alexametrics
28.7 C
Denpasar
Monday, August 15, 2022

Sssttt….Ada Orang Tua Dipaksa Beli Seragam

DENPASAR – Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kota Denpasar, AA Susruta Ngurah Putra membeber fakta mencengangkan di PPDB SMP Negeri Kota Denpasar.

Susruta mengungkap masih adanya pemaksaan terhadap orang tua untuk membeli perlengakapan sekolah di tempat tertentu.

Seperti membeli buku, dan seragam sekolah. Menurut Susruta, kejadian itu terjadi di salah satu sekolah negeri di Denpasar.

“Ada penggiringan orang tua agar membeli peralatan sekolah di tempat tertentu. Nilainya sampai Rp 700 ribu lebih,” beber Susruta.

Politikus asal Puri Gerenceng itu berharap Dinas Pendidikan melakukan evaluasi kepada semua kepala sekolah.

Orang tua harus diberi kebebasan dalam membeli perlatan sekolah. Sebab, banyak orang tua yang tidak membeli seragam baru karena masih memakai seragam lama milik anak atau saudara.

Baca Juga:  BMKG Pastikan Bukan Gempa Bumi, Bunyi Ledakan Terdeteksi 3-4 Detik

“Jangan sampai maunya sekolah di sekolah negeri biar ringan, ini malah mahal. Kan kasihan orang yang tidak mampu,” sentilnya.

Menanggapi hal itu, Kadisdikpora Denpasar Wayan Gunawan melarang keras kepala sekolah mengarahkan apalagi memaksa orang tua membeli perlengkapan sekolah di tempat tertentu.

“Kalau memberi informasi boleh, tapi kalau menggiring atau memaksa itu tidak boleh,” tegas Gunawan.

Belum lama ini Gunawan mengaku sudah mengumpulkan seluruh kepala sekolah di Kota Denpasar. Pihaknya juga mengundang bagian Reskrim Polda Bali dan Kejari Denpasar.

“Kami sudah ingatkan kepada semua kepala sekolah, karena kepala sekolah digaji negara maka tidak boleh memaksa,” tukasnya



DENPASAR – Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kota Denpasar, AA Susruta Ngurah Putra membeber fakta mencengangkan di PPDB SMP Negeri Kota Denpasar.

Susruta mengungkap masih adanya pemaksaan terhadap orang tua untuk membeli perlengakapan sekolah di tempat tertentu.

Seperti membeli buku, dan seragam sekolah. Menurut Susruta, kejadian itu terjadi di salah satu sekolah negeri di Denpasar.

“Ada penggiringan orang tua agar membeli peralatan sekolah di tempat tertentu. Nilainya sampai Rp 700 ribu lebih,” beber Susruta.

Politikus asal Puri Gerenceng itu berharap Dinas Pendidikan melakukan evaluasi kepada semua kepala sekolah.

Orang tua harus diberi kebebasan dalam membeli perlatan sekolah. Sebab, banyak orang tua yang tidak membeli seragam baru karena masih memakai seragam lama milik anak atau saudara.

Baca Juga:  Mobil Wisatawan Jakarta Seruduk Pejalan Kaki di Kuta hingga Sekarat

“Jangan sampai maunya sekolah di sekolah negeri biar ringan, ini malah mahal. Kan kasihan orang yang tidak mampu,” sentilnya.

Menanggapi hal itu, Kadisdikpora Denpasar Wayan Gunawan melarang keras kepala sekolah mengarahkan apalagi memaksa orang tua membeli perlengkapan sekolah di tempat tertentu.

“Kalau memberi informasi boleh, tapi kalau menggiring atau memaksa itu tidak boleh,” tegas Gunawan.

Belum lama ini Gunawan mengaku sudah mengumpulkan seluruh kepala sekolah di Kota Denpasar. Pihaknya juga mengundang bagian Reskrim Polda Bali dan Kejari Denpasar.

“Kami sudah ingatkan kepada semua kepala sekolah, karena kepala sekolah digaji negara maka tidak boleh memaksa,” tukasnya


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/