alexametrics
24.8 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Bendesa Ngaku Kewalahan Awasi 31 Pintu

MANGUPURA– Bendesa Adat Kuta Wayan Wasista mengatakan, penutupan 17 pintu masuk obyek wisata Pantai Kuta dari 31 pintu itu dilakukan karena pihaknya kewalahan dalam mengawasi pengunjung.

 

“Kami sudah kewalahan. Kami serahkan kepada pemerintah apakah nantinya ada petugas dari pemerintah yang menjaga atau menutupnya. Jadi pintu yang ada sekarang tidak ada yang menjaga, kecuali yang terpasang QR Code PeduliLindungi, ”

 

 

Wasista mengatakan pihaknya hanya mendapat QR Code PeduliLindung sebanyak 8. Sedangkan pintu masuk pantai ada 31.

 

- Advertisement -

“Kan tidak mungkin kami mengawasi semua pintu masuk. Di suatu sisi kita juga menjaga pariwisata Kuta yang baru tahap uji coba pembukaan. Intinya jangan sampai Kuta ada klaster baru, karena itu berdampak bagi pariwisata bukan Kuta saja tapi Bali, ” tandasnya.

Baca Juga:  Proyek Ambisius PLTS Di Bali Gagal, Prof Dwi: Itu Proyek Tanpa Kajian
- Advertisement -

MANGUPURA– Bendesa Adat Kuta Wayan Wasista mengatakan, penutupan 17 pintu masuk obyek wisata Pantai Kuta dari 31 pintu itu dilakukan karena pihaknya kewalahan dalam mengawasi pengunjung.

 

“Kami sudah kewalahan. Kami serahkan kepada pemerintah apakah nantinya ada petugas dari pemerintah yang menjaga atau menutupnya. Jadi pintu yang ada sekarang tidak ada yang menjaga, kecuali yang terpasang QR Code PeduliLindungi, ”

 

 

Wasista mengatakan pihaknya hanya mendapat QR Code PeduliLindung sebanyak 8. Sedangkan pintu masuk pantai ada 31.

 

“Kan tidak mungkin kami mengawasi semua pintu masuk. Di suatu sisi kita juga menjaga pariwisata Kuta yang baru tahap uji coba pembukaan. Intinya jangan sampai Kuta ada klaster baru, karena itu berdampak bagi pariwisata bukan Kuta saja tapi Bali, ” tandasnya.

Baca Juga:  Tak Mau Intervensi, Giri Prasta Serahkan Penuh Proses Hukum ke Kejari

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/