alexametrics
25.4 C
Denpasar
Saturday, August 20, 2022

Plin Plan, Penyeberan Virus ASF di Bali Ternyata Masih Sebatas Dugaan

DENPASAR – Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra akhirnya angkat bicara seputar isu mewabahnya virus African Swine Fever (ASF) yang menyebabkan kematian ternak babi di Bali.

Dalam acara kampanye “Daging Babi Aman Dikonsumsi Asalkan Diolah Melalui Proses Memasak yang Benar” yang digelar Pemprov Bali, Dewa Indra menyebut Bali belum terkena virus ASF.

“Sampai dengan saat ini, status virus ASF di Daerah Bali masih suspect, belum positif,” tegas Dewa Indra di Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Jumat (7/2) kemarin.

Dewa Made Indra menjelaskan, Balai Veteriner yang ada di Bali sudah mengambil sampel dan melakukan uji laboratorium, namun belum bisa memastikan sehingga dikirim lagi ke Balai Veteriner yang ada di Medan.

Baca Juga:  Pedagang dan Pengelola Pasar se-Bali Dibagikan 175.000 Pieces Masker

“Hal ini mengingat, wabah ASF sudah duluan ada di sana, sudah ada penanganan sehingga telah berpengalaman untuk mengindentifikasi virus ini,” sebutnya.

Meskipun statusnya suspect, namun karena sudah menyebabkan kematian babi dalam jumlah yang cukup signifikan yaitu 888 ekor lebih, kasus ini tentu harus waspadai.

Media diharapkan berhati-hati dalam memberi informasi, karena dalam kasus penyebaran virus ada beberapa tahapan yaitu dalam pengasawan, suspect (diduga) dan terakhir baru positif.

“Jangan langsung menyebut positif meskipun gejalanya mirip. Untuk penentuan status suspect hingga positif, harus melalui proses uji laboratorium dulu,” tegasnya.

Dalam pemberitaan sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Ida Bagus Wisnuardhana menyatakan bahwa

Baca Juga:  Masih Nekat Mudik, Empat Pemudik Putar Balik di Posko Umar Anyar

ratusan babi yang mati sejak beberapa bulan terakhir diakibatkan oleh ASF. Namun, kemudian diralat baru suspect. 



DENPASAR – Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra akhirnya angkat bicara seputar isu mewabahnya virus African Swine Fever (ASF) yang menyebabkan kematian ternak babi di Bali.

Dalam acara kampanye “Daging Babi Aman Dikonsumsi Asalkan Diolah Melalui Proses Memasak yang Benar” yang digelar Pemprov Bali, Dewa Indra menyebut Bali belum terkena virus ASF.

“Sampai dengan saat ini, status virus ASF di Daerah Bali masih suspect, belum positif,” tegas Dewa Indra di Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Jumat (7/2) kemarin.

Dewa Made Indra menjelaskan, Balai Veteriner yang ada di Bali sudah mengambil sampel dan melakukan uji laboratorium, namun belum bisa memastikan sehingga dikirim lagi ke Balai Veteriner yang ada di Medan.

Baca Juga:  Positif Corona Melonjak 98 Orang, Transmisi Lokal Karena Tak Disiplin

“Hal ini mengingat, wabah ASF sudah duluan ada di sana, sudah ada penanganan sehingga telah berpengalaman untuk mengindentifikasi virus ini,” sebutnya.

Meskipun statusnya suspect, namun karena sudah menyebabkan kematian babi dalam jumlah yang cukup signifikan yaitu 888 ekor lebih, kasus ini tentu harus waspadai.

Media diharapkan berhati-hati dalam memberi informasi, karena dalam kasus penyebaran virus ada beberapa tahapan yaitu dalam pengasawan, suspect (diduga) dan terakhir baru positif.

“Jangan langsung menyebut positif meskipun gejalanya mirip. Untuk penentuan status suspect hingga positif, harus melalui proses uji laboratorium dulu,” tegasnya.

Dalam pemberitaan sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Ida Bagus Wisnuardhana menyatakan bahwa

Baca Juga:  Proyek Investasi Bertebaran, Sayang Minat Investor Lokal Minim

ratusan babi yang mati sejak beberapa bulan terakhir diakibatkan oleh ASF. Namun, kemudian diralat baru suspect. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/