alexametrics
28.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Gubernur Koster Apresiasi Bansos 60 Ton Beras OJK

DENPASAR, Radar Bali- Gubernur Bali Wayan Koster mengapresiasi kegiatan sosial yang diprakarsai Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara bersama Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan (FKLJK) Provinsi Bali.

 

Peran OJK dan lembaga keuangan lainnya dinilai turut membantu aktif masyarakat Bali melewati pandemi Covid-19 yang hingga saat ini belum usai.

 

Bantuan 60 ton beras tersebut ungkap Gubernur Koster akan diserahkan langsung kepada kepala desa atau bendesa adat se-Bali untuk disalurkan kepada masyarakat.

 

“Bantuan sekecil apa pun terlebih beras yang merupakan bahan pokok pangan masyarakat akan sangat berarti dan sangat membantu di tengah masa pandemi Covid-19 yang hingga saat ini belum juga berakhir,” ungkap Gubernur Koster dalam sambutannya.

 

Sosok yang mengemban amanat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali itu mengaku sangat bangga dengan solidaritas sejumlah pengusaha, pimpinan lembaga keuangan, dan pimpinan partai serta pimpinan organisasi yang serta merta mengerahkan pegawai dan stafnya mengumpulkan sumbangan bantuan yang diperuntukkan bagi masyarakat Bali.

 

“Saya bangga kepada Bapak Agung Rai yang merupakan anggota Komisi XI DPR RI yang senantiasa menyiapkan saluran bantuan kepada masyarakat Bali.

Baca Juga:  Gubernur Minta Tambahan Satu Titik Shoctcut Lagi di Bangkiang Sidem

Selain Beliau juga banyak instansi, lembaga, organisasi termasuk ASN yang sudah menyisihkan rejeki untuk sesamanya di Bali. Dengan solidaritas yang tinggi, saya yakin kita semua akan mampu melewati masa-masa perjuangan melawan pandemi ini,” ujarnya.

 

Gubernur Koster meminta masyarakat meningkatkan disiplin prokes karena Bali sedang siap-siap membuka diri untuk penerbangan dan pariwisata internasional.

 

“Sekalipun sudah melandai, namun saya minta kepada seluruh masyarakat di Bali tetap menerapkan protokol kesehatan, terutama penggunaan masker yang baik dan sesuai anjuran saat sedang berada di luar rumah. Jangan sampai kelalaian segelintir oknum menjadikan penularan virus Covid-19 kembali berkembang yang menaikkan kasus Covid-19 di Bali. Karena seperti yang kita ketahui bahwa terdapat varian baru setelah varian delta yang berkembang di luar.

Mari kita tetap perketat protokol kesehatan yang dimulai dari diri-sendiri, sehingga tidak membahayakan diri kita dan orang lain, demi pulihnya pulau tercinta kita, demi pulihnya perekonomian Bali dan demi pulihnya sektor pariwisata yang sesuai rencana akan dibuka pada 14 Oktober mendatang,” tegas Gubernur Koster.

Baca Juga:  Warga Sumberklampok Ucapkan Terima Kasih ke Gubernur Koster

 

Pandemi Covid-19 yang melanda dunia imbuhnya menyebabkan angka pengangguran dan kemiskinan di Bali mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2019.

 

Sekalipun masih terhitung paling rendah di Indonesia, namun kondisi ini kurang bagus untuk Bali. Guna mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19, Gubernur juga mengajak semua pihak menginstall aplikasi PeduliLindungi sesuai anjuran pemerintah pusat. 

 

Di sisi lain, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara Giri Tribroto menjelaskan bantuan tersebut terkumpul berkat semangat gotong royong OJK, BPD Bali, BPR Urban, Pegadaian, AAUI, Bank Mandiri, BRI, BNI, Bank Jabar Banten, Jasindo, Jamkrida Bali Mandara, dan sejumlah pihak lainnya.

 

“Mari kita tetap menjaga diri dan lingkungan terdekat terutama keluarga agar tingkat kasus Covid-19 di Bali tidak mengalami kenaikan lagi. Agar rencana dibukanya penerbangan bagi wisatawan 14 Oktober mendatang dapat terlaksana dengan lancar dan baik,” pesan I Gusti Agung Rai Wirajaya. (arb)


DENPASAR, Radar Bali- Gubernur Bali Wayan Koster mengapresiasi kegiatan sosial yang diprakarsai Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara bersama Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan (FKLJK) Provinsi Bali.

