alexametrics
27.9 C
Denpasar
Friday, August 12, 2022

Diterjang Puting Beliung, 24 Rumah dan 10 Pelinggih di Badung Rusak

MANGUPURA – Cuaca buruk, tampaknya, masih harus diwaspadai krama Bali. Pasalnya, tak ada tanda-tanda sebelumnya, angin puting beliung menerjang warga Banjar Pegending, Desa Dalung, Kuta Utara, Badung, kemarin sore.

Puluhan rumah dan pelinggih merajan warga setempat rusak akibat diterjang angin dengan kecepatan tinggi ini.

Bendesa Adat Dalung I Nyoman Widana mengaku belum memutuskan ritual keagamaan apa yang akan dilakukan setelah bencana alam ini.

“Kami mohon petunjuk dulu, nanti apa pun keputusannya kita jalankan di tingkat adat,” kata Nyoman Widana kemarin.

Pihaknya berharap pemerintah memperhatikan  dan bila perlu segera diperbaiki. “Kami harapkan prosedurnya dipersingkat dalam memberikan bantuan.

Karena pengalaman kami sebelumnya, masyarakat tidak sabar menunggu bantuan pemerintah, akhirnya dia perbaiki sendiri. Kami harap pemerintah bisa segera membantu warga kami di sini,” jelasnya.

Baca Juga:  Tsunami 20 Meter Ancam Bali, BMKG Minta Pemda Mitigasi Bencana

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Badung Ni Nyoman Ermy Setiari, mengaku sudah melakukan pendataan terhadap kerusakan akibat musibah angin puting beliung.

“Sesuai tugas dari Bidang Kedaruratan dan Logistik, kami lakukan pendataan di lapangan. Sementara rumah yang rusak ada 24 unit dan palinggih sebanyak 10 unit di lima tempat berbeda,” ungkapnya.

Mengenai penanganan pasca bencana, ia mengakui menunggu laporan resmi dari desa. Namun, untuk penanganan jangka pendek, pihaknya akan fokus melakukan pembenahan atap rumah yang rusak, mengingat saat ini musim penghujan.

“Tadi disepakati dengan pihak kelian juga supaya warga melakukan perbaikan sendiri dulu. Nanti selanjutnya dilaporkan berapa biaya pengeluarannya,” terangnya.

Baca Juga:  Ngeri! Lima Kelurahan di Kuta Dikepung Banjir

Lebih lanjut, untuk kerusakan seperti palinggih, atau selain rumah, nanti juga melalui proposal. Kelian akan membuat laporan secara resmi ke BPBD.

Selanjutnya, permohonan itu akan diproses di BPBD. “Namun tergantung juga anggaran yang tersedia,” pungkasnya.



MANGUPURA – Cuaca buruk, tampaknya, masih harus diwaspadai krama Bali. Pasalnya, tak ada tanda-tanda sebelumnya, angin puting beliung menerjang warga Banjar Pegending, Desa Dalung, Kuta Utara, Badung, kemarin sore.

Puluhan rumah dan pelinggih merajan warga setempat rusak akibat diterjang angin dengan kecepatan tinggi ini.

Bendesa Adat Dalung I Nyoman Widana mengaku belum memutuskan ritual keagamaan apa yang akan dilakukan setelah bencana alam ini.

“Kami mohon petunjuk dulu, nanti apa pun keputusannya kita jalankan di tingkat adat,” kata Nyoman Widana kemarin.

Pihaknya berharap pemerintah memperhatikan  dan bila perlu segera diperbaiki. “Kami harapkan prosedurnya dipersingkat dalam memberikan bantuan.

Karena pengalaman kami sebelumnya, masyarakat tidak sabar menunggu bantuan pemerintah, akhirnya dia perbaiki sendiri. Kami harap pemerintah bisa segera membantu warga kami di sini,” jelasnya.

Baca Juga:  Tsunami 20 Meter Ancam Bali, BMKG Minta Pemda Mitigasi Bencana

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Badung Ni Nyoman Ermy Setiari, mengaku sudah melakukan pendataan terhadap kerusakan akibat musibah angin puting beliung.

“Sesuai tugas dari Bidang Kedaruratan dan Logistik, kami lakukan pendataan di lapangan. Sementara rumah yang rusak ada 24 unit dan palinggih sebanyak 10 unit di lima tempat berbeda,” ungkapnya.

Mengenai penanganan pasca bencana, ia mengakui menunggu laporan resmi dari desa. Namun, untuk penanganan jangka pendek, pihaknya akan fokus melakukan pembenahan atap rumah yang rusak, mengingat saat ini musim penghujan.

“Tadi disepakati dengan pihak kelian juga supaya warga melakukan perbaikan sendiri dulu. Nanti selanjutnya dilaporkan berapa biaya pengeluarannya,” terangnya.

Baca Juga:  Mimih, Istirahat Pagi, Pelajar SDN 1 Dauh Yeh Cani Keracunan Massal

Lebih lanjut, untuk kerusakan seperti palinggih, atau selain rumah, nanti juga melalui proposal. Kelian akan membuat laporan secara resmi ke BPBD.

Selanjutnya, permohonan itu akan diproses di BPBD. “Namun tergantung juga anggaran yang tersedia,” pungkasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/