alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, August 18, 2022

Kasus Covid di Badung Melonjak, Khawatir Muncul Klaster di Arena Tajen

MANGUPURA­ – Kasus covid-19 di Kabupaten Badung malah melonjak saat new normal. Peningkatan tren ini terjadi sejak minggu ketiga di bulan Juli 2020 lalu.

Kepala Dinkes Badung dr. Nyoman Gunarta menjelaskan, dari data peningkatan kasus positif covid-19 di Badung mulai tampak saat penerapan new normal, pada minggu ketiga bulan Juli.

“Dari sana kita semua kurang antisipasi baik dari masyarakat maupun dari kita di pemerintahan. Masyarakat menganggap sebagai keadaan yang normal dan mengabaikan protokol kesehatan,” kata Gunarta.

Lebih lanjut, pada new normal  masyarakat mulai  beraktifitas normal diluar rumah. Bahkan, kurang disiplin melaksanakan protokol kesehatan.

Sehingga hal itu  kemungkinan bisa membawa virus ke rumah dan memicu munculnya klaster keluarga di Badung.

Baca Juga:  Bikin Video Lucu Soal Jaga Jarak, Pilih Bahasa Bali Sebagai Pengantar

“Belakangan memang banyak muncul klaster keluarga,” terang pejabat asal Sibanggede, Badung ini. Pihaknya juga sangat mengkhawatirkan maraknya kembali arena judi tajen.

Hal itu juga sangat potensial membuat klaster baru seperti  di beberapa daerah. “Mereka yang beraktivitas di luaran ini tanpa gejala, fisik dan imunnya bagus.

Namun, menulari orang di rumah yang rentan, apa lagi ada komorbiditas atau penyakit penyerta,” tandas Gunarta yang juga Ketua IDI Cabang Badung ini.

Untuk diketahui, hingga Senin (7/9) lalu di Badung terjadi sebanyak 899 kasus positif covid-19,  253 orang masih dalam perawatan, 626 orang dinyatakan sembuh, dan sebanyak 20 orang meninggal dunia.



MANGUPURA­ – Kasus covid-19 di Kabupaten Badung malah melonjak saat new normal. Peningkatan tren ini terjadi sejak minggu ketiga di bulan Juli 2020 lalu.

Kepala Dinkes Badung dr. Nyoman Gunarta menjelaskan, dari data peningkatan kasus positif covid-19 di Badung mulai tampak saat penerapan new normal, pada minggu ketiga bulan Juli.

“Dari sana kita semua kurang antisipasi baik dari masyarakat maupun dari kita di pemerintahan. Masyarakat menganggap sebagai keadaan yang normal dan mengabaikan protokol kesehatan,” kata Gunarta.

Lebih lanjut, pada new normal  masyarakat mulai  beraktifitas normal diluar rumah. Bahkan, kurang disiplin melaksanakan protokol kesehatan.

Sehingga hal itu  kemungkinan bisa membawa virus ke rumah dan memicu munculnya klaster keluarga di Badung.

Baca Juga:  Sekdaprov Dewa Indra: Maskerku Melindungimu, Makskermu Melindungiku

“Belakangan memang banyak muncul klaster keluarga,” terang pejabat asal Sibanggede, Badung ini. Pihaknya juga sangat mengkhawatirkan maraknya kembali arena judi tajen.

Hal itu juga sangat potensial membuat klaster baru seperti  di beberapa daerah. “Mereka yang beraktivitas di luaran ini tanpa gejala, fisik dan imunnya bagus.

Namun, menulari orang di rumah yang rentan, apa lagi ada komorbiditas atau penyakit penyerta,” tandas Gunarta yang juga Ketua IDI Cabang Badung ini.

Untuk diketahui, hingga Senin (7/9) lalu di Badung terjadi sebanyak 899 kasus positif covid-19,  253 orang masih dalam perawatan, 626 orang dinyatakan sembuh, dan sebanyak 20 orang meninggal dunia.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/