alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Waspadai Covid B117 Masuk Bali,Ini Langkah Mitigasi Bandara Ngurah Rai

MANGUPURA – Ditemukannya varian baru corona asal Inggris yakni varian corona B117 membuat banyak pihak waspada.

Tak terkecuali otoritas Bandara Internasional Ngurah Rai yang menjadi pintu gerbang keluar masuk Pulau Bali melalui jalur udara.

Langkah awal, otoritas bandara melakukan mitigasi dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) dengan ketat di setiap sudut areal bandara.

Stakeholder Relation Manager AP I Bandara Ngurah Rai, Taufan Yudhistira, menjelaskan, otoritas tidak melakukan perubahan secara mendasar untuk memitigasi munculnya varian baru virus corona: B117.

Sebab, kata dia, pada dasarnya Bandara Ngurah Rai  telah melakukan mitigasi seperti penyiapan thermal scanner.

Kemudian, sebelum penumpang melakukan pemeriksaan (electronic Health Alert Card) e-HAC . “Selain itu Tim Pengawasan Pelaksanaan Protokol Kesehatan selalu mengimbau penumpang untuk disiplin melakukan Protokol Kesehatan,” bebernya.

Kemudian pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Denpasar, juga melakukan pemeriksaan e-HAC dan dokumen

Baca Juga:  Kapal Karam Kotori Kawasan Mertasari Sanur, Bali

kesehatan persyaratan perjalanan penerbangan. “KKP juga selalu melakukan pemeriksaan e-HAC dan dokumen kesehatan,” terangnya.

Untuk diketahui, selama periode Februari 2021 Bandar Udara Internasional I Gusti ngurah Rai layani 157 ribu penumpang pesawat udara dan tercatat jumlah penumpang terbanyak pada momen Tahun Baru Imlek tanggal 11 – 14 Februari 2021.

Pencatatan tersebut dalam akumulasi penumpang datang maupun berangkat 157.172 penumpang dan pesawat udara yang mengangkut sebanyak 2.340 pergerakan.

Secara rinci Lalu lintas Angkutan Udara Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai terbanyak di bulan Februari 2021 pada momen Tahun Baru Imlek selama 4 hari yakni 11 – 14 Februari 2021

penumpang domestik yang masuk ke Pulau Bali sebanyak 13.660 dengan pesawat udara 187 pergerakan sebaliknya,

penumpang berangkat dari Udara Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai ke rute tujuan 12.576 dengan menggunakan pesawat udara sebanyak 185 pergerakan.

Baca Juga:  KABAR BAIK! Rapid Test di Gilimanuk Disubsidi, Awak Logistik Gratis

Jika ditotal, 26.236 penumpang hilir mudik dan 372 pesawat udara. “Pada bulan Februari 2021 ini kami telah melayani penumpang 157.172 dan pesawat udara 2.340 dengan rata-rata

selama 28 hari 5.613 penumpang dan 84 pergerakan pesawat udara per hari serta frekuensi terbanyak pada momen Tahun Baru Imlek tanggal 11 – 14 Februari 2021, ” jelasnya.

Lebih lanjut, untuk selama 2 bulan terakhir tahun 2021 yakni Januari hingga Februari  Bandara Ngurah Rai mencatat 369.569 penumpang dan pesawat udara 5.915 pergerakan,

sedangkan tahun 2020 pada periode bulan yang sama penumpang terlayani 3.681.385 serta pesawat udara 25.366 pergerakan.

“Data Januari – Februari 2021 kami mencatat terdapat penurunan penumpang dan pergerakan pesawat udara, penumpang dan pergerakan pesawat udara

masing-masing mengalami penurunan sebesar -89% dan -76% jika dibanding data di bulan Januari  – Februari 2020,” pungkasnya. 

- Advertisement -

- Advertisement -

MANGUPURA – Ditemukannya varian baru corona asal Inggris yakni varian corona B117 membuat banyak pihak waspada.

Tak terkecuali otoritas Bandara Internasional Ngurah Rai yang menjadi pintu gerbang keluar masuk Pulau Bali melalui jalur udara.

Langkah awal, otoritas bandara melakukan mitigasi dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) dengan ketat di setiap sudut areal bandara.


Stakeholder Relation Manager AP I Bandara Ngurah Rai, Taufan Yudhistira, menjelaskan, otoritas tidak melakukan perubahan secara mendasar untuk memitigasi munculnya varian baru virus corona: B117.

Sebab, kata dia, pada dasarnya Bandara Ngurah Rai  telah melakukan mitigasi seperti penyiapan thermal scanner.

Kemudian, sebelum penumpang melakukan pemeriksaan (electronic Health Alert Card) e-HAC . “Selain itu Tim Pengawasan Pelaksanaan Protokol Kesehatan selalu mengimbau penumpang untuk disiplin melakukan Protokol Kesehatan,” bebernya.

Kemudian pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Denpasar, juga melakukan pemeriksaan e-HAC dan dokumen

Baca Juga:  Staf Diminta Isolasi Mandiri, BPJS Singaraja Tutup Layanan Tatap Muka

kesehatan persyaratan perjalanan penerbangan. “KKP juga selalu melakukan pemeriksaan e-HAC dan dokumen kesehatan,” terangnya.

Untuk diketahui, selama periode Februari 2021 Bandar Udara Internasional I Gusti ngurah Rai layani 157 ribu penumpang pesawat udara dan tercatat jumlah penumpang terbanyak pada momen Tahun Baru Imlek tanggal 11 – 14 Februari 2021.

Pencatatan tersebut dalam akumulasi penumpang datang maupun berangkat 157.172 penumpang dan pesawat udara yang mengangkut sebanyak 2.340 pergerakan.

Secara rinci Lalu lintas Angkutan Udara Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai terbanyak di bulan Februari 2021 pada momen Tahun Baru Imlek selama 4 hari yakni 11 – 14 Februari 2021

penumpang domestik yang masuk ke Pulau Bali sebanyak 13.660 dengan pesawat udara 187 pergerakan sebaliknya,

penumpang berangkat dari Udara Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai ke rute tujuan 12.576 dengan menggunakan pesawat udara sebanyak 185 pergerakan.

Baca Juga:  Waspada, Klaster Perusahaan Finance di Buleleng Terus Bertambah

Jika ditotal, 26.236 penumpang hilir mudik dan 372 pesawat udara. “Pada bulan Februari 2021 ini kami telah melayani penumpang 157.172 dan pesawat udara 2.340 dengan rata-rata

selama 28 hari 5.613 penumpang dan 84 pergerakan pesawat udara per hari serta frekuensi terbanyak pada momen Tahun Baru Imlek tanggal 11 – 14 Februari 2021, ” jelasnya.

Lebih lanjut, untuk selama 2 bulan terakhir tahun 2021 yakni Januari hingga Februari  Bandara Ngurah Rai mencatat 369.569 penumpang dan pesawat udara 5.915 pergerakan,

sedangkan tahun 2020 pada periode bulan yang sama penumpang terlayani 3.681.385 serta pesawat udara 25.366 pergerakan.

“Data Januari – Februari 2021 kami mencatat terdapat penurunan penumpang dan pergerakan pesawat udara, penumpang dan pergerakan pesawat udara

masing-masing mengalami penurunan sebesar -89% dan -76% jika dibanding data di bulan Januari  – Februari 2020,” pungkasnya. 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/