alexametrics
28.7 C
Denpasar
Sunday, August 14, 2022

Klaster Keluarga & PPDD Penyumbang Tertinggi Kasus Corona di Denpasar

DENPASAR – Kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar terus bertambah. Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Denpasar mencatat ada penambahan 21 kasus positif.

Dari 21 kasus positif tersebut, dua orang berstatus orang tanpa gejala (OTG), dan 19 lainnya punya riwayat sebagai pelaku perjalanan dalam daerah (PPDD).

Selain penambahan kasus positif, GTPP Covid-19 Denpasar mencatat ada penambahan pasien sembuh sebanyak 10 orang.

GTPP Covid-19 juga melaporkan satu orang pasien meninggal dunia. Pasien tersebut adalah dr. Nyoman Suteja, Direktur Puri Raharja, Denpasar, yang berdomisili di Desa Dauh Puri Kaja, yang meninggal di RS PTN Unud.

“Kabar duka, 1 orang pasien Covid-19 Kota Denpasar meninggal dunia, pasien positif bertambah 21 Orang, dan pasien sembuh juga bertambah 10 orang,” ujar Jubir GTPP Covid-19 Dewa Gede Rai.

Menurut Dewa Rai, kasus positif baru di internal keluarga dan pasien positif dengan riwayat perjalanan dalam daerah mulai menunjukan peningkatan.

Baca Juga:  Tiga Kerabat Mantan Pejabat Pemkab Klungkung Positif Covid-19

Kedua klaster baru inilah yang patut kita waspadai bersama, mengingat adanya mobilitas penduduk yang cukup tinggi di Kota Denpasar. 

“Masyarakat diharapkan lebih waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, termasuk dalam lingkup rumah tangga dan lingkungan sekitar rumah,

mengingat dua klaster yakni klaster keluarga dan perjalanan dalam daerah mulai mendominasi, hal ini mengingat arus mobilitas di Denpasar sangat tinggi.

Karena itu, bagi yang mendapati ada penduduk baru agar segera melapor ke Kadus, Kaling atau Perbekel agar bisa dipantau kondisinya,” ujar Dewa Rai.

Melihat perkembangan kasus ini, Dewa Rai kembali mengingatkan agar semua pihak ikut berpartisipasi untuk mencegah penularan Covid-19 tidak semakin meluas.

Selain kasus positif, keberadan Orang Tanpa Gejala (OTG) hasil tracking Tim juga mengalami peningkatan dan menjadi ancaman penularan baru untuk itu perlu  tetap meningkatkan kewaspadaan. 

Baca Juga:  Duh, Masih Ada yang Tak Pakai Masker, Polres Klungkung Turun Tangan

Secara kumulatif Dewa Rai, menjelaskan kasus Covid 19 di Kota Denpasar sebanyak 699 kasus positif. Rincianya adalah 268 orang sembuh, 12 orang meninggal dunia, dan 419 orang masih dalam perawatan.

Sementara keberadaan Orang Tanpa Gejala (OTG) hasil tracing GTPP secara kumulatif sebanyak 2.043 kasus, namun  dinyatakan sehat setelah isolasi mandiri 597, sehingga tersisa 1.446 OTG.

Orang Dalam Pemantauan (ODP) secara akumulatif tercatat 328 kasus, namun sudah menjalani isolasi mandiri dan dinyatakan sehat sebanyak 277, sehingga masih tersisa 51 ODP. 

Dan, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) secara akumulatif sebanyak 130 kasus, namun 48 orang sudah  dinyatakan negatif setelah menjalani swab test, sehingga tersisa 82 yang berstatus PDP.



DENPASAR – Kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar terus bertambah. Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Denpasar mencatat ada penambahan 21 kasus positif.

Dari 21 kasus positif tersebut, dua orang berstatus orang tanpa gejala (OTG), dan 19 lainnya punya riwayat sebagai pelaku perjalanan dalam daerah (PPDD).

Selain penambahan kasus positif, GTPP Covid-19 Denpasar mencatat ada penambahan pasien sembuh sebanyak 10 orang.

GTPP Covid-19 juga melaporkan satu orang pasien meninggal dunia. Pasien tersebut adalah dr. Nyoman Suteja, Direktur Puri Raharja, Denpasar, yang berdomisili di Desa Dauh Puri Kaja, yang meninggal di RS PTN Unud.

“Kabar duka, 1 orang pasien Covid-19 Kota Denpasar meninggal dunia, pasien positif bertambah 21 Orang, dan pasien sembuh juga bertambah 10 orang,” ujar Jubir GTPP Covid-19 Dewa Gede Rai.

Menurut Dewa Rai, kasus positif baru di internal keluarga dan pasien positif dengan riwayat perjalanan dalam daerah mulai menunjukan peningkatan.

Baca Juga:  Bali Dilanda Corona, Puluhan Bule Ini Malah Gelar Pesta Besar di Vila

Kedua klaster baru inilah yang patut kita waspadai bersama, mengingat adanya mobilitas penduduk yang cukup tinggi di Kota Denpasar. 

“Masyarakat diharapkan lebih waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, termasuk dalam lingkup rumah tangga dan lingkungan sekitar rumah,

mengingat dua klaster yakni klaster keluarga dan perjalanan dalam daerah mulai mendominasi, hal ini mengingat arus mobilitas di Denpasar sangat tinggi.

Karena itu, bagi yang mendapati ada penduduk baru agar segera melapor ke Kadus, Kaling atau Perbekel agar bisa dipantau kondisinya,” ujar Dewa Rai.

Melihat perkembangan kasus ini, Dewa Rai kembali mengingatkan agar semua pihak ikut berpartisipasi untuk mencegah penularan Covid-19 tidak semakin meluas.

Selain kasus positif, keberadan Orang Tanpa Gejala (OTG) hasil tracking Tim juga mengalami peningkatan dan menjadi ancaman penularan baru untuk itu perlu  tetap meningkatkan kewaspadaan. 

Baca Juga:  Deteksi Bibit Siklon Tropis, BMKG Ingatkan Waspada Hujan Angin di Bali

Secara kumulatif Dewa Rai, menjelaskan kasus Covid 19 di Kota Denpasar sebanyak 699 kasus positif. Rincianya adalah 268 orang sembuh, 12 orang meninggal dunia, dan 419 orang masih dalam perawatan.

Sementara keberadaan Orang Tanpa Gejala (OTG) hasil tracing GTPP secara kumulatif sebanyak 2.043 kasus, namun  dinyatakan sehat setelah isolasi mandiri 597, sehingga tersisa 1.446 OTG.

Orang Dalam Pemantauan (ODP) secara akumulatif tercatat 328 kasus, namun sudah menjalani isolasi mandiri dan dinyatakan sehat sebanyak 277, sehingga masih tersisa 51 ODP. 

Dan, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) secara akumulatif sebanyak 130 kasus, namun 48 orang sudah  dinyatakan negatif setelah menjalani swab test, sehingga tersisa 82 yang berstatus PDP.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/