alexametrics
25.4 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Dikira Mayat, Ternyata Bangkai Ogoh-ogoh Nyangkut di Hutan Mangrove

DENPASAR – Warga yang melintasi jalur rawa-rawa, tepatnya di kawasan Hutan Mangrove, Nusa Dua, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Badung sempat dikejutkan dengan temuan mirip mayat korban mutilasi.

Setelah dilihat secara seksama dan didekati, ternyata hanya bangkai ogoh-ogoh tanpa kepala. Badannya memang terlintas mirip dengan manusia.

Posisinya tengkurap dan berada di dekat lampu merah perempatan Nusa Dua. “Saya kira mayat, ternyata bangkai ogoh-ogoh,” ujar pengendara yang melintas jalur tersebut kemudian tersenyum, Rabu pagi (7/8).

Yup, persoalan sampah di Kawasan Hutan Mangrove tersebut memang menjadi permasalahan yang cukup lama tak terselesaikan.

Ada saja oknum masyarakat yang membuang sampah ke kawasan yang dilindungi tersebut. Pantauan Jawa Pos Radar Bali, sampah dengan berbagai jenis tersebut pun tersangkut di antara tanaman mangrove.

Baca Juga:  Kuliah di Amerika Itu Menarik dan Menantang, Anda Mau Coba?

Baik dari sampah bekas rumah tangga yang dibungkus plastik maupun sampah lainnya, seperti bangkai ogoh-ogoh yang tersangkut di tanaman mangrove.

Kondisi yang ironis ini membuat Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung  beberapa waktu lalu  membuat sayembara untuk memotret pelaku/oknum pembuang sampah padat di kawasan tersebut.

Sayembara ini ditujukan bagi masyarakat yang melihat dan memiliki bukti berupa foto dan video yang akurat nantinya akan diberikan imbalan sebesar Rp 1 juta oleh pihak DLHK Badung.

Bahkan, bagi masyarakat yang menangkap langsung pelaku atau oknum yang mebuang sampah di lokasi tersebut  akan diberi reward yang lebih besar lagi. 



DENPASAR – Warga yang melintasi jalur rawa-rawa, tepatnya di kawasan Hutan Mangrove, Nusa Dua, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Badung sempat dikejutkan dengan temuan mirip mayat korban mutilasi.

Setelah dilihat secara seksama dan didekati, ternyata hanya bangkai ogoh-ogoh tanpa kepala. Badannya memang terlintas mirip dengan manusia.

Posisinya tengkurap dan berada di dekat lampu merah perempatan Nusa Dua. “Saya kira mayat, ternyata bangkai ogoh-ogoh,” ujar pengendara yang melintas jalur tersebut kemudian tersenyum, Rabu pagi (7/8).

Yup, persoalan sampah di Kawasan Hutan Mangrove tersebut memang menjadi permasalahan yang cukup lama tak terselesaikan.

Ada saja oknum masyarakat yang membuang sampah ke kawasan yang dilindungi tersebut. Pantauan Jawa Pos Radar Bali, sampah dengan berbagai jenis tersebut pun tersangkut di antara tanaman mangrove.

Baca Juga:  1 Ha Mangrove di TPA Suwung Mati, DPRD Bali Minta Segera Ditelusuri

Baik dari sampah bekas rumah tangga yang dibungkus plastik maupun sampah lainnya, seperti bangkai ogoh-ogoh yang tersangkut di tanaman mangrove.

Kondisi yang ironis ini membuat Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung  beberapa waktu lalu  membuat sayembara untuk memotret pelaku/oknum pembuang sampah padat di kawasan tersebut.

Sayembara ini ditujukan bagi masyarakat yang melihat dan memiliki bukti berupa foto dan video yang akurat nantinya akan diberikan imbalan sebesar Rp 1 juta oleh pihak DLHK Badung.

Bahkan, bagi masyarakat yang menangkap langsung pelaku atau oknum yang mebuang sampah di lokasi tersebut  akan diberi reward yang lebih besar lagi. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/