alexametrics
27.6 C
Denpasar
Saturday, May 21, 2022

Tanah Pura Dicaplok, Warga Canggu Tutup Sebagian Akses Jalan

MANGUPURA – Tanah Laba/ Pelaba Pura Dalem Penataran Canggu diduga dicaplok pihak lain untuk pembangunan jalan. Pencaplokan tanah laba/ pelaba pura ini membuat krama (warga adat) Banjar Adat Canggu, Kuta Utara geram. Mereka pun menutup sebagian akses jalan.

 

Pantauan radarbali.id di lokasi, jalan tersebut berada di wilayah Banjar Adat Canggu, Desa Canggu, Kuta Utara yang  dapat diakses melalui Jalan Shortcut yang menghubungkan Desa Canggu dan Desa Tibubeneng.

 

Tampak jelas, lahan seluas 75 meter persegi tersebut pun dipasangi baliho menggunakan rangka besi. Baliho tersebut bertuliskan “Tanah ini bukan jalan umum. Tanah ini merupakan hak milik sertifikat nomor: 4148”.

 

Akibat pemasangan baliho tersebut, jalan yang awalnya dapat dilintasi oleh kendaraan roda empat, kini hanya bisa dilalui kendaraan roda dua saja.

Baca Juga:  Tambah 362 Kasus, Jubir Covid-19 Denpasar Minta Warga Waspada
- Advertisement -

 

Bendesa Adat Canggu Wayan Suarsana menjelaskan bahwa aksi warganya memasang baliho tersebut bukan merupakan penutupan jalan. Melainkan bertujuan untuk melindungi lahan Laba Pura Dalem Penataran Canggu yan secara keseluruhan seluas 29 are.

 

“Saya klarifikasi sedikit, aksi dari warga saya di Banjar Adat Canggu sebagai penyungsung Pura Dalem Penataran Canggu bukan untuk menutup jalan, itu dilakukan untuk memagari lahan Laba Pura,” ujar Suarsana saat ditemui, Senin (10/1).

- Advertisement -

MANGUPURA – Tanah Laba/ Pelaba Pura Dalem Penataran Canggu diduga dicaplok pihak lain untuk pembangunan jalan. Pencaplokan tanah laba/ pelaba pura ini membuat krama (warga adat) Banjar Adat Canggu, Kuta Utara geram. Mereka pun menutup sebagian akses jalan.

 

Pantauan radarbali.id di lokasi, jalan tersebut berada di wilayah Banjar Adat Canggu, Desa Canggu, Kuta Utara yang  dapat diakses melalui Jalan Shortcut yang menghubungkan Desa Canggu dan Desa Tibubeneng.

 

Tampak jelas, lahan seluas 75 meter persegi tersebut pun dipasangi baliho menggunakan rangka besi. Baliho tersebut bertuliskan “Tanah ini bukan jalan umum. Tanah ini merupakan hak milik sertifikat nomor: 4148”.

 

Akibat pemasangan baliho tersebut, jalan yang awalnya dapat dilintasi oleh kendaraan roda empat, kini hanya bisa dilalui kendaraan roda dua saja.

Baca Juga:  [Heboh] Video 2 WNA Saling Tantang dan Terlibat Duel di Kampung Turis

 

Bendesa Adat Canggu Wayan Suarsana menjelaskan bahwa aksi warganya memasang baliho tersebut bukan merupakan penutupan jalan. Melainkan bertujuan untuk melindungi lahan Laba Pura Dalem Penataran Canggu yan secara keseluruhan seluas 29 are.

 

“Saya klarifikasi sedikit, aksi dari warga saya di Banjar Adat Canggu sebagai penyungsung Pura Dalem Penataran Canggu bukan untuk menutup jalan, itu dilakukan untuk memagari lahan Laba Pura,” ujar Suarsana saat ditemui, Senin (10/1).


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/