alexametrics
25.4 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Pasien Covid-19 di Denpasar Melonjak, 15 Kelurahan Masuk Zona Merah

DENPASAR – Penyebaran wabah Corona di Kota Denpasar, tampaknya, tidak bisa dipandang sebelah mata. Dari hari ke hari jumlah pasien terus bertambah.

Data terbaru yang dilansir safecity.denpasarkota.go.id, pasien positif Covid-19 naik menjadi 20 orang. Mereka tersebar di seluruh desa dan kelurahan di Kota Denpasar.

Dari 20 pasien positif Covid-19, 9 orang dinyatakan sembuh dan 11 orang masih dalam perawatan. Di Denpasar, jumlah ODP mencapai 192 orang, PDP 17 orang dan OTG 21 orang.

Titik 20 pasien Covid-19 itu di antaranya: Panjer 1 pasien (sembuh), Sanur 1 pasien (sembuh), Padangsambian Kaja 2 pasien (sembuh), Pemogan 2 pasien (1 sembuh 1 dirawat),

Sanur Kauh 1 pasien, Dauh Puri Kelod 1 pasien, Tegal Kertha 1 pasien, Tonja 2 pasien, Kesiman 1 pasien, Ubung Kaja 1 pasien, Penatih 1 pasien,

Peguyangan Kangin 1 pasien (sembuh), Ubung 1 pasien, Sumertha Kaja 1 pasien, Pemecutan Kaja 1 pasien, dan Luar Denpasar 2 pasien (dari luar Kota Denpasar).

Dengan adanya pasien Covid-19 di desa/kelurahan di Kota Denpasar, itu artinya desa/kelurahan tersebut masuk zona merah.

Baca Juga:  Bali Masuk Musim Penghujan, BMKG: Tapi Tidak Hujan Terus-terusan

Dari 43 desa/kelurahan di Kota Denpasar yang masuk zona merah ada 15 desa/kelurahan. Sisanya masuk zona kuning (ada PDP dan ODP), dan zona hijau.

Dari 43 desa/kelurahan di Kota Denpasar, yang masih berada di zona hijau adalah Sumerta, Dangin Puri Kauh, dan Dangin Puri Kelod.

Sebagai catatan, berdasar data kemarin, Provinsi Bali menduduki peringkat 7 dalam kasus Covid-19. Ada 63 pasien positif, sembuh 18 orang, dan meninggal 2 orang.

Berangkat dari fakta tersebut, Pemkot Denpasar Kembali mengajak warga Kota Denpasar untuk menerapkan pola hidup bersih.

Pemkot Denpasar juga berupaya mengandeng desa dan kelurahan di Kota Denpasar untuk membangun tempat cuci di titik-titik strategis.

Seperti yang terlihat kemarin di Desa Dauh Puri Kaja yang membangun wastafel di TPS sementara di kawasan Lumintang, Denpasar.

“Membuat tempat cuci tangan dalam menangkal wabah ini terus dilakukan pihak desa kelurahan di Kota Denpasar secara bertahap.

Baca Juga:  Tak Perlu Repot ke Pengadilan, MA Sosialisasikan Layanan E-Court

Beberapa lingkungan desa sudah dapat kita lahat tersedia tempat cuci tangan dan juga berisikan edukasi cara cuci tangan dan pencegahan corona,” ujar Kabag Humas dan Protokol Pemkot Denpasar Dewa Gede Rai dikutip dari situs safecity.denpasarkota.go.id.

Menurut Dewa Rai, saat ini sudah dibangun puluhan wastafel di beberapa titik strategis di  Kota Denpasar, selain yang sudah ada terus dimaksimalkan fungsinya.

“Dengan dibangunnya wastafel ini masyarakat dapat menerapkan pola hidup bersih dan sehat dengan jalan mencuci tangan dengan baik dan benar,” kata Dewa Rai 

Beragam upaya telah dimaksimalkan, seperti halnya sosialisasi yang dilaksanakan dengan menggandeng desa/lurah hingga ke banjar-banjar.

Pengecekan suhu tubuh dan penyediaan hand sanitizer di ruang publik, kantor, sarana transportasi siswa serta sekolah-sekolah.

Dan, kali ini, penyediaan wastafel cuci tangan secara berkelanjutan terus dioptimalkan. Pihaknya berharap agar fasilitas ini benar-benar  dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan masyarakat.

