alexametrics
27.6 C
Denpasar
Tuesday, July 5, 2022

Bali Siap Hadapi Bencana, Pak Gub Minta 5 Negara Cabut Travel Warning

RadarBali.com – Dampak kenaikan aktivitas Gunung Agung mulai terasa di sektor pariwisata. Beberapa wisatawan mancanegara (wisman) dari beberapa negara mulai membatalkan kunjungannya ke Bali.

Pada bulan Oktober bahkan potensi cancel wisman yang datang ke Bali bisa mencapai 70 ribu lebih. Kondisi ini jelas tak bisa dibiarkan begitu saja.

Karena itu, Gubernur Bali Made Mangku Pastika berinisiatif mengundang 33 konsulat jenderal (Konjen) dari masing-masing perwakilan negara yang ada di Bali.

Kepada awak media, Pastika menjelaskan pertemuan tersebut untuk menjelaskan situasi Gunung Agung terkini dengan berbagai kemungkinan potensi yang akan terjadi.

Status awas yang ia sampaikan tersebut, juga dibarengi dengan penjelasan kondisi Gunung Agung yang saat ini menunjukkan penurunan gejolak.

“Seandainya pun terjadi letusan, manajemen pengendalian bencana kami lakukan dengan sebaik-baiknya. Dan tidak ada korban jiwa,” ujar Gubernur Pastika usai menggelar pertemuan di Ruang Praja Sabha, Kantor Pemprov Bali kemarin.

Di hadapan puluhan Konjen tersebut, Gubernur Pastika mengatakan, radius yang termasuk dalam zona merah di radius 12 kilometer sudah dikosongkan untuk mengungsi.

Keyakinan tidak akan ada korban jiwa yang ia ungkapkan didukung dari alat pendeteksi dini yang sangat canggih.

“Early detection (deteksi dini) dan warning detection (deteksi peringatan) sudah ada. Sehingga tidak ada warga yang tidak akan mendapat informasi kalau terjadi letusan,” jelasnya.

Jaminan keamanan yang ia ungkapkan, karena dari 78 desa yang ada di Karangasem hanya 28 saja yang berpotensi terkena dampak jika terjadi letusan.

Sedangkan 50 lainnya dipastikan aman. “Kalau berbicara Bali, jumlah desa ada 718 desa. Sangat aman,” kata Pastika.

Pensiunan bintang tiga korps baju coklat ini meminta agar lima negara (Amerika, Australia, New Zealand, Singapura dan Inggris) untuk mencabut travel warning ini.

“Karena toh tidak semua tempat yang terkena dampak, dan kelihatannya dicabut,” ucap Gubernur kelahiran 1951 silam ini.

Dalam pertemuan tersebut, dari 35 konjen yang diundang, hanya dua yang tidak hadir yakni Brasil dan Srilangka dengan alasan sakit. 



RadarBali.com – Dampak kenaikan aktivitas Gunung Agung mulai terasa di sektor pariwisata. Beberapa wisatawan mancanegara (wisman) dari beberapa negara mulai membatalkan kunjungannya ke Bali.

Pada bulan Oktober bahkan potensi cancel wisman yang datang ke Bali bisa mencapai 70 ribu lebih. Kondisi ini jelas tak bisa dibiarkan begitu saja.

Karena itu, Gubernur Bali Made Mangku Pastika berinisiatif mengundang 33 konsulat jenderal (Konjen) dari masing-masing perwakilan negara yang ada di Bali.

Kepada awak media, Pastika menjelaskan pertemuan tersebut untuk menjelaskan situasi Gunung Agung terkini dengan berbagai kemungkinan potensi yang akan terjadi.

Status awas yang ia sampaikan tersebut, juga dibarengi dengan penjelasan kondisi Gunung Agung yang saat ini menunjukkan penurunan gejolak.

“Seandainya pun terjadi letusan, manajemen pengendalian bencana kami lakukan dengan sebaik-baiknya. Dan tidak ada korban jiwa,” ujar Gubernur Pastika usai menggelar pertemuan di Ruang Praja Sabha, Kantor Pemprov Bali kemarin.

Di hadapan puluhan Konjen tersebut, Gubernur Pastika mengatakan, radius yang termasuk dalam zona merah di radius 12 kilometer sudah dikosongkan untuk mengungsi.

Keyakinan tidak akan ada korban jiwa yang ia ungkapkan didukung dari alat pendeteksi dini yang sangat canggih.

“Early detection (deteksi dini) dan warning detection (deteksi peringatan) sudah ada. Sehingga tidak ada warga yang tidak akan mendapat informasi kalau terjadi letusan,” jelasnya.

Jaminan keamanan yang ia ungkapkan, karena dari 78 desa yang ada di Karangasem hanya 28 saja yang berpotensi terkena dampak jika terjadi letusan.

Sedangkan 50 lainnya dipastikan aman. “Kalau berbicara Bali, jumlah desa ada 718 desa. Sangat aman,” kata Pastika.

Pensiunan bintang tiga korps baju coklat ini meminta agar lima negara (Amerika, Australia, New Zealand, Singapura dan Inggris) untuk mencabut travel warning ini.

“Karena toh tidak semua tempat yang terkena dampak, dan kelihatannya dicabut,” ucap Gubernur kelahiran 1951 silam ini.

Dalam pertemuan tersebut, dari 35 konjen yang diundang, hanya dua yang tidak hadir yakni Brasil dan Srilangka dengan alasan sakit. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/