 

Peran OJK dan lembaga keuangan lainnya dinilai turut membantu aktif masyarakat Bali melewati pandemi Covid-19 yang hingga saat ini belum usai.

 

Bantuan 60 ton beras tersebut ungkap Gubernur Koster akan diserahkan langsung kepada kepala desa atau bendesa adat se-Bali untuk disalurkan kepada masyarakat.

 

“Bantuan sekecil apa pun terlebih beras yang merupakan bahan pokok pangan masyarakat akan sangat berarti dan sangat membantu di tengah masa pandemi Covid-19 yang hingga saat ini belum juga berakhir,” ungkap Gubernur Koster dalam sambutannya.

 

Sosok yang mengemban amanat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali itu mengaku sangat bangga dengan solidaritas sejumlah pengusaha, pimpinan lembaga keuangan, dan pimpinan partai serta pimpinan organisasi yang serta merta mengerahkan pegawai dan stafnya mengumpulkan sumbangan bantuan yang diperuntukkan bagi masyarakat Bali.

 

“Saya bangga kepada Bapak Agung Rai yang merupakan anggota Komisi XI DPR RI yang senantiasa menyiapkan saluran bantuan kepada masyarakat Bali.

Baca Juga:  Genjot Zona Hijau, Ini Data Warga Badung yang Disuntik Vaksin

Selain Beliau juga banyak instansi, lembaga, organisasi termasuk ASN yang sudah menyisihkan rejeki untuk sesamanya di Bali. Dengan solidaritas yang tinggi, saya yakin kita semua akan mampu melewati masa-masa perjuangan melawan pandemi ini,” ujarnya.

 

Gubernur Koster meminta masyarakat meningkatkan disiplin prokes karena Bali sedang siap-siap membuka diri untuk penerbangan dan pariwisata internasional.

 

“Sekalipun sudah melandai, namun saya minta kepada seluruh masyarakat di Bali tetap menerapkan protokol kesehatan, terutama penggunaan masker yang baik dan sesuai anjuran saat sedang berada di luar rumah. Jangan sampai kelalaian segelintir oknum menjadikan penularan virus Covid-19 kembali berkembang yang menaikkan kasus Covid-19 di Bali. Karena seperti yang kita ketahui bahwa terdapat varian baru setelah varian delta yang berkembang di luar.

Mari kita tetap perketat protokol kesehatan yang dimulai dari diri-sendiri, sehingga tidak membahayakan diri kita dan orang lain, demi pulihnya pulau tercinta kita, demi pulihnya perekonomian Bali dan demi pulihnya sektor pariwisata yang sesuai rencana akan dibuka pada 14 Oktober mendatang,” tegas Gubernur Koster.

Baca Juga:  E-Tilang Berlaku 2018, Dishub Gencar Pasang CCTV di 50 Titik Jalan

 

Pandemi Covid-19 yang melanda dunia imbuhnya menyebabkan angka pengangguran dan kemiskinan di Bali mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2019.

 

Sekalipun masih terhitung paling rendah di Indonesia, namun kondisi ini kurang bagus untuk Bali. Guna mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19, Gubernur juga mengajak semua pihak menginstall aplikasi PeduliLindungi sesuai anjuran pemerintah pusat. 

 

Di sisi lain, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara Giri Tribroto menjelaskan bantuan tersebut terkumpul berkat semangat gotong royong OJK, BPD Bali, BPR Urban, Pegadaian, AAUI, Bank Mandiri, BRI, BNI, Bank Jabar Banten, Jasindo, Jamkrida Bali Mandara, dan sejumlah pihak lainnya.

 

“Mari kita tetap menjaga diri dan lingkungan terdekat terutama keluarga agar tingkat kasus Covid-19 di Bali tidak mengalami kenaikan lagi. Agar rencana dibukanya penerbangan bagi wisatawan 14 Oktober mendatang dapat terlaksana dengan lancar dan baik,” pesan I Gusti Agung Rai Wirajaya. (arb)


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/