alexametrics
24.8 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Covid-19 di Bali Melonjak karena Omicron, Bali Kembali PPKM Level 3

DENPASAR – Wakil Gubernur Bali, Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati menyatakan meroketnya kasus Covid-19 karena varian Omicron.  Penyebab penyebaran virus karena klaster kerumunan, sekolah dan sepak bola. Seperti diketahui Bali menjadi tuan rumah Seri IV dan V BRI Liga 1 2021 sampai 2022.

Oleh karena itu, Pemerintah Bali memberhentikan pembelajaran tatap muka (PTM) dan juga meminta pasien yang Covid-19 gejala ringan untuk isolasi terpusat. Hal ini dikarenakan mencegah rumah sakit penuh.

“Gejala tidak terlalu berat diisolasi. Sudah siap (isolasi terpusat) kami. Jangan lagi isolasi mandiri,” ujarnya.

Dalam mengantisipasi penyebaran kasus kembali dari wisawatan mancanegara usai penerbangan internasional dibuka, di Bali telah disiapkan 60 hotel khusus sebagai tempat karantina. Harganya pun bervariasi sesuai fasilitas yang ada. 

Baca Juga:  Gubernur Koster Siapkan Anggaran Rp 150 Miliar Tangani Covid-19

Diungkapkan juga terkait kesiapan hotel tempat karantina wisman yang baru mendarat di Bali. Terdapat sebanyak 60 hotel sebagai tempat karantina selama lima hari.

“Bali siapkan 60-an hotel tempat karantina, harganya juga bervariasi. Ada yang Rp 11 juta sampai Rp 12 juta  selama lima hari, itu tergantung fasilitas,” tandasnya.

Cok Ace menambahkan persiapan tempat karantina maupun penerbangan internasional dengan situasi seperti ini tidak buru-buru. Pasalnya segala persiapan tersebut telah dilakukan sejak tahun lalu.

“Tidak buru-buru, itu persiapannya dari tahun lalu,” tegas Cok Ace.

Sementara Sekretaris Satgas Covid-19 Provinsi Bali, Made Rentin memaparkan kasus per Senin (7/2) di Provinsi Bali terdapat kasus positif sebanyak 1.172 orang. Sembuh sebanyak 302 orang dan meninggal dunia sebanyak 9 orang.

Baca Juga:  VIRAL! Bule Ngebut di Pantai Kuta Bikin Balawista Geram Bukan Main

Di sisi lain, Bali kembali masuk Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3. Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan. 

Luhut Pandjaitan mengatakan, sejumlah daerah aglomerasi akan berstatus level 3 dalam perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Daerah yang dimaksud yakni Jabodetabek, DIY, Bali, dan Bandung Raya.

Luhut dalam konferensi pers evaluasi PPKM yang digelar secara daring pada Senin kemarin mengatakan, peningkatan naiknya level PPKM bukan karena tingginya kasus, tapi karena rendahnya tracing. Adapun untuk Bali, Luhut mengungkapkan, pergeseran menuju PPKM level 3 karena kondisi rawat inap di rumah sakit yang meningkat.



DENPASAR – Wakil Gubernur Bali, Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati menyatakan meroketnya kasus Covid-19 karena varian Omicron.  Penyebab penyebaran virus karena klaster kerumunan, sekolah dan sepak bola. Seperti diketahui Bali menjadi tuan rumah Seri IV dan V BRI Liga 1 2021 sampai 2022.

Oleh karena itu, Pemerintah Bali memberhentikan pembelajaran tatap muka (PTM) dan juga meminta pasien yang Covid-19 gejala ringan untuk isolasi terpusat. Hal ini dikarenakan mencegah rumah sakit penuh.

“Gejala tidak terlalu berat diisolasi. Sudah siap (isolasi terpusat) kami. Jangan lagi isolasi mandiri,” ujarnya.

Dalam mengantisipasi penyebaran kasus kembali dari wisawatan mancanegara usai penerbangan internasional dibuka, di Bali telah disiapkan 60 hotel khusus sebagai tempat karantina. Harganya pun bervariasi sesuai fasilitas yang ada. 

Baca Juga:  Astungkara! Sudah 173.666 Wisman Kunjungi Bali

Diungkapkan juga terkait kesiapan hotel tempat karantina wisman yang baru mendarat di Bali. Terdapat sebanyak 60 hotel sebagai tempat karantina selama lima hari.

“Bali siapkan 60-an hotel tempat karantina, harganya juga bervariasi. Ada yang Rp 11 juta sampai Rp 12 juta  selama lima hari, itu tergantung fasilitas,” tandasnya.

Cok Ace menambahkan persiapan tempat karantina maupun penerbangan internasional dengan situasi seperti ini tidak buru-buru. Pasalnya segala persiapan tersebut telah dilakukan sejak tahun lalu.

“Tidak buru-buru, itu persiapannya dari tahun lalu,” tegas Cok Ace.

Sementara Sekretaris Satgas Covid-19 Provinsi Bali, Made Rentin memaparkan kasus per Senin (7/2) di Provinsi Bali terdapat kasus positif sebanyak 1.172 orang. Sembuh sebanyak 302 orang dan meninggal dunia sebanyak 9 orang.

Baca Juga:  2021, Pemkot Denpasar Hanya Mampu Realisasikan 22 Unit Rumah

Di sisi lain, Bali kembali masuk Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3. Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan. 

Luhut Pandjaitan mengatakan, sejumlah daerah aglomerasi akan berstatus level 3 dalam perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Daerah yang dimaksud yakni Jabodetabek, DIY, Bali, dan Bandung Raya.

Luhut dalam konferensi pers evaluasi PPKM yang digelar secara daring pada Senin kemarin mengatakan, peningkatan naiknya level PPKM bukan karena tingginya kasus, tapi karena rendahnya tracing. Adapun untuk Bali, Luhut mengungkapkan, pergeseran menuju PPKM level 3 karena kondisi rawat inap di rumah sakit yang meningkat.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/