alexametrics
25.4 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Ada 2.547 Kasus, Dinkes Badung Ingatkan DB di Musim Penghujan

MANGUPURA – Musim penghujan mulai tiba. Warga Badung diingatkan waspada ancaman demam berdarah dengue (DBD).

Sebab, berdasar data Dinas Kesehatan Kabupaten Badung, sejak Januari hingga 2 Oktober 2020 tercatat ada 2.547 kasus DBD di Gumi Keris. 

Rinciannya, Januari terjadi 99 kasus;  Februari 234 kasus; Maret 484 kasus; April 746 kasus; Mei 613 kasus; Juni 200 kasus; Juli 90 kasus; Agustus 60 kasus; September sampai 2 oktober 2020 ada 21 kasus.

“Kami imbau kepada masyarakat untuk waspada DBD. Apalagi, di era pandemi jangan sampai lengah dengan kasus lainnya,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Badung, Nyoman Gunarta.

Meski kasus DBD belakangan mulai mereda, masyarakat diharapkan tetap memantau lingkungan sekitar.

Baca Juga:  Sekretaris Gugus Tugas Tak Pegang Data Tes Swab, Kadiskes Bungkam

Pasalnya di musim penghujan ini akan banyak terdapat genangan air dan sampah yang menjadi media  pengembangan nyamuk aedes aegypti.

Karena itu perlu antisipasi sejak dini. “Jangan sampai ada kasus baru melakukan pembersihan lingkungan,” katanya mengingatkan.

 Lebih lanjut dijelaskan, saat ini Dinas Kesehatan bersiap melaksanakan berupa promosi kesehatan. Selain itu menyiapkan bahan-bahan insektisida untuk persiapan fogging terfokus.

Sementara ntuk promosi kesehatan akan diturunkan jumantik (juru pemantau jentik) di setiap desa.

Mulai November bulan depan pihaknya akan menurunkan jumantik dan mempersiapkan semua terkait dengan penanganan DBD. 

Dijelaskan Gunarta, kasus DBD memang yang tinggi di awal bulan, bahkan paling puncak biasanya di bulan Maret. Namun karena ini musim penghujan tiba, semua warga harus waspda.

Baca Juga:  777 Warga Sayan Baleran Ikut Screening, 21 Orang Terkonfirmasi Reaktif

Selain memantau lingkungan sekitar, dokter asal Desa Sibang Gede Badung itu meminta kepada masyarakat agar tetap menjaga asupan makanan yang sehat, sehingga kekebalan tubuh tidak mudah menurun.

Jika ada keluhan panas lebih dari tiga hari segera ke pelayanan kesehatan terdekat. “Jadi, penyakit yang disebabkan virus walaupun

faktornya binatang seperti DBD, kalau kondisi kita fit, gejala tidak akan seberat pada orang yang tidak fit,” jelasnya.



MANGUPURA – Musim penghujan mulai tiba. Warga Badung diingatkan waspada ancaman demam berdarah dengue (DBD).

Sebab, berdasar data Dinas Kesehatan Kabupaten Badung, sejak Januari hingga 2 Oktober 2020 tercatat ada 2.547 kasus DBD di Gumi Keris. 

Rinciannya, Januari terjadi 99 kasus;  Februari 234 kasus; Maret 484 kasus; April 746 kasus; Mei 613 kasus; Juni 200 kasus; Juli 90 kasus; Agustus 60 kasus; September sampai 2 oktober 2020 ada 21 kasus.

“Kami imbau kepada masyarakat untuk waspada DBD. Apalagi, di era pandemi jangan sampai lengah dengan kasus lainnya,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Badung, Nyoman Gunarta.

Meski kasus DBD belakangan mulai mereda, masyarakat diharapkan tetap memantau lingkungan sekitar.

Baca Juga:  Koster Legalkan Arak, Ini Pandangan Anggota DPD RI Pasek Suardika

Pasalnya di musim penghujan ini akan banyak terdapat genangan air dan sampah yang menjadi media  pengembangan nyamuk aedes aegypti.

Karena itu perlu antisipasi sejak dini. “Jangan sampai ada kasus baru melakukan pembersihan lingkungan,” katanya mengingatkan.

 Lebih lanjut dijelaskan, saat ini Dinas Kesehatan bersiap melaksanakan berupa promosi kesehatan. Selain itu menyiapkan bahan-bahan insektisida untuk persiapan fogging terfokus.

Sementara ntuk promosi kesehatan akan diturunkan jumantik (juru pemantau jentik) di setiap desa.

Mulai November bulan depan pihaknya akan menurunkan jumantik dan mempersiapkan semua terkait dengan penanganan DBD. 

Dijelaskan Gunarta, kasus DBD memang yang tinggi di awal bulan, bahkan paling puncak biasanya di bulan Maret. Namun karena ini musim penghujan tiba, semua warga harus waspda.

Baca Juga:  Waspada! Wabah Fusarium Ancam Ketersediaan Bibit Stroberi di Bali

Selain memantau lingkungan sekitar, dokter asal Desa Sibang Gede Badung itu meminta kepada masyarakat agar tetap menjaga asupan makanan yang sehat, sehingga kekebalan tubuh tidak mudah menurun.

Jika ada keluhan panas lebih dari tiga hari segera ke pelayanan kesehatan terdekat. “Jadi, penyakit yang disebabkan virus walaupun

faktornya binatang seperti DBD, kalau kondisi kita fit, gejala tidak akan seberat pada orang yang tidak fit,” jelasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/