alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Jual Monyet di Pasar Satria Denpasar, Pedagang Cuma Diberi Peringatan

DENPASAR – Sejumlah petugas Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kota Denpasar turun ke lapangan untuk meninjau peredaran penjualan hewan di Pasar Burung Satria, Denpasar pada Selasa (11/1/2022). Mereka mendapati seorang pedagang yang menjual monyet yang tidak mengantongi izin dari Wali Kota Denpasar dan diduga nantinya akan berpotensi menyebarkan rabies. Pedagang monyet itu pun diberi peringatan.

“Hari ini kami menertibkan perdagangan dari satwa liar khusunya monyet karena monyet ini berpotensi menularkan penyakit rabies,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kota Denpasar, I Made Ngurah Sugiri.

 

Rabies sendiri kini menjadi perhatian penting sebab sangat berbahaya bagi warga lainnya. Yang menjadi ketakutan, monyet-monyet yang diperjualbelikan ini berdasar dari luar dan belum di vaksin.

Baca Juga:  Gencar Razia, Pemprov Bali Klaim Laju Penyebaran Covid Kian Terkendali

 

“Sementara monyet ini bersumber dari kabupaten lain. Kita sudah ada Perda dan perwali terkait peredaran rabies. Jadi Harus ada surat rekomendasi dari bupati atau walikota dimana harus sudah di vaksin rabies,” ujarnya.

 

Lalu apa temuan hari ini?

 

“Nah ternyata, temuan kita hari ini tidak ada surat tersebut, sehingga kita tertibkan dengan memberikan peringatan dalam surat pernyataan,” ujarnya.

 

Sugiri pun mengimbau agar warga dan pedagang tidak memperjualbelikan monyet lagi.

 

“Jangan memelihara monyet karena berpotensi rabies. Lain lagi kalau nanti bosen lalu dilepas ke liarkan. Akan mengganggu yang lain,” pungkasnya.

- Advertisement -

- Advertisement -

DENPASAR – Sejumlah petugas Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kota Denpasar turun ke lapangan untuk meninjau peredaran penjualan hewan di Pasar Burung Satria, Denpasar pada Selasa (11/1/2022). Mereka mendapati seorang pedagang yang menjual monyet yang tidak mengantongi izin dari Wali Kota Denpasar dan diduga nantinya akan berpotensi menyebarkan rabies. Pedagang monyet itu pun diberi peringatan.

“Hari ini kami menertibkan perdagangan dari satwa liar khusunya monyet karena monyet ini berpotensi menularkan penyakit rabies,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kota Denpasar, I Made Ngurah Sugiri.

 


Rabies sendiri kini menjadi perhatian penting sebab sangat berbahaya bagi warga lainnya. Yang menjadi ketakutan, monyet-monyet yang diperjualbelikan ini berdasar dari luar dan belum di vaksin.

Baca Juga:  Banyak Dilirik Pecinta Sugar Glider, Sepasang Dibanderol Rp 5 Juta

 

“Sementara monyet ini bersumber dari kabupaten lain. Kita sudah ada Perda dan perwali terkait peredaran rabies. Jadi Harus ada surat rekomendasi dari bupati atau walikota dimana harus sudah di vaksin rabies,” ujarnya.

 

Lalu apa temuan hari ini?

 

“Nah ternyata, temuan kita hari ini tidak ada surat tersebut, sehingga kita tertibkan dengan memberikan peringatan dalam surat pernyataan,” ujarnya.

 

Sugiri pun mengimbau agar warga dan pedagang tidak memperjualbelikan monyet lagi.

 

“Jangan memelihara monyet karena berpotensi rabies. Lain lagi kalau nanti bosen lalu dilepas ke liarkan. Akan mengganggu yang lain,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/