alexametrics
27.6 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Bali Blackout Jelang IMF – WB Meeting, Ini Rencana Besar PLN…

DENPASAR – Insiden pemadaman listrik total (blackout) yang terjadi kemarin mengguncang perekonomian Bali.

Masyarakat, apalagi pelaku ekonomi menjerit. Bahkan, pelanggan nekat mendatangi kantor PLN untuk menanyakan, apa yang terjadi.

“Karena saya punya usaha yang mengutamakan listrik makanya khawatir pemadaman berlangsung lama. Itu sangat merugikan usaha saya,” kata Andriani, salah satu pelanggan PLN.

Manager Distribusi PT. PLN Distribusi Bali Eko Mulyo mengatakan, insiden blackout berawal dari gangguan transmisi PLTU Pacitan dengan kapasitas 315 megawatt (MW).

Gangguan merembet ke PLTU Paiton yang mengakibatkan kondisi kelistrikan Bali padam. “Ini kan satu saluran 500 KV. Jadi ketika ada gangguan, pasti merembet ke Bali,” ujar Eko Mulyo.

Baca Juga:  Gegana Kerahkan Robot Jinakan Paket Berisi Bom di PLN Bali

Bali sendiri memiliki daya kelistrikan mencapai 1.300 MW. Di mana 25 persen pasokan listrik tersebut didapat dari PLTU Paiton yang didistribusikan melalui saluran kabel laut.

Ketika sistem kelistrikan di PLTU Paiton padam, listrik di Bali ikut kehilangan daya listrik yang cukup besar secara tiba-tiba.

Menurut Eko, insiden ini adalah insiden pertama dan memberi pengalaman baru bagi PLN untuk melakukan evaluasi agar kejadian sama tidak terulang kembali.

Terlebih dalam waktu dekat ini, di Bali akan melangsungkan even akbar IMF-World Bank Meeting pada Oktober mendatang.

“Kami fokus penormalan, tentang penyebab gangguan masih dilakukan investigasi. Nanti akan infokan lebih lanjut,” terang Eko Mulyo.

Baca Juga:  Pemprov Tawarkan Bangun Energi Mandiri, Pengamat Bilang Tak Mudah

Untuk di Bali yang menjadi prioritas penormalan yakni di objek-objek  vital seperti rumah sakit, bandara dan lainnya.



DENPASAR – Insiden pemadaman listrik total (blackout) yang terjadi kemarin mengguncang perekonomian Bali.

Masyarakat, apalagi pelaku ekonomi menjerit. Bahkan, pelanggan nekat mendatangi kantor PLN untuk menanyakan, apa yang terjadi.

“Karena saya punya usaha yang mengutamakan listrik makanya khawatir pemadaman berlangsung lama. Itu sangat merugikan usaha saya,” kata Andriani, salah satu pelanggan PLN.

Manager Distribusi PT. PLN Distribusi Bali Eko Mulyo mengatakan, insiden blackout berawal dari gangguan transmisi PLTU Pacitan dengan kapasitas 315 megawatt (MW).

Gangguan merembet ke PLTU Paiton yang mengakibatkan kondisi kelistrikan Bali padam. “Ini kan satu saluran 500 KV. Jadi ketika ada gangguan, pasti merembet ke Bali,” ujar Eko Mulyo.

Baca Juga:  Listrik Bali Berstatus Siaga, PLN Genjot Proyek Jawa Bali Crossing

Bali sendiri memiliki daya kelistrikan mencapai 1.300 MW. Di mana 25 persen pasokan listrik tersebut didapat dari PLTU Paiton yang didistribusikan melalui saluran kabel laut.

Ketika sistem kelistrikan di PLTU Paiton padam, listrik di Bali ikut kehilangan daya listrik yang cukup besar secara tiba-tiba.

Menurut Eko, insiden ini adalah insiden pertama dan memberi pengalaman baru bagi PLN untuk melakukan evaluasi agar kejadian sama tidak terulang kembali.

Terlebih dalam waktu dekat ini, di Bali akan melangsungkan even akbar IMF-World Bank Meeting pada Oktober mendatang.

“Kami fokus penormalan, tentang penyebab gangguan masih dilakukan investigasi. Nanti akan infokan lebih lanjut,” terang Eko Mulyo.

Baca Juga:  Berbatasan Tabanan, Subak Ini Tak Dapat Air, Bupati Giri Turun Tangan

Untuk di Bali yang menjadi prioritas penormalan yakni di objek-objek  vital seperti rumah sakit, bandara dan lainnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/