alexametrics
28.7 C
Denpasar
Tuesday, July 5, 2022

Astungkara, Sembahyang Galungan Terasa Lebih Istimewa

 

DENPASAR– Status PPKM level 1 dan pelonggaran aktivitas membuat Hari Raya Galungan kali ini terasa lebih istimewa. Umat bisa lebih leluasa dan khidmat dalam beribadah. Sejumlah pura pun terlihat dipadati umat yang sedang bersembahyang. Salah satu pura yang banyak didatangi pemedek adalah Pura Jagatnatha Denpasar.

 

Menurut Ida Bagus Saskara, pemangku Pura Jagatnatha, masyarakat sangat senang dan bersyukur mendapat pelonggaran aktivitas, terutama bisa sembahyang ke pura. Pasalnya, selama pandemi berlangsung, masyarakat mengalami mengalami berbagai kesulitan.

 

Mulai kondisi perekonomian hingga kesehatan. Bahkan, hendak sembahyang juga dibatasi.“Astungkara (syukur) saat ini sudah ada kebijakan pemerintah yang memberikan kelonggaran. Kami memaknai kelonggaran itu dengan berduyun-duyun sembahyang ke pura,” tuturnya.

 

Meski demikian, sejumlah pemedek tetap memakai masker saat sembahyang. Hal itu dianggap Saskara sebagai menjaga keamanan kesehatan. Tetap memakai masker sangat baik karena pandemi belum berakhir. “Kami membebaskan, mau pakai masker silakan, dibuka juga silakan,” tukasnya.

 

Saskara mengungkapkan, seperti yang tertuang dalam sastra, Hari Raya Galungan merupakan kemenangan dharma melawan adharma. Dalam kondisi seperti sekarang, masyarakat sangat antusias kembali melaksanakan sembahyang sejak adanya pembatasan akibat pandemi.

 

Pengurus pura yang ada di Jalan Mayor Wisnu itu membagi waktu persembahyangan menjadi tiga sesi, pagi, siang, dan malam. Pemedek yang datang pada sesi sore dan malam biasanya lebih banyak.

 

Saskara menambahkan, awalnya satu sesi persembahyangan dirancang untuk 50 umat. Namun, karena antusias masyarakat tinggi, satu sesi bisa mencapai 100 orang, bahkan lebih.  “Waktu persemahyangan kami atur menjadi tiga agar pemedek lebih tertib dan pemangku nyaman,” tukasnya. (san)

 



 

DENPASAR– Status PPKM level 1 dan pelonggaran aktivitas membuat Hari Raya Galungan kali ini terasa lebih istimewa. Umat bisa lebih leluasa dan khidmat dalam beribadah. Sejumlah pura pun terlihat dipadati umat yang sedang bersembahyang. Salah satu pura yang banyak didatangi pemedek adalah Pura Jagatnatha Denpasar.

 

Menurut Ida Bagus Saskara, pemangku Pura Jagatnatha, masyarakat sangat senang dan bersyukur mendapat pelonggaran aktivitas, terutama bisa sembahyang ke pura. Pasalnya, selama pandemi berlangsung, masyarakat mengalami mengalami berbagai kesulitan.

 

Mulai kondisi perekonomian hingga kesehatan. Bahkan, hendak sembahyang juga dibatasi.“Astungkara (syukur) saat ini sudah ada kebijakan pemerintah yang memberikan kelonggaran. Kami memaknai kelonggaran itu dengan berduyun-duyun sembahyang ke pura,” tuturnya.

 

Meski demikian, sejumlah pemedek tetap memakai masker saat sembahyang. Hal itu dianggap Saskara sebagai menjaga keamanan kesehatan. Tetap memakai masker sangat baik karena pandemi belum berakhir. “Kami membebaskan, mau pakai masker silakan, dibuka juga silakan,” tukasnya.

 

Saskara mengungkapkan, seperti yang tertuang dalam sastra, Hari Raya Galungan merupakan kemenangan dharma melawan adharma. Dalam kondisi seperti sekarang, masyarakat sangat antusias kembali melaksanakan sembahyang sejak adanya pembatasan akibat pandemi.

 

Pengurus pura yang ada di Jalan Mayor Wisnu itu membagi waktu persembahyangan menjadi tiga sesi, pagi, siang, dan malam. Pemedek yang datang pada sesi sore dan malam biasanya lebih banyak.

 

Saskara menambahkan, awalnya satu sesi persembahyangan dirancang untuk 50 umat. Namun, karena antusias masyarakat tinggi, satu sesi bisa mencapai 100 orang, bahkan lebih.  “Waktu persemahyangan kami atur menjadi tiga agar pemedek lebih tertib dan pemangku nyaman,” tukasnya. (san)

 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/