alexametrics
28.7 C
Denpasar
Sunday, August 14, 2022

Api Ludeskan Rumah 88 KK, Pemadaman Terganggu Pengawal Presiden Jokowi

RadarBali.com – Bunyi serine mobil patroli polisi dan Pemadam Kebakaran menusuk telinga warga Nusa Dua dan sekitarnya, Jumat (8/9) sore menjelang petang.

Mobil jenis berbeda itu lalu lalang untuk kepentingan berbeda. Mobil patroli sedang mengawal rombongan Presiden Joko Widodo yang sedang melakukan pengamanan di Nusa Dua.

Sementara mobil pemadam kebakaran harus buru-buru ke TKP di permukiman warga di Bualu, Benoa, Kuta Selatan, untuk memadamkan api yang melahap permukiman warga.

Karena menembus kemacetan yang parah, mobil pemadam telat ke TKP. Dampaknya, permukiman yang dihuni 88 kepala keluarga alias kurang lebih 300 jiwa itu ludes tanpa sisa.

Apesnya, pasca kebakaran kemacetan panjang makin tak terhindarkan. Bahkan, beberapa mobil patroli pengamanan Presiden Jokowi ikut terjebak dalam kemacetan.

Baca Juga:  Abaikan Jalan Tol, Koster Lebih Sreg Bangun Kereta Api Keliling Bali

Saking besarnya kebakaran, sebuah SPBU di Siligita, Nusa Dua, berhenti sementara waktu mengingat lokasi kejadian yang berdekatan dengan tempat kejadian perkara.

Salah satu korban bernama Haji Arwi, 53, menyatakan, sekitar pukul 16.00, dari kejauhan dia melihat kepulan asap membumbung tinggi ke udara.

Ternyata api diketahui muncul dari rumah yang di tempati Juhari, Bondowoso. Api mudah membesar karena material bangunan mudah terbakar.

“Karena saat kejadian angin berembus kencang sehingga api mudah merambat dan meludeskan 20 unit rumah. Bahkan, api sempat merambat ke bangunan Spa di belakang SPBU,” bebernya.

Kapolsek Kuta Selatan Kompol Nengah Patrem belum memastikan dari mana sumber api.

Baca Juga:  Rumah Terbakar, Perabot dan Uang Untuk Berobat Istri Sakit Ikut Ludes

“Anggota masih memintai keterangan saksi-saksi. Nggak ada korban jiwa karena saat kejadian semuanya sedang bekerja,” paparnya.



RadarBali.com – Bunyi serine mobil patroli polisi dan Pemadam Kebakaran menusuk telinga warga Nusa Dua dan sekitarnya, Jumat (8/9) sore menjelang petang.

Mobil jenis berbeda itu lalu lalang untuk kepentingan berbeda. Mobil patroli sedang mengawal rombongan Presiden Joko Widodo yang sedang melakukan pengamanan di Nusa Dua.

Sementara mobil pemadam kebakaran harus buru-buru ke TKP di permukiman warga di Bualu, Benoa, Kuta Selatan, untuk memadamkan api yang melahap permukiman warga.

Karena menembus kemacetan yang parah, mobil pemadam telat ke TKP. Dampaknya, permukiman yang dihuni 88 kepala keluarga alias kurang lebih 300 jiwa itu ludes tanpa sisa.

Apesnya, pasca kebakaran kemacetan panjang makin tak terhindarkan. Bahkan, beberapa mobil patroli pengamanan Presiden Jokowi ikut terjebak dalam kemacetan.

Baca Juga:  Perbekel Nangis Kantor Akan Dieksekusi, Warga Buat Petisi ke Jokowi

Saking besarnya kebakaran, sebuah SPBU di Siligita, Nusa Dua, berhenti sementara waktu mengingat lokasi kejadian yang berdekatan dengan tempat kejadian perkara.

Salah satu korban bernama Haji Arwi, 53, menyatakan, sekitar pukul 16.00, dari kejauhan dia melihat kepulan asap membumbung tinggi ke udara.

Ternyata api diketahui muncul dari rumah yang di tempati Juhari, Bondowoso. Api mudah membesar karena material bangunan mudah terbakar.

“Karena saat kejadian angin berembus kencang sehingga api mudah merambat dan meludeskan 20 unit rumah. Bahkan, api sempat merambat ke bangunan Spa di belakang SPBU,” bebernya.

Kapolsek Kuta Selatan Kompol Nengah Patrem belum memastikan dari mana sumber api.

Baca Juga:  Cueki Ancaman Walhi, Koster Kukuh Tolak Beber Isi Surat Revisi Perpres

“Anggota masih memintai keterangan saksi-saksi. Nggak ada korban jiwa karena saat kejadian semuanya sedang bekerja,” paparnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/