alexametrics
28.7 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

RICUH! Pecalang Bubarkan Paksa Aksi Demonstrasi Mahasiswa Papua

DENPASAR – Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Komite Kota Bali dibubarkan secara paksa oleh aparat kepolisian dan pecalang Tanjung Bungkak, Denpasar.

Menurut rencana, para demonstran yang mayoritas dari Papua itu berencana menggelar aksi di parkiran timur, Lapangan Renon, Denpasar, Sabtu (6/7) sekitar pukul 10.00.

Dalam aksi yang melibatkan lebih dari 40 orang mahasiswa Papua tersebut, mereka membawa sejumlah poster yang bertuliskan pernyataan sikap yang mereka suarakan dalam aksi.

Awalnya dalam agendanya, mereka seharusnya akan menggelar aksi di depan Konsulat Amerika di Jalan Hayam Wuruk, sebelah Plaza Renon.

Namun, baru saja merencanakan akan memulai aksi dengan cara long march dari lapangan timur Renon, mereka sudah dicegat terlebih dahulu oleh PecalangTanjung Bungkak.

Baca Juga:  TERUNGKAP! Ini Alasan Gubernur Koster Ngebet Bangun Dermaga Sanur

Kericuhan sempat terjadi. Para peserta demo yang dipaksa membubarkan diri tetap bersikukuh untuk tetap menggelar aksi.

Aksi tarik menarik pun terus terjadi. Para peserta aksi ditarik paksa oleh pecalang dan juga aparat.

Kejadian ini juga ditonton banyak nasyarakat lain yang saat itu juga memadati lapangan Renon. Bahkan, tidak sedikit dari para peserta demo yang mendapatkan kekerasan secara fisik.

Karena situasi semakin panas, pihak berwajib akhirnya memberikan kesempatan kepada Aliansi Mahasiswa Papua untuk membacakan tuntutannya.

Setelah membacakan tuntutannya, massa akhirnya membubarkan diri. Kabagops Polresta Denpasar Kompol Nyoman Gatra mengatakan,

jika dikaitkan dengan undang-undang perihal penyampaian pendapat, para peserta demo susah tergolong melanggar.

Baca Juga:  Idul Adha, Ribuan Jamaah Doakan Korban Gempa Lombok

“Karena dalam orasinya, mereka ini menyerukan anti persatuan,” ujar Kompol Gatra saat diwawancarai di lokasi kejadian setelah aksi demonstrasi tersebut.

“Tapi, berkat kerjasama TNI polri dan komunitas masyatakat, untuk hari ini mereka membubarkan diri. Mereka mahasiswa agar menggunakan waktunya untuk belajar,” tandas Kompol Gatra. 



DENPASAR – Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Komite Kota Bali dibubarkan secara paksa oleh aparat kepolisian dan pecalang Tanjung Bungkak, Denpasar.

Menurut rencana, para demonstran yang mayoritas dari Papua itu berencana menggelar aksi di parkiran timur, Lapangan Renon, Denpasar, Sabtu (6/7) sekitar pukul 10.00.

Dalam aksi yang melibatkan lebih dari 40 orang mahasiswa Papua tersebut, mereka membawa sejumlah poster yang bertuliskan pernyataan sikap yang mereka suarakan dalam aksi.

Awalnya dalam agendanya, mereka seharusnya akan menggelar aksi di depan Konsulat Amerika di Jalan Hayam Wuruk, sebelah Plaza Renon.

Namun, baru saja merencanakan akan memulai aksi dengan cara long march dari lapangan timur Renon, mereka sudah dicegat terlebih dahulu oleh PecalangTanjung Bungkak.

Baca Juga:  Balap Liar Minggu Dini Hari, 31 Pelajar ABG Diciduk Tim Gabungan

Kericuhan sempat terjadi. Para peserta demo yang dipaksa membubarkan diri tetap bersikukuh untuk tetap menggelar aksi.

Aksi tarik menarik pun terus terjadi. Para peserta aksi ditarik paksa oleh pecalang dan juga aparat.

Kejadian ini juga ditonton banyak nasyarakat lain yang saat itu juga memadati lapangan Renon. Bahkan, tidak sedikit dari para peserta demo yang mendapatkan kekerasan secara fisik.

Karena situasi semakin panas, pihak berwajib akhirnya memberikan kesempatan kepada Aliansi Mahasiswa Papua untuk membacakan tuntutannya.

Setelah membacakan tuntutannya, massa akhirnya membubarkan diri. Kabagops Polresta Denpasar Kompol Nyoman Gatra mengatakan,

jika dikaitkan dengan undang-undang perihal penyampaian pendapat, para peserta demo susah tergolong melanggar.

Baca Juga:  Berulangkali Dar…Der…Dor…Warga Sempat Menduga Polisi Menembak Teroris

“Karena dalam orasinya, mereka ini menyerukan anti persatuan,” ujar Kompol Gatra saat diwawancarai di lokasi kejadian setelah aksi demonstrasi tersebut.

“Tapi, berkat kerjasama TNI polri dan komunitas masyatakat, untuk hari ini mereka membubarkan diri. Mereka mahasiswa agar menggunakan waktunya untuk belajar,” tandas Kompol Gatra. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/