 

 



DENPASAR – Penyebaran wabah Corona di Kota Denpasar, tampaknya, tidak bisa dipandang sebelah mata. Dari hari ke hari jumlah pasien terus bertambah.

Data terbaru yang dilansir safecity.denpasarkota.go.id, pasien positif Covid-19 naik menjadi 20 orang. Mereka tersebar di seluruh desa dan kelurahan di Kota Denpasar.

Dari 20 pasien positif Covid-19, 9 orang dinyatakan sembuh dan 11 orang masih dalam perawatan. Di Denpasar, jumlah ODP mencapai 192 orang, PDP 17 orang dan OTG 21 orang.

Titik 20 pasien Covid-19 itu di antaranya: Panjer 1 pasien (sembuh), Sanur 1 pasien (sembuh), Padangsambian Kaja 2 pasien (sembuh), Pemogan 2 pasien (1 sembuh 1 dirawat),

Sanur Kauh 1 pasien, Dauh Puri Kelod 1 pasien, Tegal Kertha 1 pasien, Tonja 2 pasien, Kesiman 1 pasien, Ubung Kaja 1 pasien, Penatih 1 pasien,

Peguyangan Kangin 1 pasien (sembuh), Ubung 1 pasien, Sumertha Kaja 1 pasien, Pemecutan Kaja 1 pasien, dan Luar Denpasar 2 pasien (dari luar Kota Denpasar).

Dengan adanya pasien Covid-19 di desa/kelurahan di Kota Denpasar, itu artinya desa/kelurahan tersebut masuk zona merah.

Baca Juga:  Pernah ke Tiongkok, 109 Orang Asing Ditolak Masuk Bali

Dari 43 desa/kelurahan di Kota Denpasar yang masuk zona merah ada 15 desa/kelurahan. Sisanya masuk zona kuning (ada PDP dan ODP), dan zona hijau.

Dari 43 desa/kelurahan di Kota Denpasar, yang masih berada di zona hijau adalah Sumerta, Dangin Puri Kauh, dan Dangin Puri Kelod.

Sebagai catatan, berdasar data kemarin, Provinsi Bali menduduki peringkat 7 dalam kasus Covid-19. Ada 63 pasien positif, sembuh 18 orang, dan meninggal 2 orang.

Berangkat dari fakta tersebut, Pemkot Denpasar Kembali mengajak warga Kota Denpasar untuk menerapkan pola hidup bersih.

Pemkot Denpasar juga berupaya mengandeng desa dan kelurahan di Kota Denpasar untuk membangun tempat cuci di titik-titik strategis.

Seperti yang terlihat kemarin di Desa Dauh Puri Kaja yang membangun wastafel di TPS sementara di kawasan Lumintang, Denpasar.

“Membuat tempat cuci tangan dalam menangkal wabah ini terus dilakukan pihak desa kelurahan di Kota Denpasar secara bertahap.

Baca Juga:  Bobol Kulkas Warung, Hasil Curian untuk Minum-minum, 4 Remaja Diciduk

Beberapa lingkungan desa sudah dapat kita lahat tersedia tempat cuci tangan dan juga berisikan edukasi cara cuci tangan dan pencegahan corona,” ujar Kabag Humas dan Protokol Pemkot Denpasar Dewa Gede Rai dikutip dari situs safecity.denpasarkota.go.id.

Menurut Dewa Rai, saat ini sudah dibangun puluhan wastafel di beberapa titik strategis di  Kota Denpasar, selain yang sudah ada terus dimaksimalkan fungsinya.

“Dengan dibangunnya wastafel ini masyarakat dapat menerapkan pola hidup bersih dan sehat dengan jalan mencuci tangan dengan baik dan benar,” kata Dewa Rai 

Beragam upaya telah dimaksimalkan, seperti halnya sosialisasi yang dilaksanakan dengan menggandeng desa/lurah hingga ke banjar-banjar.

Pengecekan suhu tubuh dan penyediaan hand sanitizer di ruang publik, kantor, sarana transportasi siswa serta sekolah-sekolah.

Dan, kali ini, penyediaan wastafel cuci tangan secara berkelanjutan terus dioptimalkan. Pihaknya berharap agar fasilitas ini benar-benar  dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan masyarakat.

 

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/