alexametrics
25.4 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Badung Masih Kekurangan SMPN, Dewan Usul Minta Bantuan Pusat

MANGUPURA – Meski kabupaten Badung menjadi kabupaten terkaya di Bali dan di Indonesia, namun keberadaan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Badung terbilang minim.

Padahal, Pemkab Badung telah mewacanakan untuk penambahan SMP Negeri. Salah satunya adalah SMP 5 Abiansemal.

Tapi, sejak diwacanakan tiga tahun lalu, penambahan SMP Negeri  tapi belum juga terealisasi hingga saat ini dan masih menjadi sekolah satu atap dengan sekolah dasar.

Ketua Fraksi Golkar DPRD Badung IGN Saskara mengakui,  pembangunan sekolah menengah pertama harus kembali dipikirkan oleh pemerintah, karena hal ini sudah menjadi kewajiban dan hal yang prioritas sebenarnya.

“Memang saat ini  Pemerintah Kabupaten Badung sedang melakukan refocusing anggaran untuk penanggulangan pandemi Covid-19,

Baca Juga:  Pemerintah Harus Perhatikan Ekonomi Kreatif

namun program mandatory seperti pendidikan ini juga harus dilakukan. Jangan sampai siswa di Badung bertahun-tahun tidak mempunyai gedung sekolah dan sudah

memiliki anak didik sampai kelas tiga,”ujarnya  didampingi  anggota Komisi IV DPRD Badung, Ni Ketut Suweni.

Lebih lanjut, kalau bisa Pemkab Badung harus memperjuangkan anggaran tersebut ke  Pemerintah Pusat untuk mendapatkan dana pembangunan gedung sekolah SMP 5 Abiansemal dan SMP yang belum terbangun di Badung.

“Kita ketahui bersama kondisi keuangan Badung di refocusing  untuk pandemi Covid-19, sehingga perlu adanya bantuan dana dari pusat,” jelas politisi asal Desa Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal.

Secara terpisah, Kabid Gedung dan Sarana Disdikpora Badung, Putu Roby Widya Harsana mengatakan, untuk pembangunan SMPN 5 Abiansemal belum bisa dilakukan tahun ini.

Baca Juga:  Pasien 50 Tahun Asal Kesiman Meninggal, Klaster Keluarga Jadi Momok

Karena ada refocusing anggaran. Namun, pihaknya sudah melakukan kajian untuk mendapatkan dana pusat.

“Kalau memohon Dana Alokasi Khusus (DAK) , itu hanya bisa digunakan untuk merehab gedung. Tapi kita kan untuk membangun gedung sekolah baru  dan anggarannya cukup besar, ” bebernya.

Kata dia, dulu sebenarnya sudah tender di tahun lalu, namun karena kondisi pandemi Covid-19 jadi anggarannya direalokasikan ke penanggulangan pandemi Covid-19 dulu.  

“Semoga  pandemi ini cepat berlalu dan anggaran tersebut nanti bisa dipasang kembali tahun depan,” pungkasnya.



MANGUPURA – Meski kabupaten Badung menjadi kabupaten terkaya di Bali dan di Indonesia, namun keberadaan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Badung terbilang minim.

Padahal, Pemkab Badung telah mewacanakan untuk penambahan SMP Negeri. Salah satunya adalah SMP 5 Abiansemal.

Tapi, sejak diwacanakan tiga tahun lalu, penambahan SMP Negeri  tapi belum juga terealisasi hingga saat ini dan masih menjadi sekolah satu atap dengan sekolah dasar.

Ketua Fraksi Golkar DPRD Badung IGN Saskara mengakui,  pembangunan sekolah menengah pertama harus kembali dipikirkan oleh pemerintah, karena hal ini sudah menjadi kewajiban dan hal yang prioritas sebenarnya.

“Memang saat ini  Pemerintah Kabupaten Badung sedang melakukan refocusing anggaran untuk penanggulangan pandemi Covid-19,

Baca Juga:  Pariwisata Tak Lagi Jadi Andalan, Ini Rencana Besar Gubernur Koster

namun program mandatory seperti pendidikan ini juga harus dilakukan. Jangan sampai siswa di Badung bertahun-tahun tidak mempunyai gedung sekolah dan sudah

memiliki anak didik sampai kelas tiga,”ujarnya  didampingi  anggota Komisi IV DPRD Badung, Ni Ketut Suweni.

Lebih lanjut, kalau bisa Pemkab Badung harus memperjuangkan anggaran tersebut ke  Pemerintah Pusat untuk mendapatkan dana pembangunan gedung sekolah SMP 5 Abiansemal dan SMP yang belum terbangun di Badung.

“Kita ketahui bersama kondisi keuangan Badung di refocusing  untuk pandemi Covid-19, sehingga perlu adanya bantuan dana dari pusat,” jelas politisi asal Desa Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal.

Secara terpisah, Kabid Gedung dan Sarana Disdikpora Badung, Putu Roby Widya Harsana mengatakan, untuk pembangunan SMPN 5 Abiansemal belum bisa dilakukan tahun ini.

Baca Juga:  Jelang Puasa Ramadhan, Warga Kampung Bugis Suwung Ziarah Kubur Akbar

Karena ada refocusing anggaran. Namun, pihaknya sudah melakukan kajian untuk mendapatkan dana pusat.

“Kalau memohon Dana Alokasi Khusus (DAK) , itu hanya bisa digunakan untuk merehab gedung. Tapi kita kan untuk membangun gedung sekolah baru  dan anggarannya cukup besar, ” bebernya.

Kata dia, dulu sebenarnya sudah tender di tahun lalu, namun karena kondisi pandemi Covid-19 jadi anggarannya direalokasikan ke penanggulangan pandemi Covid-19 dulu.  

“Semoga  pandemi ini cepat berlalu dan anggaran tersebut nanti bisa dipasang kembali tahun depan,” pungkasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/