alexametrics
25.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Prof Suyasa Jadi Anggota Kehormatan Korps Menwa Indonesia

DENPASAR, Radar Bali – Sabtu pagi hari ini (5/6), menjadi salah satu hari bersejarah untuk Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Prof. Dr. dr. I Ketut Suyasa, Sp.B, Sp.OT(K). Dia resmi dikukuhkan sebagai Anggota Kehormatan Korps Resimen Mahasiswa (Menwa) Indonesia di Gedung Cakra Vidya Usadha Fakultas Kedokteran Univesitas Udayana, kampus PB Sudirman, Denpasar. Agenda ini dihadiri Ketua Korp Menwa Provinsi Bali Bagus Ngurah Rai.

Pengukuhannya sebagai anggota kehormatan Menwa tersebut berbarengan dengan kegiatan donor darah yang digelar oleh FK Unud yang bekerjasama dengan Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PDDI) Bali. “Hari ini saya diangkat sebagai anggota kehormatan Dengan kesempatan ini saya ucapkan terima kasih,” terangnya.

Baca Juga:  Puluhan Warga Berpakaian Madya Segel Kantor PHDI

“Tentu ini menjadi tantangan ke depannya. Bagaimana Menwa bisa megisi kegiatan mahasiswa dengan positif dan bisa ikut menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia,” tambahnya. Salah satu kegiatan yang terus dilakukan Menwa hingga saat ini adlaah ikut berkontribusi melawan pandemi Covid-19.

Perlu diketahui, Menwa untuk FK Unud tercatat sebanyak 50 orang dan sudah menggandeng Sembilan perguruan tinggi. Suyasa menjelaskan, selama pandemi, Menwa  berkolaborasi dengan beberapa pihak dan menjadi bagian dari Duta Perubahan Perilaku Covid-19.

“Menwa ini bisa memberikan kekuatan yang besar untuk membangun negeri dan menumbuhkan kecintaan terhadap Tanah Air. Masa depan bangsa Indonesia, ke depannya akan dititipkan kepada generasi muda,” ujarnya.

Baca Juga:  Badung Makin Kedodoran; Insentif Pemangku, Sulinggih, Pekaseh Dikepras

Suyasa juga mengapresiasi kegiatan donor darah yang dilakukan dua hari pada Sabtu (5/6) hingga Minggu (6/6). Dari data yang diperoleh, ada sekitar 100 pendonor yang mendonorkan darahnya dalam satu hari kegiatan. Dia melihat rasa empati masyarakat cukup besar di tengah pandemi.

“Ada rasa kebersamaan yang dimiliki setiap orang dalam situasi yang memprihatinkan seperti sekarang. Mereka masih bisa berkarya walaupun hanya menyumbangkan setetes darah kepada bukan hanya pasien Covid-19, tetapi juga masyarakat yang membutuhkan,” tutupnya. 


DENPASAR, Radar Bali – Sabtu pagi hari ini (5/6), menjadi salah satu hari bersejarah untuk Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Prof. Dr. dr. I Ketut Suyasa, Sp.B, Sp.OT(K). Dia resmi dikukuhkan sebagai Anggota Kehormatan Korps Resimen Mahasiswa (Menwa) Indonesia di Gedung Cakra Vidya Usadha Fakultas Kedokteran Univesitas Udayana, kampus PB Sudirman, Denpasar. Agenda ini dihadiri Ketua Korp Menwa Provinsi Bali Bagus Ngurah Rai.

Pengukuhannya sebagai anggota kehormatan Menwa tersebut berbarengan dengan kegiatan donor darah yang digelar oleh FK Unud yang bekerjasama dengan Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PDDI) Bali. “Hari ini saya diangkat sebagai anggota kehormatan Dengan kesempatan ini saya ucapkan terima kasih,” terangnya.

Baca Juga:  Disalip Gianyar, Produksi AMDK PDAM Badung Masih Sebatas Sesumbar

“Tentu ini menjadi tantangan ke depannya. Bagaimana Menwa bisa megisi kegiatan mahasiswa dengan positif dan bisa ikut menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia,” tambahnya. Salah satu kegiatan yang terus dilakukan Menwa hingga saat ini adlaah ikut berkontribusi melawan pandemi Covid-19.

Perlu diketahui, Menwa untuk FK Unud tercatat sebanyak 50 orang dan sudah menggandeng Sembilan perguruan tinggi. Suyasa menjelaskan, selama pandemi, Menwa  berkolaborasi dengan beberapa pihak dan menjadi bagian dari Duta Perubahan Perilaku Covid-19.

“Menwa ini bisa memberikan kekuatan yang besar untuk membangun negeri dan menumbuhkan kecintaan terhadap Tanah Air. Masa depan bangsa Indonesia, ke depannya akan dititipkan kepada generasi muda,” ujarnya.

Baca Juga:  Heboh Jaspel Dokter Disunat, Manajemen RSD Mangusada Buka Fakta Baru

Suyasa juga mengapresiasi kegiatan donor darah yang dilakukan dua hari pada Sabtu (5/6) hingga Minggu (6/6). Dari data yang diperoleh, ada sekitar 100 pendonor yang mendonorkan darahnya dalam satu hari kegiatan. Dia melihat rasa empati masyarakat cukup besar di tengah pandemi.

“Ada rasa kebersamaan yang dimiliki setiap orang dalam situasi yang memprihatinkan seperti sekarang. Mereka masih bisa berkarya walaupun hanya menyumbangkan setetes darah kepada bukan hanya pasien Covid-19, tetapi juga masyarakat yang membutuhkan,” tutupnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/