28.7 C
Denpasar
Monday, November 28, 2022

Pandemi, Banyak Penderita HIV/AIDS di Bali Tak Berobat

DENPASAR – Sejak Pandemi Covid-19 melanda Bali, ternyata banyak penderita HIV/Aids yang malas untuk berobat. Hal ini pun berdampak pada tingginya jumlah kematian kepada para penderita.

 

Hal itu disampaikan Kepala Program Kemediaan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Bali, Yuni Ambara saat berkunjung ke Sekretariat Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Denpasar pada Senin (4/4/2022).

 

“Melihat data Nasional, ternyata 60 persen ODHA (orang dengan HIV/AIDS ) meninggal karena serangan TB. Dan penyebab pokoknya adalah TB laten,” ungkapnya.

 

Hal ini tentu mengkhawatirkan. Sejumlah alat seperti mesin TCM pun kini digencarkan untuk mempercepat proses temuan kasus. Harapannya, angka kematian terhadap ODHA dapat ditekan dengan tindakan pengobatan yang lebih cepat.

Baca Juga:  Pemprov Manut WHO, Menko Luhut; Bali Berhasil Tangani Covid-19

 

Merujuk pada data Dinas Kesehatan Provinsi Bali terbaru, secara komulatif, jumlah kasus HIV dari tahun 1987-2022 di Bali sudah tembus diangka 26.209 orang, terdiri dari 9.983 dalam stadium Aids dan 16.226 dalam stadium HIV.

 

“Semakin banyak ditemukan, semakin baik. Karena semakin mudah untuk kita obati. Sama kayak Covid-19. Semakin banyak ditemukan, semakin mudah untuk mengendalikannya,” ujar Kepala Sekretariat Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Bali AA Ngurah Patria Nugraha yang turut hadir mengunjungi kantor AJI Denpasar.

 

Gung Patria, panggilan akrabnya pun berharap, pasca kasus positif Covid-19 di Bali yang kian turun, perhatian terhadap penderita HIV/Aids kembali bertumbuh dan pengobatan terhadap para penderita pun kembali lancar.

Baca Juga:  Investor Tiongkok Bidik Proyek Tol Denpasar–Buleleng Senilai Rp 3,5 T


DENPASAR – Sejak Pandemi Covid-19 melanda Bali, ternyata banyak penderita HIV/Aids yang malas untuk berobat. Hal ini pun berdampak pada tingginya jumlah kematian kepada para penderita.

 

Hal itu disampaikan Kepala Program Kemediaan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Bali, Yuni Ambara saat berkunjung ke Sekretariat Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Denpasar pada Senin (4/4/2022).

 

“Melihat data Nasional, ternyata 60 persen ODHA (orang dengan HIV/AIDS ) meninggal karena serangan TB. Dan penyebab pokoknya adalah TB laten,” ungkapnya.

 

Hal ini tentu mengkhawatirkan. Sejumlah alat seperti mesin TCM pun kini digencarkan untuk mempercepat proses temuan kasus. Harapannya, angka kematian terhadap ODHA dapat ditekan dengan tindakan pengobatan yang lebih cepat.

Baca Juga:  Atlas Beach Ngaku Hormati Keputusan Pemerintah

 

Merujuk pada data Dinas Kesehatan Provinsi Bali terbaru, secara komulatif, jumlah kasus HIV dari tahun 1987-2022 di Bali sudah tembus diangka 26.209 orang, terdiri dari 9.983 dalam stadium Aids dan 16.226 dalam stadium HIV.

 

“Semakin banyak ditemukan, semakin baik. Karena semakin mudah untuk kita obati. Sama kayak Covid-19. Semakin banyak ditemukan, semakin mudah untuk mengendalikannya,” ujar Kepala Sekretariat Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Bali AA Ngurah Patria Nugraha yang turut hadir mengunjungi kantor AJI Denpasar.

 

Gung Patria, panggilan akrabnya pun berharap, pasca kasus positif Covid-19 di Bali yang kian turun, perhatian terhadap penderita HIV/Aids kembali bertumbuh dan pengobatan terhadap para penderita pun kembali lancar.

Baca Juga:  Kalah Saing Dari DKI Jakarta, PPKM di Bali Masih Bertahan di Level 2

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/