30.4 C
Denpasar
Thursday, December 8, 2022

Aduh! Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan Overkapasitas, Ini Kata Kalapas

DENPASAR – Plt. Kalapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan Ni Luh Putu Andiyani tak bisa berbuat banyak, selain berkeluh kesah dengan pemerintah daerah. Ia mengadu bahwa Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Kerobokan yang saat ini sudah melebihi kapasitas.

Andiyani pun menemui Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace). Dijelaskannya, bangunan Lapas Perempuan yang berdiri di atas lahan 20 are itu saat ini dihuni oleh 216 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

“Padahal, bangunan itu sejatinya hanya diperuntukkan bagi 120 WBP. Jadi kelebihan kapasitasnya hampir mencapai 100 persen,” ucapnya pada Selasa (4/10/2022).

Yang lebih memprihatinkan, Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan saat ini juga menampung 2 orang WBP yang tengah hamil dan tiga bayi yang mengikuti sang ibu. Balita itu masing-masing berusia 2,3 dan 8 bulan.

Baca Juga:  [Pertama di Indonesia] Badan Pom Terbitkan Izin Edar untuk Arak Bali

Selain over capacity, Lapas Perempuan ini belum dilengkapi tempat ibadah yang memadai. Terkait dengan kondisi ini, Andiyani sangat berharap perhatian Pemprov Bali. Salah satu perhatian yang diharapkan adalah dukungan penyediaan lahan untuk relokasi Lapas. “Untuk dana pembangunan telah dialokasikan oleh Kementerian,” ungkapnya.

Apa yang disampaikan Plt. Kalapas dibenarkan Kepala Biro Hukum Setda Provinsi Bali Ida Bagus Gede Sudarsana yang sempat meninjau kondisi lapas. Dari pengamatannya, Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan memang sudah sangat tidak representatif.

Menanggapi hal itu, Wagub Cok Ace menyampaikan rasa prihatin. Kendati secara hirarki pengelolaan Lapas ada di bawah Kementerian Hukum dan HAM RI, namun menurutnya rasa kemanusiaan harus tetap dikedepankan dalam menyikapi kondisi ini.

Baca Juga:  Distan Denpasar Tiba-Tiba Cek Unggas di Pasar Kumbasari, Ada Apa?

Terlebih, saat ini Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan juga menampung WBP hamil dan juga bayi yang terpaksa harus diajak oleh sang ibu. “Anak-anak itu harus mendapat perhatian, karena mereka masa depan bangsa,” ungkap Wagub Cok Ace yang dalam kesempatan itu juga didampingi Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra Putra.

Wagub Cok Ace pun akan melapor kepada Gubernur Bali terkait bentuk perhatian apa yang bisa diberikan Pemprov. Selain itu, dalam waktu dekat ia berencana turun meninjau Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan.






Reporter: I Wayan Widyantara


DENPASAR – Plt. Kalapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan Ni Luh Putu Andiyani tak bisa berbuat banyak, selain berkeluh kesah dengan pemerintah daerah. Ia mengadu bahwa Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Kerobokan yang saat ini sudah melebihi kapasitas.

Andiyani pun menemui Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace). Dijelaskannya, bangunan Lapas Perempuan yang berdiri di atas lahan 20 are itu saat ini dihuni oleh 216 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

“Padahal, bangunan itu sejatinya hanya diperuntukkan bagi 120 WBP. Jadi kelebihan kapasitasnya hampir mencapai 100 persen,” ucapnya pada Selasa (4/10/2022).

Yang lebih memprihatinkan, Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan saat ini juga menampung 2 orang WBP yang tengah hamil dan tiga bayi yang mengikuti sang ibu. Balita itu masing-masing berusia 2,3 dan 8 bulan.

Baca Juga:  PDIP Buleleng Siap Amankan Rekomendasi DPP, PAS; Kami Akan Kawal

Selain over capacity, Lapas Perempuan ini belum dilengkapi tempat ibadah yang memadai. Terkait dengan kondisi ini, Andiyani sangat berharap perhatian Pemprov Bali. Salah satu perhatian yang diharapkan adalah dukungan penyediaan lahan untuk relokasi Lapas. “Untuk dana pembangunan telah dialokasikan oleh Kementerian,” ungkapnya.

Apa yang disampaikan Plt. Kalapas dibenarkan Kepala Biro Hukum Setda Provinsi Bali Ida Bagus Gede Sudarsana yang sempat meninjau kondisi lapas. Dari pengamatannya, Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan memang sudah sangat tidak representatif.

Menanggapi hal itu, Wagub Cok Ace menyampaikan rasa prihatin. Kendati secara hirarki pengelolaan Lapas ada di bawah Kementerian Hukum dan HAM RI, namun menurutnya rasa kemanusiaan harus tetap dikedepankan dalam menyikapi kondisi ini.

Baca Juga:  Diskriminasi Pasien, Pak Gub: Kalau Mau Nyari Duit Jangan Disana

Terlebih, saat ini Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan juga menampung WBP hamil dan juga bayi yang terpaksa harus diajak oleh sang ibu. “Anak-anak itu harus mendapat perhatian, karena mereka masa depan bangsa,” ungkap Wagub Cok Ace yang dalam kesempatan itu juga didampingi Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra Putra.

Wagub Cok Ace pun akan melapor kepada Gubernur Bali terkait bentuk perhatian apa yang bisa diberikan Pemprov. Selain itu, dalam waktu dekat ia berencana turun meninjau Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan.






Reporter: I Wayan Widyantara

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/