alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 10, 2022

Upacara Melasti & Pawai Ogoh- ogoh Tunggu Evaluasi 14 Februari

DENPASAR– Pelaksanaan Upacara Melasti dan pawai ogoh- ogoh serangkaian Nyepi Caka 1944 Tahun 2022 di Kota Denpasar masih menunggu evaluasi PPKM. Pasalnya, terjadi peningkatan penularan kasus Covid-19.

 

Hal itu terungkap saat pelaksanaan rapat koordinasi Majelis Desa Adat (MDA) Kota Denpasar dengan Bendesa Adat, Pesikian Yowana dan Pesikian Pecalang di Kantor Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Selasa (8/2).

 

Sekretaris Daerah Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana mengatakan teknis Pelaksanaan Upacara Melasti dan Pawai Ogoh- ogoh serangkaian Nyepi Caka 1944 Tahun 2022 akan dikomunikasikan dan dikoordinasikan dengan seluruh pihak.

 

“Dengan begitu kesepakatan yang didapat akan menjadi solusi yang terbaik tanpa mengurangi makna dan nilai Yadnya yang dilakukan masyarakat,” katanya.

Baca Juga:  Diskes Karangasem Catat Ada Tambahan Satu Kasus Meninggal Akibat Covid

 

Ketua Majelis Madya Desa Adat A.A Ketut Sudiana menambahkan, pihaknya masih mengacu pada keputusan paruman sebelumnya. Namun, keputusan ini nantinya akan berlaku fleksibel sesuai evaluasi dan penentuan level PPKM di Kota Denpasar.

 

Menurut dia, terkait pelaksanaan rangkaian upacara melasti, jika pada perkembangannya PPKM masih tetap berada di level 3 maka akan buat addendum (perjanjian tambahan). Dalam rangkaian upacaranya dilaksanakan secara ngubeng dan ada yang melaksanakan sesuai dresta masing- masing.

 

Pun dengan catatan diatur teknisnya secara ketat mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah dilaksanakan secara bertangggung jawab jika ada pelanggaran nantinya.

 

Sementara terkait pelaksanaan pawai ogoh-ogoh juga akan menunggu evaluasi PPKM setelah tanggal 14 Februari mendatang. “Selanjutnya kami akan membuat adendum terkait kondisi ini setelah tanggal 14 Februari. Kami akan menunggu evaluasi PPKM ini bagaimana perkembangannya. Kami harap rapat hari ini dapat menjadi ajang menyerap aspirasi seluruh pihak mulai dari Bendesa, Yowana hingga Pecalang,” jelasnya.

Baca Juga:  Hindari Penyalahgunaan, 24.553 Blangko E-KTP Dibakar

 

Ketua Pasikian Yowana Kota Denpasar, AA Angga Harta Yana menegaskan bahwa Pasikian Yowana Kota Denpasar akan tetap menggelar penilaian lomba ogoh-ogoh. Sebab lomba ogoh-ogoh ini teknisnya dari penilaian akan dilaksanakan secara on the spot dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan batasan di masing-masing banjar tanpa adanya pawai.

 

 



DENPASAR– Pelaksanaan Upacara Melasti dan pawai ogoh- ogoh serangkaian Nyepi Caka 1944 Tahun 2022 di Kota Denpasar masih menunggu evaluasi PPKM. Pasalnya, terjadi peningkatan penularan kasus Covid-19.

 

Hal itu terungkap saat pelaksanaan rapat koordinasi Majelis Desa Adat (MDA) Kota Denpasar dengan Bendesa Adat, Pesikian Yowana dan Pesikian Pecalang di Kantor Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Selasa (8/2).

 

Sekretaris Daerah Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana mengatakan teknis Pelaksanaan Upacara Melasti dan Pawai Ogoh- ogoh serangkaian Nyepi Caka 1944 Tahun 2022 akan dikomunikasikan dan dikoordinasikan dengan seluruh pihak.

 

“Dengan begitu kesepakatan yang didapat akan menjadi solusi yang terbaik tanpa mengurangi makna dan nilai Yadnya yang dilakukan masyarakat,” katanya.

Baca Juga:  Geger, Temuan Jasad Pria di Atas Kapal di Pelabuhan Benoa Denpasar

 

Ketua Majelis Madya Desa Adat A.A Ketut Sudiana menambahkan, pihaknya masih mengacu pada keputusan paruman sebelumnya. Namun, keputusan ini nantinya akan berlaku fleksibel sesuai evaluasi dan penentuan level PPKM di Kota Denpasar.

 

Menurut dia, terkait pelaksanaan rangkaian upacara melasti, jika pada perkembangannya PPKM masih tetap berada di level 3 maka akan buat addendum (perjanjian tambahan). Dalam rangkaian upacaranya dilaksanakan secara ngubeng dan ada yang melaksanakan sesuai dresta masing- masing.

 

Pun dengan catatan diatur teknisnya secara ketat mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah dilaksanakan secara bertangggung jawab jika ada pelanggaran nantinya.

 

Sementara terkait pelaksanaan pawai ogoh-ogoh juga akan menunggu evaluasi PPKM setelah tanggal 14 Februari mendatang. “Selanjutnya kami akan membuat adendum terkait kondisi ini setelah tanggal 14 Februari. Kami akan menunggu evaluasi PPKM ini bagaimana perkembangannya. Kami harap rapat hari ini dapat menjadi ajang menyerap aspirasi seluruh pihak mulai dari Bendesa, Yowana hingga Pecalang,” jelasnya.

Baca Juga:  Ketua DPRD Gianyar Tuding PPKM Tak Efektif, Begini Respon Sekda

 

Ketua Pasikian Yowana Kota Denpasar, AA Angga Harta Yana menegaskan bahwa Pasikian Yowana Kota Denpasar akan tetap menggelar penilaian lomba ogoh-ogoh. Sebab lomba ogoh-ogoh ini teknisnya dari penilaian akan dilaksanakan secara on the spot dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan batasan di masing-masing banjar tanpa adanya pawai.

 

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/