Oka Dirga.

Dia memastikan pemerintah terus melakukan komunikasi. Para tenaga kerja juga memberikan kabar terkait keberadaan mereka disana.

“Kita tetap komunikasi. Karena nomor (nomor kontak mereka, red) tercatat,” beber mantan Kabag Umum Setda Badung ini.

Mengenai kapan tenaga kerja magang tersebut pulang, Oka Dirga  menyebut sesuai perjanjian para tenaga kerja yang magang di negeri Sakura itu akan pulang bulan Desember 2020.

“Sesuai perjanjian mereka baliknya (tahun) 2020. Bulan Desember,” kata Oka Dirga. Selama di Jepang para tenaga kerja asal Badung ini bekerja di sejumlah perusahaan yang bergerak dibidang pertanian dan perkebunan.

Di antaranya seperti di Perkebunan Nira Omitama, Perkebunan Hokota dan di Peternakan Omitama.

Program magang tersebut adalah salah satu upaya transfer ilmu pengetahuan dan keterampilan alias transfer of knowledge dari petani Jepang kepada siswa magang.

Pada tahun 2017 Pemkab Badung mengirim 5 orang dan pada 2018 ada 7 orang, kemudian tahun 2019 sebanyak 12 orang. 

Pola pelaksanaan pemagangan adalah melalui kerjasama dengan 2 LPKS (Lembaga Pelatihan Kerja Swasta) yakni LPKS Karunia Dewata dan LPKS Duta Sahaya dengan waktu pelaksanaan magang selama 3 tahun. 



MANGUPURA – Pemerintah Kabupaten Badung menggulirkan program magang kepada masyarakat Badung ke luar negeri.

Ada sebanyak 22 tenaga kerja asal Badung yang dikirim magang ke Jepang. Namun, di tengah kondisi ancaman virus corona, semua tenaga kerja asal Badung yang magang tersebut tidak pulang.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Badung Ida Bagus Oka Dirga mengakui, para tenaga kerja yang mengikuti program magang ke luar negeri dengan menggunakan biaya APBD Badung tidak ada yang pulang.

Pihaknya memastikan bahwa semua tenaga kerja tersebut di Jepang dalam kondisi aman dan sehat.

“Untuk tenaga kerja magang ke Jepang yang berjumlah 22 orang itu sampai saat ini masih ada di Jepang dan kondisi saat ini masih aman  dan sehat-sehat saja,” ujar Oka Dirga.

Dia memastikan pemerintah terus melakukan komunikasi. Para tenaga kerja juga memberikan kabar terkait keberadaan mereka disana.

“Kita tetap komunikasi. Karena nomor (nomor kontak mereka, red) tercatat,” beber mantan Kabag Umum Setda Badung ini.

Mengenai kapan tenaga kerja magang tersebut pulang, Oka Dirga  menyebut sesuai perjanjian para tenaga kerja yang magang di negeri Sakura itu akan pulang bulan Desember 2020.

“Sesuai perjanjian mereka baliknya (tahun) 2020. Bulan Desember,” kata Oka Dirga. Selama di Jepang para tenaga kerja asal Badung ini bekerja di sejumlah perusahaan yang bergerak dibidang pertanian dan perkebunan.

Di antaranya seperti di Perkebunan Nira Omitama, Perkebunan Hokota dan di Peternakan Omitama.

Program magang tersebut adalah salah satu upaya transfer ilmu pengetahuan dan keterampilan alias transfer of knowledge dari petani Jepang kepada siswa magang.

Pada tahun 2017 Pemkab Badung mengirim 5 orang dan pada 2018 ada 7 orang, kemudian tahun 2019 sebanyak 12 orang. 

Pola pelaksanaan pemagangan adalah melalui kerjasama dengan 2 LPKS (Lembaga Pelatihan Kerja Swasta) yakni LPKS Karunia Dewata dan LPKS Duta Sahaya dengan waktu pelaksanaan magang selama 3 tahun. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/