alexametrics
28.8 C
Denpasar
Sunday, July 3, 2022

Diduga Ini Motif Korban Gantung Diri di Garasi Mobil

I Putu P, 57, seorang paruh baya yang ditemukan tewas gantung diri di garasi mobil diduga karena memiliki motif  tertentu. Sumber di kepolisian pun mengungkap motif warga Desa Mengwi ini nekat bunuh diri.

MARCELLO PAMPURS, Badung

 

BETAPA kagetnya Ni Komang M ketika hendak mengantar anaknya berbelanja ke warung justru melihat sosok yang tergantung di garasi depan rumah. Saat itu, Ni Komang M baru sampai di depan gang rumah. 

 

Karena syok melihat orang tergantung, Ni Komang M pun berteriak histeris. Teriakannya membuat warga sekitar geger. Warga pun keluar rumah dan melihat korban I Putu P tergantung di garasi rumahnya.

 

 

Peristiwa itu berlangsung Selasa (5/4/2022) sekitar pukul 10.00 Wita. Kerabat korban I Putu P dan warga pun bersama-sama menurunkannya dari tali gantungan.

 

Kasus ini dilaporkan ke polisi. Dan pihak tim medis memeriksa tubuh korban I Putu P.

 

“Dari hasil pemeriksan medis, korban sudah dinyatakan tak bernyawa,” jelas sumber polisi di Badung.

 

Menurut sumber ini, dari olah TKP, diketahui bahwa korban I Putu P memiliki riwayat sakit bawaan. Dari pemeriksaan juga tak ditemukan tanda kekerasan. Dengan demikian, diduga kuat motif korban mengakhiri hidupnya karena masalah sakit bawaan yang dideritanya.

 

“Informasi awal dari keluarga terdekat bahwa bahwa kemungkinan korban nekat melakukan upaya bunuh diri dengan cara gantung diri dikarenakan sakit yang selama ini diderita korban yaitu kencing manis, asam urat dan stroke ringan,” terangnya.

 

Secara resmi pihak kepolisian di Badung belum memberikan keterangan. Walau begitu, sumber ini menyebut pihak keluarga pun telah menyatakan iklas atas kematian korban.



I Putu P, 57, seorang paruh baya yang ditemukan tewas gantung diri di garasi mobil diduga karena memiliki motif  tertentu. Sumber di kepolisian pun mengungkap motif warga Desa Mengwi ini nekat bunuh diri.

MARCELLO PAMPURS, Badung

 

BETAPA kagetnya Ni Komang M ketika hendak mengantar anaknya berbelanja ke warung justru melihat sosok yang tergantung di garasi depan rumah. Saat itu, Ni Komang M baru sampai di depan gang rumah. 

 

Karena syok melihat orang tergantung, Ni Komang M pun berteriak histeris. Teriakannya membuat warga sekitar geger. Warga pun keluar rumah dan melihat korban I Putu P tergantung di garasi rumahnya.

 

 

Peristiwa itu berlangsung Selasa (5/4/2022) sekitar pukul 10.00 Wita. Kerabat korban I Putu P dan warga pun bersama-sama menurunkannya dari tali gantungan.

 

Kasus ini dilaporkan ke polisi. Dan pihak tim medis memeriksa tubuh korban I Putu P.

 

“Dari hasil pemeriksan medis, korban sudah dinyatakan tak bernyawa,” jelas sumber polisi di Badung.

 

Menurut sumber ini, dari olah TKP, diketahui bahwa korban I Putu P memiliki riwayat sakit bawaan. Dari pemeriksaan juga tak ditemukan tanda kekerasan. Dengan demikian, diduga kuat motif korban mengakhiri hidupnya karena masalah sakit bawaan yang dideritanya.

 

“Informasi awal dari keluarga terdekat bahwa bahwa kemungkinan korban nekat melakukan upaya bunuh diri dengan cara gantung diri dikarenakan sakit yang selama ini diderita korban yaitu kencing manis, asam urat dan stroke ringan,” terangnya.

 

Secara resmi pihak kepolisian di Badung belum memberikan keterangan. Walau begitu, sumber ini menyebut pihak keluarga pun telah menyatakan iklas atas kematian korban.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/