alexametrics
25.4 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

TERUNGKAP! Mahasiswa Papua Demo di Bali untuk Peringati Biak Berdarah

DENPASAR – Meski sempat terjadi kericuhan dan dibubarkan paksa oleh kelompok ormas, pecalang Desa Adat Tanjung Bungkak, dan polisi,

Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Komite Kota Bali tetap bersikukuh melakukan aksi demonstrasi di parkiran timur, Lapangan Renon, Denpasar, Sabtu (6/7) pagi.

Aksi yang dimulai sekitar pukul 09.30 pagi ini awalnya akan digelar di depan Konsulat Jenderal Amerika di Jalan Hayam Wuruk, Denpasar.

Namun, aksi mereka terpaksa hanya dilakukan di parkiran timur Lapangan Renon. Demonstrasi ini sendiri merela gelar dalam rangka memperingati Peristiwa Biak Berdarah.

Peristiwa Biak Berdarah terjadi pada 6 Juli 1998 silam di Kota Biak, Papua. Koordinator Aksi, Yesaya menuturkan,

bahwa dalam peristiwa tersebut aparat melakukan aksi berlebihan saat ratusan masyarakat mengibarkan bendera Bintang Kejora.

Baca Juga:  Disdikpora: Sekolah Tak Boleh Ambil Alih, Serahkan kepada Orang Tua

Akibatnya 8 orang dinyatakan tewas, 8 orang dinyatakan hilang dan 4 orang lainnya mengalami luka berat, 33 orang ditahan sewenang wenang,

150 orang mengalani penyiksaan, dan ditemukan ada 32 mayat misterius ditemukan hingga terdampar di perairan Papua New Guinewa.

“Hari ini genap 21 tahun berlalu tanpa proses penyelesaian kasus dan pembiaran terhadap aparat negara sebagai pelaku pembantaian tersebut,” kata Yesasa usai aksi.

Menurutnya, tindakan memelihara dan melindungi pelaku pelanggaran HAM justru melanggengi kepentingan akses eksploitasi sumber daya alam.

Masifnya perampasan tanah-tanah adat disertai masifnya aksi penangkapan terhadap aktivis Papua. “Militer di bawah kontrol negara juga terus melakukan pelanggaran HAM, hingga pembunuhan,” tudingnya.

Aksi demonstrasi yang melibatkan lebih dari 40 orang mahasiswa Papua ini mendapatkan penjagaan ketat dari aparat kepolisian.

Baca Juga:  OMG! Selain Bodong, Para Pengasuh TPA PHC Hanya Lulusan SMP dan SMA

Kabagops Polresta Denpasar Kompol Nyoman Gatra menuturkan, aksi demonstrasi ini telah diiberitahukan kepada aparat kepolisian lewat surat yang dikirim sebelum aksi.

“Di surat pemberitahuannya ada 40 orang tetapi yang datang lebih. Kami sebagai aparat mengimbau agar mereka ini di Bali ikut menjaga kondisi, apalagi Bali adalah daerah tujuan pariwisata dunia,” paparnya.



DENPASAR – Meski sempat terjadi kericuhan dan dibubarkan paksa oleh kelompok ormas, pecalang Desa Adat Tanjung Bungkak, dan polisi,

Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Komite Kota Bali tetap bersikukuh melakukan aksi demonstrasi di parkiran timur, Lapangan Renon, Denpasar, Sabtu (6/7) pagi.

Aksi yang dimulai sekitar pukul 09.30 pagi ini awalnya akan digelar di depan Konsulat Jenderal Amerika di Jalan Hayam Wuruk, Denpasar.

Namun, aksi mereka terpaksa hanya dilakukan di parkiran timur Lapangan Renon. Demonstrasi ini sendiri merela gelar dalam rangka memperingati Peristiwa Biak Berdarah.

Peristiwa Biak Berdarah terjadi pada 6 Juli 1998 silam di Kota Biak, Papua. Koordinator Aksi, Yesaya menuturkan,

bahwa dalam peristiwa tersebut aparat melakukan aksi berlebihan saat ratusan masyarakat mengibarkan bendera Bintang Kejora.

Baca Juga:  Gencar Razia Kendaraan Pemudik, Ini Peringatan Polda Baliā€¦

Akibatnya 8 orang dinyatakan tewas, 8 orang dinyatakan hilang dan 4 orang lainnya mengalami luka berat, 33 orang ditahan sewenang wenang,

150 orang mengalani penyiksaan, dan ditemukan ada 32 mayat misterius ditemukan hingga terdampar di perairan Papua New Guinewa.

“Hari ini genap 21 tahun berlalu tanpa proses penyelesaian kasus dan pembiaran terhadap aparat negara sebagai pelaku pembantaian tersebut,” kata Yesasa usai aksi.

Menurutnya, tindakan memelihara dan melindungi pelaku pelanggaran HAM justru melanggengi kepentingan akses eksploitasi sumber daya alam.

Masifnya perampasan tanah-tanah adat disertai masifnya aksi penangkapan terhadap aktivis Papua. “Militer di bawah kontrol negara juga terus melakukan pelanggaran HAM, hingga pembunuhan,” tudingnya.

Aksi demonstrasi yang melibatkan lebih dari 40 orang mahasiswa Papua ini mendapatkan penjagaan ketat dari aparat kepolisian.

Baca Juga:  Kasus Covid-19 di Badung Merangkak Naik Terus

Kabagops Polresta Denpasar Kompol Nyoman Gatra menuturkan, aksi demonstrasi ini telah diiberitahukan kepada aparat kepolisian lewat surat yang dikirim sebelum aksi.

“Di surat pemberitahuannya ada 40 orang tetapi yang datang lebih. Kami sebagai aparat mengimbau agar mereka ini di Bali ikut menjaga kondisi, apalagi Bali adalah daerah tujuan pariwisata dunia,” paparnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/